Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kesedihan terdalam


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali dari hutan kabut menuju penginapan desa,Kakek Gwen memulihkan kekuatan nya dengan bantuan tenaga dalam milik nya,kemudian pertapa tua itu mengalirkan tenaga dalamnya untuk membantu menyembuhkan Kha Chan dan Mai Chen yang terluka akibat bertarung dengan nya.


Inyoko sebenarnya tidak mendapatkan luka apa-apa,setelah mustika harimau menyatu dengan hawa energi nya,kekuatan energi nya meningkat dan semua luka pertarungan nya dengan Kakek Gwen pun sembuh.


yang tertinggal hanyalah kesedihan teramat dalam atas kematian Harimau Putih Hi Nyiak.


Akhir nya mereka tiba didepan penginapan,seisi desa dan pemilik penginapan termasuk putri Wa Dehn sangat terkejut dan sedikit takut melihat kedatangan sosok Rajawali Dewa Perang.


Kha Chan dan Mai Chen turun lebih dulu kemudian di ikuti oleh Kakek Gwen sambil menggendong tubuh Inyoko.


Fan Ning adalah orang yang paling khawatir melihat tubuh Inyoko dalam gendongan Kakek Gwen.


"apa yang terjadi dengan kakak Inyoko kek"


"mengapa dia tidak sadarkan diri seperti itu"


Fan Ning bertanya pada Kakek Gwen.


Kakek Gwen terdiam, mencari jawaban yang tepat untuk Fan Ning.....


dan cara yang tepat untuk menjelaskan situasi yang kini dialami oleh Inyoko.


selain Kakek Gwen tidak ada yang mengetahui hubungan kedekatan antara Inyoko dan Harimau Putih.


"sebaiknya kita bawa masuk dulu anak ini"


ucap Kha Chan.


Kakek Gwen dan yang lain nya setuju dengan ucapan Kakek Gwen itu.


sebelum masuk ke penginapan Kakek Gwen meminta Rajawali Dewa Perang menunggu dan bersembunyi di hutan tempat pertarungan mereka sebelumnya.


karena dengan kondisi saat ini akan lebih mudah bagi mereka untuk memanggil Rajawali itu kembali.


Desa itu menjadi ramai,berita tentang telah tewasnya monster yang menghuni hutan kabut disambut suka cita dan menyebar dengan cepat.


Sementara didalam penginapan suasana nya berbanding terbalik,tidak ada senyum dan bahagia meskipun tujuan mereka menumpas monster itu telah berhasil.


Sementara Inyoko masih tidak sadarkan diri.


"Kakek..."


"aku mohon beritahukan lah kepada kami apa yang sebenarnya terjadi"


"Kakak Mai Chen,kau pasti tahu !!"


Pinta Fan Ning dengan perasaan sedih yang bercampur dengan rasa cemas.


"aku tak bisa menceritakan semuanya kepadamu Fan"


"karena tidak banyak yang aku tahu"


"Kha Chan mungkin tahu lebih banyak"


Jawab Kakek Gwen.


karena memang Kakek Gwen tidak tahu banyak apa yang telah terjadi saat pertarungan di hutan kabut itu.

__ADS_1


karena saat itu Kakek Gwen bertarung diluar kesadaran nya akibat terkena racun monster Laba-Laba.


Tentu saja jawaban dari Kakek Gwen itu membuat Fan Ning dan putri Wa Dehn menjadi kebingungan.


lalu Kha Chan menjelaskan semua yang terjadi selama mereka berada di dalam hutan kabut,termasuk tentang kematian Harimau Putih Hi Nyiak yang memukul mental Inyoko.


Kini Fan Ning dan putri Wa Dehn dapat mengerti apa yang telah dialami oleh Inyoko.


Putri Wa Dehn yang sebelum nya tidak begitu mengenal Inyoko mulai menaruh rasa simpati kepada murid Tetua Ho itu.


Putri Wa Dehn mulai bertanya banyak tentang Inyoko kepada Kakek Gwen.


Inyoko telah dua hari berada didalam kamar penginapan dalam keadaan tidak sadarkan diri


"bangun lah kak..."


