Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Sumber Wabah


__ADS_3

Di ibukota A Ngek....


Situasi menjadi sedikit mulai mencekam,karena wabah penyakit misterius yang menyebar dengan sangat cepat.


putra mahkota kerajaan Pha Cah dan raja Tho Gel terlihat kehabisan akal menghadapi wabah penyakit itu.


Bahkan tetua Bu bersama beberapa ahli obat dari sekte bulan giok telah berada di kota A Ngek untuk menyelediki wabah penyakit misterius itu dan mencari obatnya.


Para prajurit diberi tanda khusus untuk mengantisipasi masuknya penyusup.


dan para prajurit itu disebar hampir di seluruh penjuru kota untuk memastikan tidak ada orang yang masuk ke kota itu.


bahkan pasukan pelindung naga yang dipimpin kakek Gwen yang baru saja kembali dari daerah perbatasan dinasti Juryan untuk menyelediki wabah penyakit misterius itu tidak diizinkan untuk masuk ke kota A Ngek.


pasukan yang mengabdikan dirinya pada Inyoko itu terpaksa mendirikan tenda-tenda di luar kota A Ngek,hanya kakek Gwen saja yang diizinkan untuk masuk ke ibukota A Ngek untuk melaporkan hasil temuannya.


"Penyakit ini menghancurkan semua daerah yang dijangkitinya"


"Penyebaran penyakit ini terjadi begitu cepat"


"menurut penyeledikan yang kami lakukan,bahkan penyakit ini dapat menular saat kita bersentuhan dengan penderita penyakit misterius ini"


"dan aku yakin penyakit mengerikan ini adalah ulah dari si manusia iblis Ghun Thang"


"tidak ada yang dapat bertahan lebih dari 14 hari setelah terjangkit penyakit misterius itu"


"atau bahkan bisa lebih cepat jika kondisi tubuh penderitanya tidak cukup kuat"


"Badan mereka menjadi kurus dengan cepat dan perut yang membesar,mata mereka juga membesar dan menjadi merah"


"Tapi fakta yang berhasil kami dapatkan dari penyebaran wabah ini adalah,setiap daerah yang terjangkit adalah wilayah yang dilewati oleh sungai besar Batang Aia akan terjangkit penyakit lebih cepat"


Jelas kakek Gwen dihadapan semua orang didalam istana kerajaan Lha Do Khu Tu.


Sungai batang aia adalah sungai besar dan panjang yang menghubungkan kerajaan Lha Do Khu Tu dan dinasti Juryan.


sungai batang aia adalah sumber kehidupan bagi setiap kota yang dilewatinya.


penjelasan dari kakek Gwen membuat tetua Bu sebagai ahli pengobatan mulai terbuka pikirannya.


Tetua Bu meminta izin untuk menyelediki air sungai itu,kebetulan aliran sungai batang aia tidak sampai ke ibukota A Ngek,aliran sungai besar itu berada kurang lebih sekitar 30 kilometer dari perbatasan ibukota.


Tanpa membuang waktu tetua Bu bersama kakek Gwen dan beberapa orang prajurit pengawal naga yang dipimpin oleh Shan Jae berangkat menuju sungai besar itu.


setelah melihat sendiri kondisi sungai itu,tetua Bu merasa tidak ada yang salah dengan sungai itu.


air sungai itu terus mengalir dan terlihat jernih.


bahkan makhluk hidup air seperti ikan masih terlihat didalam sungai itu.

__ADS_1


Kakek Gwen kemudian berniat masuk kedalam sungai itu untuk memastikan keadaan nya.


"Sesepuh pertapa,hentikan"


"Jangan sentuh dulu air sungai itu"


"kita belum mengetahui apa yang terkandung didalam air sungai itu"


"sebaiknya kita ambil beberapa tong air sungai ini,untuk aku pelajari"


"dan ingat !!!"


"pastikan air sungai ini tidak menyentuh kulit siapapun"


Ucap tetua Bu.


