Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Pertarungan Otot Murni


__ADS_3

Tung Gak tidak dapat menyebunyikan rasa kagetnya setelah melihat Inyoko bangkit dalam kondisi yang baik-baik saja.


"tidak mungkin"


"bocah ini bisa bangkit kembali"


"setidaknya pukulan ku tadi akan membuatnya terkapar dalam beberapa hari'


"aku benar-benar telah salah besar meremehkan anak ini"


"kali ini aku akan benar-benar serius menghadapinya"


Tung Gak bergumam geram dalam hatinya.


"Maafkan sepuh suku,aku masih belum kalah"


"sebaiknya anda kembali ketempat duduk anda dan silahkan menyaksikan pertarungan ini kembali"


"Kakek Tung Gak,jangan kemana-mana dulu pertarungan kita belum usai"


Ucap Inyoko dengan gagah.


Dewi Mata Dara dan rombongan nya merasakan suatu kebanggan melihat perkembangan Inyoko itu,termasuk kakeknya Nionyo yang tanpa sadar meneteskan air mata karena terharu melihat kekuatan dan tekad pantang menyerah cucu yang baru saja ditemukannya itu.


"Kau cucuku"


"anak dari pendekar terkuat negara Ham Pai"


"penerus klan Karasaki"


"aku sangat bangga kepadamu Inyoko"


Nionyo berbisik lirih dalam hati.


Tung Gak yang merasa sangat geram dengan sangat cepat melesat kearah Inyoko dan melakukan serangan dengan jurus-jurus yang jauh lebih kuat dari pada sebelumnya.


namun kali ini Inyoko dapat mengimbangi setiap jurus dari lawannya itu.


perlahan pertarungan itu menjadi terasa sedikit aneh,Tung Gak seperti bertarung menghadapi dirinya sendiri.


setiap jurus dan gerakan yang dikeluarkan oleh Tung Gak dapat dilakukan dengan cara yang sama oleh Inyoko termasuk Ilmu Tubuh Besi.


semua orang terperangah menyaksikan perubahan arah pertarungan itu,setelah Inyoko melakukan jurus-jurus yang sama dengan yang digunakan oleh Tung Gak.


"Bocah sialan"


"bagaimana bisa kau mencuri jurus milikku"


Tung Gak berteriak penuh rasa penasaran.


"Aku tidak mencuri jurus kakek kepala suku"


"aura energi menggerakkan seluruh otot ditubuhku dan menyesuaikannya dengan setiap serangan yang aku terima"


"itu semua berkat aura energi tiga dewa penguasa bumi yang aku miliki"


Jelas Inyoko,yang sebenarnya juga merasa sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukannya itu.


Inyoko sebenarnya juga belum memahami bagaimana caranya dia dapat melakukan setiap jurus yang diperlihatkan oleh Tung Gak.


sementara itu Tung Gak terdiam setelah mendengarkan apa yang baru saja diucapkan oleh Inyoko.

__ADS_1


Aura energi tiga dewa penguasa bumi adalah sesuatu yang baru baginya.


"Aku tidak peduli dengan sihir apa yang telah kau gunakan bocah"


"tapi aku cukup senang,setelah sekian lama aku menemukan orang yang pantas untuk menjadi lawan dan suami untuk cucuku"


Ucap Tung Gak sambil tersenyum.


Tung Gak kembali menyerang Inyoko,akan tetapi ada yang aneh dengan serangan yang dilakukannya kali ini.


Tung Gak tidak lagi menggunakan tenaga dalam nya,Tung Gak hanya mengandalkan kekuatan otot murni dirinya.


Inyoko sedikit kesulitan menghadapinya beberapa pukulan dengan kekuatan otot berhasil mengenai Inyoko.


Berkat pengalaman bertarungnya Tung Gak dengan cepat dapat membaca situasi pertarungan itu.


Tung Gak merasa jika Inyoko berhasil meniru setiap gerakan jurusnya karena aliran tenaga dalam yang bersentuhan dengan aura energi milik Inyoko,dan hal itu tidak akan terjadi jika dia menggunakan kekuatan otot murni tubuhnya.


ternyata apa yang dipikirkannya itu berhasil.


"Hahahaha"


"bagaimana bocah?"


"sepertinya sihirmu itu sudah tidak bisa kau gunakan lagi"


Ucap Tung Gak tertawa.


