
Seminggu sudah berlalu sejak kematian Fan Ning kekasihnya,Inyoko masih terus berlatih jurus tapak suci yang belum juga dia kuasai dengan baik.
"Tidak ada yang salah dari gerakan jurus tapak suci yang kau lakukan,bahkan terlihat nyaris sempurna"
"tapi tetap saja gerakannya seperti kosong tak berarti tanpa energi murni yang benar-benar tepat"
"kau belum mampu mengendalikan energi murni milikmu dengan benar"
"itulah sebabnya semua daun-daun itu hancur ketika terkena pukulan mu"
Jelas guru Kha Ram Fang yang baru saja tiba melihat Inyoko berlatih.
Sebenarnya ada hal lain yang ingin disampaikan oleh Kha Ram Fang kepada muridnya tersebut,terkait temuannya di dalam gua es tanah sunyi lembah Tha Bek.
akan tetapi Kha Ram Fang membatalkan keinginannya itu karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Inyoko berlatih jurus tapak suci untuk menghadapi serigala legenda Le Nyai dan mengambil air liurnya untuk menghidupkan kembali kekasih hatinya Fan Ning.
Inyoko kembali memulai latihannya yang cukup menguras pikiran dan menekan batinnya.
cintanya yang teramat besar kepada cucu sepuh suci sekte bulan giok itu membuatnya tetap bersemangat mempelajari jurus itu meskipun masih saja gagal sampai sejauh ini.
Entah telah berapa banyak daun yang hancur terkena jurus Inyoko hari itu.
latihannya tidak juga memperlihatkan perkembangan apa-apa.
Inyoko sedikit kesal dan mulai menjadi emosional,energi murni yang sebelumnya sudah mulai terlihat dapat dikeluarkannya berganti dengan aura energi tiga dewa penguasa bumi.
kali ini jurus Inyoko tidak saja menghancurkan daun itu tapi juga ikut menghancurkan batu tempat daun itu menempel menjadi berkeping-keping.
"Fan Ning !!!!"
"Maafkan aku"
"Aku gagal menyelamatkan dirimu"
"Aku benar-benar laki-laki yang lemah"
"Laki-laki yang tidak berguna"
Inyoko berteriak sambil terisak-isak dalam tangisnya.
Seluruh tubuhnya terasa sangat lemas,tanpa disadarinya Inyoko tumbang tersungkur ditanah seiring dengan tangis sedihnya itu.
tampak jelas fisiknya sudah tidak kuat bertahan dan telah mencapai batasnya.
Kha Ram Fang hanya membiarkan muridnya itu terkapar tak berdaya.
"Istirahatlah sebentar"
"Aku percaya,kau pasti bisa Inyoko"
Bisik Kha Ram Fang dan berlalu pergi kembali kedalam gua es.
Dalam keadaan tidak sadarkan diri itu dalam pikiran Inyoko kembali terlintas sosok Fan Ning dan kenangannya.
__ADS_1
Bahkan saat tidak sadarkan diri air mata Inyoko terlihat menetes dari sudut mata nya.
Hampir empat jam lamanya Inyoko terkapar tidak sadarkan diri,hingga tetesan air hujan turun membasahi tanah sunyi lembah Tha Bek dan membuat Inyoko tersadar.
Inyoko duduk termenung menatap kosong kearah air terjun yang dibaliknya terdapat gua es,tempat jasad kekasihnya Fan Ning.
tak lama kemudian Rajawali Dewa Perang memecah lamunan panjang Inyoko itu.
"Tuan sebaiknya anda lanjutkan latihannya"
Ucap rajawali raksasa itu.
"Aku sepertinya tidak akan mampu menguasai jurus itu"
Jawab Inyoko lirih.
"Aku yakin anda bisa tuan, sama seperti saat anda mampu menguasai aura energi tiga dewa penguasa"
Balas sang rajawali.
"Didinding gua itu jelas tertulis butuh waktu 20 tahun lamanya untuk dapat menguasai jurus leluhur guru Kha Ram Fang itu"
Sambung Inyoko.
"Aku yakin anda bisa tuan,anda pemilik takdir pertapa naga"
"anda bukan pendekar biasa,ini adalah salah satu ujian untuk anda"
"apa anda lupa manusia iblis Ghun Thang?"
"hanya sampai disini perjuangan anda untuk kekasih anda itu?"