Tentu saja ucapan tetua Bu yang dijuluki dewa obat tersebut didengar dan diikuti oleh semua orang.


beberapa orang prajurit pelindung naga yang dipimpin oleh Shan Jae terlihat sangat hati-hati mengambil air sungai itu dan memasukannya kedalam beberapa tong.


ada tiga tong yang sudah terisi dengan air sungai batang aia,tetua Bu pun sudah merasa cukup dengan itu dan meminta Shan Jae dan prajurit lainnya untuk berhenti mengisi tong-tong air itu.


Tetua Bu kemudian meminta para prajurit itu menjaga tong-tong air tu,sementara dirinya ingin masuk kedalam hutan disekitar sungai besar itu untuk mencari beberapa tumbuhan obat.


Tak beberapa lama kemudian tetua Bu bersama dengan beberapa orang ahli obat telah kembali dengan membawa beberapa tanaman obat yang berfungsi untuk menetralisir racun.


Tetua Bu lalu meracik tanaman-tanaman itu dan mencampurnya kedalam air disalah satu tong.


kening dewa obat menjadi berkerut menyaksikan keadaan itu.


"Air sungai ini benar-benar bersih dan tidak mengandung racun"


"apakah mungkin bukan air sungai ini yang menjadi sumber penyakitnya"


Ucap tetua Bu bingung.


Tetua Bu mulai memutar otak kembali dan berdiskusi dengan para ahli obat yang lain nya.


kakek Gwen yang terlihat mulai kehabisan kesabaran mengumpulkan tenaga dalamnya.


tanpa diduga kakek Gwen kemudian memasukan tangannya yang penuh tenaga dalam itu kedalam salah satu tong.


dalam sekejap air didalam tong tersebut mendidih dan berasap akibat tenaga dalam kakek Gwen.


"Sesepuh apa yang anda lakukan"


"jangan bertindak gegabah"


"bisa saja memang didalam air ini ada sesuatu yang menimbulkan penyakit"

__ADS_1


Ucap tetua Bu kaget.


"Aku merasa tidak berguna"


"Aku seorang pertapa tidak bisa berbuat apa-apa"


Ucap kakek Gwen geram.


Tidak lama setelah kakek Gwen mencelupkan tangannya yang penuh dengan tenaga dalam kedalam tong itu,sesuatu terjadi pada air yang ada didalamnya.


air didalam tong itu memang tidak berubah,tetap terlihat bening dan jernih,akan tetapi muncul bercak-bercak hitam di permukaan air itu.


Tetua Bu menjadi terperangah menyaksikan nya.


"Sesepuh pertapa !!!"


"akhirnya kita berhasil"


"terimakasih"


Ucap tetua Bu bahagia.


Kakek Gwen sendiri tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh dewa obat tersebut.


tetua Bu kemudian mengambil selembar daun,dan mulai mengambil bercak-bercak hitam di permukaan air dalam tong itu.


"Ini adalah sumber masalahnya"


"Binatang kecil ini menjadi sumber wabah besar yang mengerikan"


Ucap tetua Bu sambil menunjuk bercak-bercak hitam yang ada pada daun itu.


"Bercak-bercak hitam itu adalah sejenis cacing yang sangat halus"


"cacing ini dapat masuk lewat pori-pori kulit terkecil pada lapisan kulit manusia"


"cacing-cacing ini akan berkembang biak dengan cepat didalam tubuh manusia"


"dan akan merusak sistem saraf pada manusia"


"seharusnya cacing ini tidak dapat hidup di aliran sungai seperti ini"


"tapi sepertinya seorang ahli racun telah merubah bentuk dan struktur dari cacing ini"


"sepertinya ini memang adalah campur tangan manusia iblis Ghun Thang"


jelas tetua Bu.


Setelah mengetahui sumber wabah misterius tersebut,bukan hal yang sulit untuk tetua Bu si dewa obat untuk mencari obat penawarnya.

__ADS_1


kemudian rombongan tetua Bu dan kakek Gwen kembali ke kota A Ngek untuk melaporkan temuan mereka di aliran sungai batang aia itu.


__ADS_2