"jangan seperti ini terus"


"aku tahu bagaimana perasaan mu"


"aku juga tahu sebenarnya kau telah sadar,tapi hati mu telah terbelenggu oleh kesedihan"


"bukan kah kau pernah berkata kepadaku,jangan bersedih dan larut terlalu dalam,masa depan dan jalan kita panjang hanya untuk sekedar diratapi"


"kami semua membutuhkanmu kak"


"aku memang tidak mengenal Harimau Putih itu, tapi aku yakin dia akan sangat kecewa melihat keadaan mu sekarang"


"dia menginginkan kakak terus hidup dan menjadi orang yang kuat"


Ucap Fan Ning sambil menangis dan bergegas keluar dari dalam kamar itu.


"Aaaaa...."


"adik Fan..."


Suara itu menghentikan langkah kaki Fan Ning yang hendak keluar dari kamar.


"Maafkan aku telah membuat kalian semua menjadi cemas"


"seumur hidupku sebelum bertemu dengan nya aku bukanlah siapa-siapa"


"dia adalah teman pertama dalam hidup ku"


"aku masih tidak percaya aku kehilangan dia tepat dipelukan ku"


"aku menatap mata nya yang penuh kesedihan sesaat sebelum dia pergi untuk selamanya"


"sekali lagi maaf kan aku"


Ucap Inyoko terbata-bata.


dengan spontan Fan Ning membalikan badan nya dan memeluk erat tubuh Inyoko.


pelukan Fan Ning itu seperti menjadi penyejuk buat Inyoko.


Hati nya yang gundah mulai terasa tenang.

__ADS_1


Fan Ning melepaskan pelukan nya itu.


wajah nya memerah seperti,jantung nya berdetak lebih kencang daripada biasa nya.


Fan Ning tidak pernah menyangka tiba-tiba dia bisa memeluk pria yang disukai nya itu.


"Sekarang jangan bersedih lagi"


"bangun dan bersihkan lah tubuh mu yang sudah beraroma tidak enak itu kak"


"aku akan siapkan makanan untukmu"


"kakak pasti sudah sangat lapar"


Ucap Fan Ning dengan tersipu malu.


Inyoko tidak membalas perkataan Fan Ning itu,dia hanya mengangguk setuju dan mengikuti semua ucapan dari Cucu sepuh Suci Sekte Dha Us itu.


Di restoran penginapan itu suasana kaku masih juga terasa sejak mereka kembali dari Hutan Kabut.


"sampai kapan kalian semua menjadi pemalas seperti ini"


"bukankah kita harus segera bergegas,perjalanan kita masih cukup jauh bukan"


suara itu membuat semua yang awalnya hanya terdiam berlari menuju arah sumber suara itu.


"Inyokoooo"


teriak semua orang


Kakek Gwen adalah orang pertama yang berhadapan dengan Inyoko.


air mata Kakek Gwen menetes,Inyoko pun tak dapat menahan diri.


Kakek Gwen memeluk erat tubuh Inyoko.


"Inyoko..."


"maafkan aku..."


Ucap Kakek Gwen.


"Harimau Putih berpesan,supaya aku memaafkan kakek,tapi dengan syarat Kakek harus melatihku hingga menjadi kuat"


Jawab Inyoko bercanda sambil tersenyum.


Suasana hangat kembali terasa setelah Inyoko kembali seperti semula.


tanpa disadari nya ada dua orang gadis cantik yang sedang jatuh hati kepada nya.


Setelah melahap makanan mereka,hari sudah mulai siang.


rombongan Inyoko berpamitan dengan pemilik penginapan.


pemilik penginapan itu tidak mengambil bayaran dari rombongan Inyoko,karena jasa Inyoko dan rombongan nya yang telah mengembalikan desa itu kembali damai dan tentram.


Kepergian Inyoko dan teman-temannya dilepas semua warga desa sampai ke wilayah Hutan Kabut yang kini berubah menjadi Hutan Pinus,ditempat itu Rajawali Dewa Perang telah menanti Inyoko dan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2