"cuma sebesar ini perasaan anda pada perempuan itu ?"
"ayo bangkitlah tuan"
Ucap Rajawali Dewa Perang mencobanya menyemangati tuanya.
Kata-kata dari Rajawali Dewa Perang seperti membangkitkan semangat Inyoko lagi.
pemuda itu kemudian bangkit dan melanjutkan latihannya kembali dibawah rintik-rintik hujan.
Inyoko mencoba kembali mengingat setiap gerakan jurus tapak suci dan perkataan dari gurunya Kha Ram Fang tentang cara mengeluarkan dan mengendalikan energi murni.
Dengan pelan Inyoko mulai mengurut semua langkah dan gerakan jurus itu bersamaan dengan teknik energi murni.
perlahan Inyoko mengeluarkan aura bening yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Rajawali Dewa Perang dan Kha Ram Fang yang berdiri di depan air terjun terlihat sangat senang menyaksikan perkembangan Inyoko itu.
"Ya begitu"
"Kau benar-benar murid yang luar biasa"
__ADS_1
"teruslah berkembang menjadi lebih kuat"
"dunia dan Fan Ning berharap kepada kekuatan mu itu"
Bisik Kha Ram Fang dengan wajah penuh harapan.
Inyoko mulai merasakan sensasi yang berbeda pada tubuhnya saat melakukan gerakan-gerakan dasar dan jurus tapak suci.
meskipun jurus dan gerakannya terlihat hanya sebagai gerakan-gerakan biasa namun menyimpan kekuatan dan daya hancur yang luar biasa.
Kha Ram Fang kemudian bergerak cepat ke arah Inyoko.
Kha Ram Fang berniat menemani muridnya itu berlatih.
Kha Ram Fang meminta Inyoko tetap mempertahankan teknik bertarungnya dengan menggunakan energi murni itu selama berlatih tanding itu.
Kha Ram Fang sangat kagum dan terkesan karena merasakan sendiri tingkat kekuatan dari setiap gerakan dan jurus yang dikeluarkan oleh Inyoko.
Kha Ram Fang terlihat semakin bersemangat dan hampir saja lupa kalau saat itu dirinya hanya sedang menemani muridnya berlatih.
Kha Ram Fang hampir saja mengeluarkan jurus-jurus tingkat tinggi miliknya saat latihan itu,akan tetapi untung saja saat hendak mengeluarkan jurus-jurusnya sehelai daun melayang didepan matanya,membuat Kha Ram Fang teringat kembali dengan ujian yang sebelumnya dia berikan kepada Inyoko muridnya.
Kha Ram Fang kemudian menghentikan latih tanding itu,dan memungut sehelai daun yang kemudian ditempelkannya pada sebuah batu besar yang lain.
Kha Ram Fang meminta Inyoko untuk melanjutkan latihannya dengan menggunakan daun itu.
terlihat wajah Inyoko penuh keraguan,karena sampai sejauh ini dia tidak berhasil melubangi daun itu sedikitpun.
Kha Ram Fang mencoba untuk menyemangati muridnya yang terlihat mulai ragu kembali.
Inyoko mulai melakukan gerakan-gerakan dan mengeluarkan energi murni tubuhnya penuh konsentrasi.
Kembali gerakan juris tapak suci dan energi murni dipusatkan Inyoko pada telapak tangannya yang diarahkan pada selembar daun itu.
Hingga akhirnya pukulan pancaran energi jurus tapak suci Inyoko berhasil membuat lubang sempurna pada selembar daun itu.
tidak itu saja batu tempat daun itu menempel pun mengalami hal yang serupa.
Inyoko masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lakukan itu.
"Sekarang temui dulu kekasihmu itu"
"kau akan melakukan perjalanan yang tidak mudah"
"Serigala legenda Le Nyai bukan lah binatang pertapa biasa"
Ucap Kha Ram Fang pada muridnya itu.
Inyoko kemudian menuruti perkataan gurunya itu.
Inyoko lalu masuk kedalam gua es menemui jasad kekasihnya Fan Ning.
air mata nya kembali menetes melihat jasad Fan Ning,kemudian Inyoko membelai rambut hitam panjang gadis itu dan memeluk tubuhnya.
__ADS_1
meski tidak mengeluarkan sepatah kata namun pelukan Inyoko pada jasad Fan Ning itu menggambarkan harapan dan kerinduan yang teramat dalam.