
Pagi itu matahari bersinar cukup terang,menembus dedaunan dari pohon-pohon besar yang menutupi puncak gunung tempat Inyoko berada.
Wajah Inyoko terlihat segar,setelah melewati pertarungan didalam dimensi alam pikirannya kemarin.
Waktu istirahat yang cukup membuat Inyoko merasa bugar kembali.
Setelah membersihkan diri,Inyoko memanggil rajawali dewa perang yang sedang berada ditempat lain,karena memilih tempat yang berbeda untuk nya beristirahat.
Tak lama kemudian rajawali dewa perang menunjukan sosoknya dihadapan Inyoko yang sedang menunggu bersama dengan ratu Koa pertapa ular hijau.
"Apa yang bisa aku bantu untukmu kali ini tuan ?"
Tanya rajawali dewa perang kepada Inyoko.
"Saudara rajawali aku ingin mengelilingi benua dataran rendah"
"Banyak yang ingin aku cari dan ingin aku temukan"
Jawab Inyoko.
Sebelum menaiki rajawali dewa perang,Inyoko meminta putri Koa untuk kembali ke kota Dhu Mai dan menyampaikan pesan kepada gurunya tetua Ho dan para tokoh aliran putih lainnya.
Selain itu Inyoko juga meminta kepada putri Koa untuk segera menyusulnya kembali,setelah menyampaikan semuanya kepada para tokoh aliran putih yang ada di kota Dhu Mai.
Inyoko berlalu pergi bersama rajawali dewa perang meninggalkan puncak gunung itu meninggalkan putri Koa.
Setelah Inyoko dan rajawali raksasa itu menghilang dari pandangan matanya,putri Koa merubah wujudnya menjadi sosok pertapa ular hijau,lalu menuruni puncak gunung tersebut dan bergerak menuju kota Dhu Mai.
Setibanya di kota Dhu Mai putri Koa meminta Dewi Mata Dara untuk mengumpulkan semua tokoh penting aliran putih negara Paja Bing Nguang untuk mendengarkan pesan yang dibawanya.
"Salam hormat untuk semua tetua dan semua sesepuh"
"Aku datang kemari membawa pesan dari tuan Inyoko"
Ucap putri Koa dihadapan semua orang.
Inyoko menyampaikan permintaan maaf nya kepada semua tokoh aliran putih yang ada di kota Dhu Mai.
Inyoko meminta gurunya dan kakek Gwen untuk sementara mengambil alih pasukan pelindung naga dan melatih mereka.
Selain itu Inyoko juga menduga jika untuk sementara waktu manusia iblis Ghun Thang tidak akan banyak bergerak setelah dua kekalahan besar pasukannya di lembah kelok sembilan dan tembok timur kota Dhu Mai.
Namun Inyoko yakin manusia iblis Ghun Thang akan tetap menyusun kembali kekuatan nya dan menyiapkan pasukan iblisnya,untuk itu Inyoko meminta kepada semua tokoh sekte aliran putih dan anggota klan ular untuk meningkatkan kemampuan mereka juga.
Kedamaian tidak akan berlangsung lama, bencana besar akan segera terjadi ketika manusia iblis Ghun Thang mencapai puncak kekuatan raja iblis,dan untuk itu Inyoko memutuskan untuk memulai pengembaraan nya guna meningkatkan kekuatannya untuk menghadapi manusia iblis Ghun Thang.
Dengan bantuan klan ular dan putri Koa Inyoko dan para tokoh sekte aliran putih yang ada di kota Dhu Mai masih dapat saling bertukar informasi.
__ADS_1
Sesudah menyampaikan semua pesan Inyoko dihadapan semua orang putri Koa berniat pergi meninggalkan kota Dhu Mai untuk menyusul Inyoko.
Akan tetapi tiba-tiba Bing Nga cucu pemimpin negara Ham Pai yang dijodohkan oleh kakeknya dengan Inyoko menghentikan langkah putri Koa.
"Kau tidak akan pergi tanpa membawaku ikut bersama dengan mu"
"Kakek ku telah berpesan agar aku selalu ikut kemanapun Inyoko pergi"
Teriak Bing Nga yang membuat semua orang sangat terkejut,karena Bing Nga selama ini adalah sosok yang terlihat pendiam dan tertutup.
