
Seluruh pengungsi dari kota Ma Er kini telah memasuki kota Ba Tham tempat markas Sekte Pengemis Suci berada.
kota ini berada wilayah pesisir pantai yang memanjang,dan disebelah sisi lainya dikelilingi oleh daerah pegunungan.
daerah yang hanya memiliki satu pintu masuk saja.
Kota Bha Tham adalah tempat yang tepat bagi para Ketua Sekte aliran putih menyusun strategi selanjutnya menghadapi kaisar Ming An Zung dan Manusia Iblis Ghun Thang.
Sehari sesudah nya Sekte-sekte lain aliran putih juga telah berkumpul di kota itu.
karena setelah pertempuran di istana sebelumnya,semua Ketua sekte aliran putih kembali ke markas mereka masing-masing dan kemudian bersepakat untuk membawa semua sumber daya yang mereka miliki untukku disatukan di Kota Bha Tam,markas besar Sekte Pengemis Suci.
Kota Bha Tham kini dipenuhi oleh para pendekar aliran putih dan para pengungsi dari kota Ma Er.
Hanya Sekte Lembah Salju yang belum sampai di kota Bha Tham.
pada pertarungan di istana kaisar yang lalu ketua sekte itu Ma Liang Sheng telah gugur ketika bertarung menghadapi Manusia Iblis Ghun Thang.
keterlambatan Sekte Lembah Salju dapat dimaklumi, karena jarak nya yang berada paling jauh dari kota Bha Tham.
Bersatu nya semua aliran putih itu diharapkan dapat menumpas Manusia Iblis Ghun Thang yang kini telah menguasai kekaisaran.
Tetua Gha Ek,Kakek Capuk Gembel,Phi Thoek si Pendekar Arif Mabuk,dan Tetua Bu dan Kuanyu sebagai tuan rumah adalah lima orang ketua Sekte yang telah hadir di markas Sekte Pengemis Suci.
mereka kini hanya menunggu kehadiran Khi Tiang ketua Sekte Lembah Salju yang baru menggantikan Ma Liang Sheng.
tak banyak yang tahu tentang sepak terjang Ketua Sekte Lembah Salju yang baru itu di dunia persilatan.
Yang pasti kekuatan nya tak akan kalah dengan pendahulu nya.
karena dalam aturan sekte Lembah Salju hanya yang terkuat lah yang dipilih menjadi Ketua Sekte.
"Sepertinya sebentar lagi mereka akan tiba di kota ini"
"apakah sudah ada kabar dari orang-orang mu yang berjaga di garis paling luar kota ini?"
Ucap Kakek Capuk Gembel.
"ya aku rasa juga begitu,atau bisa saja mereka telat sekitar satu hari lagi,karena menurut info yang aku dapatkan di lembah salju beberapa waktu yang lalu telah terjadi bencana badai yang luar biasa,dan bisa saja akibat nya mereka terlambat sampai ke tempat ini"
"Orang-orang Sekte Pengemis Suci yang aku tempatkan di garis paling luar kota ini juga belum melihat tanda-tanda kedatangan Sekte Lembah Salju"
__ADS_1
Jawab Kuanyu.
Perbincangan para ketua sekte aliran putih itu terhenti ketika tiga orang anggota sekte membawa dua orang tahanan keruangan itu.
sesuai perintah Kuanyu ketua sekte Pengemis Suci untuk menahan siapa saja orang yang datang memasuki kota Bha Tham,yang tidak dapat menunjukan identitas nya.
dua tahanan itu ditangkap saat mencoba diam-diam masuk melewati gerbang kota.
Tetua Gha Ek orang pertama yang menunjukan ekspresi sangat terkejut melihat dua orang tahanan itu.
tentu Tetua Gha Ek sangat mengenal salah satu diantara nya.
"Kha Chan apa yang kau lakukan ditempat ini?"
"dan siapa gadis ini?"
Ucap Tetua Gha Ek penuh tanya.
"Apakah saudara Tetua Gha mengenal orang-orang ini"
tanya Phi Thoek.
"tentu saja aku sangat mengenalnya"
"dia adalah adik mendiang Jendral Besar Nong Chan"
Jawab Tetua Gha Ek.
Semua orang sangat terkejut mendengarkan apa yang baru saja diucapkan oleh Tetua Gha Ek.
"perkenalkan aku Kha Chan,dan ini tuan putri Wa Dehn ,aku sebenarnya hanya sekedar lewat di kota ini,karena tujuan ku adalah Sekte Hutan Bambu, sesuai dengan wasiat A Bhak Dehn kepala keluarga bangsawan Dehn sebelum dihukum mati oleh kaisar"
"tidak aku sangka aku bertemu dengan guru ditempat ini"
"dan apakah benar Manusia Iblis Ghun Thang yang telah membunuh kakak ku ?"
Ucap Kha Chan menjelaskan pada semua orang dalam ruangan itu.
Di dalam ruangan itu yang ada memang hanya para ketua-ketua sekte.
sementara rombongan Tetua Ho,Kakek Gwen, Dewi Mata Dara, Jendral Phe Phi,Sepuh Suci Khu Dung dan Dha Us sedang mempersiapkan pertahanan benteng kota Bha Tham,untuk mengantisipasi serangan mendadak pasukan kaisar seperti sebelum nya.
__ADS_1
Sementara Inyoko sedang menemani Fan Ning di tempat para pengungsi kota Ma Er berada.
mereka memastikan semua pengungsi dalam keadaan baik-baik saja.
"apakah akan terjadi perang besar ?"
"apakah mereka ini bisa selamat dari perang itu?"
Tanya Fan Ning penuh kesedihan sambil menggenggam bagian jubah Inyoko.
"Adik Fan,selama iblis dan kejahatan terlahir di dunia ini,selama itu perang tidak dapat kita hindari"
"Kebaikan akan selalu bertarung dengan kejahatan,tapi percayalah kebaikan itu akan selalu menemukan jalan nya untuk menang,selama didalam hati manusia masih tersimpan keyakinan dan rasa sayang"
"kita tidak mengetahui masa depan,siapa saja bisa menjadi korban perang ini,bukan mereka saja,mungkin saja aku atau adik Fan juga"
"mereka yang menjadi korban dalam perang akan menitipkan keyakinan dan perasaan mereka kepada yang masih hidup"
"aku dan adik Fan adalah orang yang masih hidup karena pengorbanan orang tua kita"
"Orang tua kita mengorbankan hidupnya agar kita dapat meneruskan keyakinan mereka akan kebaikan"
Ucap Inyoko.
Ucapan Inyoko itu seperti membuka mata Fan Ning.
Inyoko semakin membuat Fan Ning merasa kagum dengan sosok nya.
dengan usia semuda itu, Inyoko dapat berpikir dengan bijak.
Inyoko yang dibesarkan dengan keras nya kehidupan memiliki keyakinan yang cukup kuat dengan apa yang sedang dijalani nya saat ini.
"Berjanjilah kepadaku,Kakak tidak akan pernah membiarkan aku bersedih lagi"
"berjanjilah akan selalu bersamaku"
"aku sangat takut,takut kehilangan orang-orang yang aku sayang kak"
ucap Fan Ning pada Inyoko.
Perlahan muncul benih-benih cinta di hati Fan Ning terhadap Inyoko.
__ADS_1
meskipun baru dikenal nya,tapi Inyoko lah satu-satunya orang yang bisa membuat Fan Ning kembali bersemangat menjalani kehidupan,setelah sempat terpuruk sangat lama dalam kesedihan.
Inyoko saat ini adalah laki-laki yang paling dikagumi gadis berparas cantik itu.