"Sialan"


"Anda memang layak dan pantas menjadi guru dari ayahku"


"tapi aku juga sangat kuat"


"aku akan melayani kemauan kakek"


Teriak Inyoko.


Sekarang giliran Inyoko yang menyerang terlebih dahulu.


setelah melalui beberapa pertarungan sebelumnya semakin mengasah insting dan kemampuan Inyoko dalam membaca situasi saat sedang bertarung.


Inyoko melakukan hal yang sama dengan Tung Gak,bertarung dengan mengandalkan kekuatan otot murni tubuhnya.


tentu saja perbedaan kekuatan otot keduanya terlihat sangat jelas,meskipun begitu Inyoko seperti tidak memperdulikannya.


Kedua orang pendekar itu saling bertukar pukulan dan jurus.


Inyoko terlihat lebih banyak mendapatkan pukulan ditubuhnya.


Inyoko mundur beberapa langkah untuk mengatur nafasnya yang mulai terasa sesak.


pertarungan menggunakan kekuatan otot murni itu benar-benar menguras kekuatan fisiknya.


sementara itu meskipun juga terkena beberapa pukulan dari Inyoko,kondisi Tung Gak terlihat lebih baik.


Tung Gak merasa sangat puas dengan pertarungan yang sedang dilakukannya itu.


Menurutnya Inyoko adalah orang yang pantas menjadi kepala suku besar negara Ham Pai dikemudian hari.


menurutnya kelak Inyoko akan menjadikan negara Ham Pai menjadi negara kuat yang disegani.

__ADS_1


"Hai bocah"


"mau sampai kapan kau berada disana?"


"apakah kau sudah menyerah dan mengakui kekalahanmu?"


Ucap Tung Gak mencoba memancing emosi Inyoko.


Tanpa berpikir panjang Inyoko kembali menyerang Tung Gak dengan kekuatan otot nya.


namun lagi-lagi Inyoko tersudut dengan semua serangan balasan yang dilepaskan oleh lawannya itu.


Hingga akhirnya sebuah pukulan telak menghantam bagian perut Inyoko dan membuatnya jatuh tersungkur di lantai alun-alun arena pertarungan itu.


setidaknya saat ini beberapa tulang ditubuh Inyoko telah retak akibat menerima pukulan-pukulan yang sangat kuat dari Tung Gak.


Inyoko masih tetap tidak menyerah,dengan susah payah Inyoko mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali.


Pertarungan keduanya pun terus berlanjut.


dengan kondisi fisiknya saat ini,Inyoko hanya menjadi samsak dari setiap pukulan yang dikeluarkan oleh Tung Gak.


Entah sudah berapa kali Inyoko terpental dan tersungkur akibat pukulan yang diterimanya,namun semangat yang dimilikinya membuat Inyoko terus bangkit meskipun dengan kondisi tubuh yang sudah sangat lemah itu.


Inyoko berteriak dan kembali melanjutkan pertarungan dengan Tung Gak,akan tetapi tiba-tiba sepuh suka bergerak melompat ke arena pertarungan dan menahan gerakan Inyoko itu.


"Sudah anak muda"


"cukup!!!"


"hentikan pertarungan ini"


"jangan korbankan dirimu hanya untuk pertarungan ini"


"kau adalah harta berharga negara ini"


"meskipun kau kalah,tapi kau sudah memenangkan hati kami,semua rakyat negara Ham Pai"


Ucap sepuh suku itu sambil memegang tangan Inyoko yang bergetar.


Tung Gak kemudian berjalan perlahan ke arah Inyoko.


kemudian memeluk tubuh anak dari muridnya itu.


"Aku mengakuimu"


"Kau lah pemenangnya"


ucap Tung Gak.


Tidakk lama kemudian empat orang sepuh suku yang lain ikut naik keatas arena setelah Tung Gak memberikan aba-aba kepada mereka.


Kelima sepuh suku itu kemudian berlutut dihadapan Inyoko dan Tung Gak.


"Kami sepuh suku negara Ham Pai mengucapkan selamat kepada kepala suku besar baru negara Ham Pai,Inyoko Karasaki putra Pajako Karasaki dari suku Awai"


ucap salah seorang sepuh suku yang sedang berlutut itu.


Kemudian seluruh orang yang berada ditempat itu melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh para sepuh suku negara Ham Pai itu.


termasuk Nionyo dan Tung Gak yang kini berlutut dihadapan Inyoko.

__ADS_1


__ADS_2