Dewi Mata Dara yang ikut menjadi saksi perjodohan itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan kepada putri Koa.
Seiring dengan itu Mai Chen beserta putri Wa Dehn melakukan hal serupa.
Menurut mereka ikut bersama pengembaraan Inyoko akan lebih menambah pengalaman dan wawasan serta kekuatan mereka.
Kha Chan yang selama ini menjadi pengawal putri Wa Dehn tidak dapat menolak permintaan dari sang putri.
Semua orang ditempat itu terlihat begitu gembira melihat semangat yang ditunjukkan oleh Mai Chen dan putri Wa Dehn.
Dewi Mata Dara menitipkan sesuatu kepada putri Koa sambil berbisik ke telinganya.
"Aku harap kau tidak kalah dengan kedua gadis itu"
"Bawa kembali pertapa naga ke dunia dewa ular bersamamu"
Bisik Dewi Mata Dara yang membuat putri Koa menjadi merasa malu.
Tidak ingin membuang waktu keempat anak muda itu segera berangkat menyusul Inyoko, dengan putri Koa sebagai penunjuk jalan,karena hanya putri Koa lah yang dapat menemukan keberadaan Inyoko,berkat permata ular hijau miliknya yang kini ada bersama Inyoko.
******
Inyoko meminta rajawali dewa perang untuk turun,ketika melihat sebuah desa tidak jauh dari tempatnya terbang bersama rajawali raksasa itu.
Inyoko melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki menuju desa kecil tersebut dan menitipkan golok pusaka naga kepada rajawali dewa perang,karena tidak ingin menarik perhatian penduduk desa.
Inyoko berniat melihat situasi desa yang terlihat ramai itu untuk menghibur hatinya sambil menunggu putri Koa menyusulnya.
Ketika memasuki desa,Inyoko menyaksikan kehidupan penduduk desa yang begitu damai.
Para penduduk desa terlihat asyik dengan aktifitas mereka masing-masing tanpa memperdulikan kehadiran sosok Inyoko ditengah-tengah mereka.
Sebuah situasi yang sudah lama tidak dia rasakan.
Inyoko melintasi sebuah persawahan yang sedang digarap oleh sepasang suami istri yang terlihat sudah lanjut usia.
Inyoko memilih duduk dipinggiran sawah itu sambil menatap sepasang suami istri yang sedang sibuk memanen padi di sawah mereka.
__ADS_1
Inyoko mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam jubahnya.
Bungkusan yang berisi beberapa helai kertas dan sebuah alat tulis.
Kertas-kertas itu berisi tulisan Inyoko ketika dia belajar diam-diam di ibukota kekaisaran Ming.
"Sudah begitu lama rasanya aku tidak menyentuh kalian"
Bisik Inyoko dalam hati dan menarik nafas panjang.
Inyoko mengambil sebuah kertas yang masih kosong dan mulai menulis diatasnya.
Cinta...
Kau pergi meninggalkan perih yang belum terobati.
Bersamanya semua hati dan kenangan aku titipkan.
Angin berhembus menembus kulit mu yang telah kaku.
Aku terus berjalan tanpa harap dan tanpa jiwa.
Sang matahari tertawa riang melihat ku berduka,meratapi cinta yang telah mati.
Jiwa ini kosong dan tak berpenghuni.
Biarkan aku tenggelam dalam sunyi.
Kelak suatu saat kita bertemu kembali dan saling berbagi kasih.
Tanpa terasa air mata Inyoko menetes,membasahi kertas yang telah ditulisnya itu.
Ia mencoba menahan tangisnya ketika sosok Fan Ning sang kekasih kembali muncul dalam ingatannya.
__________________________________________
**Mohon maaf sebesar-besarnya karena dalam beberapa waktu belakangan ini saya sedikit terlambat update lanjutan CPN ini.
Karena saya baru saja mengalami sedikit masalah dan musibah.
Berkat doa kita semua,saya masih dalam keadaan baik-baik saja.
Saya akan terus berusaha untuk terus melanjutkan tulisan saya ini.
Selalu beri masukan,kritik dan saran nya.
Terimakasih untuk semua yang terus mendukung saya hingga sampai saat ini**.
__ADS_1