
Siang menjelang sore,jendral Men Dhi Wu dan pasukan besarnya hampir tiba di wilayah lembah kelok sembilan.
"Jendral Men,didepan sana kita harus melewati jalur yang sedikit sulit"
"Jalur lembah kelok sembilan"
"Jalur lembah kelok sembilan adalah jalur tercepat untuk memasuki wilayah kerajaan Lha Do Khu Tu"
"akan tetapi lembah kelok sembilan adalah lembah sempit berkelok yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi"
Ucap Bhu Yuang,salah satu komandan perang bawahan pangeran Lha Cah, mencoba menjelaskan jalan yang akan mereka tempuh.
Mendengar penjelasan dari Bhu Yuang itu,jendral Men Dhi Wu memutuskan untuk berhenti dan mengistirahatkan para prajurit sejenak.
Jendral Men Dhi Wu tidak ingin mengambil resiko dengan bergerak maju melewati jalur lembah kelok sembilan itu.
Jendral Men Dhi Wu memerintahkan beberapa orang prajurit mata-mata untuk menyelidiki dan memeriksa jalur lembah kelok sembilan itu terlebih dahulu.
Akan tetapi kedatangan pasukan besar pimpinan jendral Men Dhi Wu itu telah terlebih dahulu di ketahui oleh prajurit pengintai yang di isi oleh pasukan pelindung naga pimpinan kakek Gwen.
Kakek Gwen kemudian menyampaikan berita tersebut kepada jendral Mha Lhum Pek yang berada sedikt jauh di atas lembah kelok sembilan.
Jendral Mha Lhum Pek meminta semua pasukan menghilang sementara dari wilayah sekitar lembah kelok sembilan,untuk mengelabui prajurit mata-mata musuh.
Prajurit mata-mata kiriman jendral Men Dhi Wu itu berhasil dikelabui oleh siasat jendral Ma Lhum Pek.
Para prajurit mata-mata itu tidak menemukan apapun disekitar lembah kelok sembilan,karena seluruh pasukan putra mahkota kerajaan Pha Cah dan raja Tho Gel bersembunyi dibalik batu-batu besar yang ada disekitar tebing,dan didalam kawasan hutan disekitar lembah kelok sembilan.
Prajurit mata-mata itu kembali ketempat pimpinan mereka jendral Men Dhi Wu dan menyampaikan temuan mereka di lembah kelok sembilan.
Jendral Men Dhi Wu meminta pasukan nya segera bersiap-siap untuk kembali bergerak setelah matahari tenggelam,dan suasana mulai gelap.
Jendral Men Dhi Wu meminta pangeran Lha Cah membagi Pasukannya menjadi lima kelompok pasukan.
__ADS_1
Setiap kelompok pasukan berisi sekitar lima puluh ribu orang prajurit.
Setiap kelompok akan berjalan dengan jarak yang telah ditentukan,ketika memasuki jalur lembah kelok sembilan.
Hal ini dilakukan jendral Men Dhi Wu yang tidak ingin terjadi penumpukan prajurit saat berada di lembah kelok sembilan,yang akan semakin memperlambat gerakan pasukannya.
Matahari telah tenggelam,waktu kini diambil alih oleh malam yang mulai terasa gelap.
Jendral Men Dhi Wu mulai memberi aba-aba kepada para prajuritnya untuk bergerak sesuai perintah.
Kelompok prajurit yang pertama adalah para prajurit infanteri yang dipimpin oleh Bhu Yuang.
Dibelakang prajurit infanteri itu,adalah kelompok prajurit berkuda yang dipimpin langsung oleh jendral Men Dhi Wu.
Kemudian disusul prajurit pemanah pimpinan komandan perang A Jho.
Sementara itu di kelompok empat adalah para prajurit yang membawa menara pelontar bom setan yang dipimpin oleh pangeran Lha Cah.
dan kelompok terakhir adalah prajurit penjaga persediaan makanan dan obat-obatan.
Para prajurit infanteri pimpinan komandan Bhu Yuang sudah hampir memasuki jalur lembah kelok sembilan.
Suasana lembah sempit yang berbelok-belok dan diapit oleh tebing-tebing yang tinggi itu terasa begitu hening dan sunyi.
Sedikit sinar bulan menembus kawasan lembah itu.
Kurang lebih dalam waktu 15 menit hampir seluruh pasukan infanteri yang berjumlah lima puluh ribu pasukan pimpinan Bhu Yuang itu telah memasuki kawasan lembah.
Jendral Mha Lhum Pek terlihat belum memberikan aba-aba perintah apapun kepada pasukannya.
Jendral besar dinasti Juryan yang kaya pengalaman perang itu masih terlihat menunggu.
Ketika seluruh pasukan infanteri pimpinan komandan Bhu Yuang benar-benar telah masuk kedalam jalur lembah kelok sembilan,jendral Mha Lhum Pek memerintahkan kepada pemanah yang ada didekatnya untuk menembakan anak panah peringatan kepada para prajuritnya yang bersembunyi di kedua ujung lembah.
__ADS_1
Dua buah anak panah berapi melesat cepat kedua sisi ujung lembah.
Lesatan dua anak panah berapi itu membuat langit sedikit terang,dan membuat pasukan infanteri serta kelompok pasukan jendral Men Dhi Wu yang ada dibelakangnya sangat terkejut.
Serentak dengan lesatan anak panah itu, tiba-tiba di kedua sisi ujung lembah berjatuhan batu-batu besar yang menutup jalur keluar dan masuk lembah kelok sembilan.
Tumpukan batu-batu besar itu membuat pasukan infanteri pimpinan Bhu Yuang tidak dapat bergerak.
Situasi ini membuat panik semua pasukan yang sedang terjebak di tengah-tengah lembah kelok sembilan,tidak terkecuali Bhu Yuang pimpinan mereka.
Jendral Men Dhi Wu terlihat kesal dan penuh amarah,ketika terlambat mengetahui jika dia dan pasukannya telah termakan siasat lawan.
Ditengah kepanikan pasukan infanteri musuh, jendral Mha Lhum Pek kembali memberikan aba-aba perintah kepada Dewi Mata Dara yang memimpin pasukan pemanah yang berada diatas tebing lembah kelok sembilan.
Dewi Mata Dara kemudian dengan cepat meminta pasukan pemanahnya,melepaskan anak-anak panah mereka kepada pasukan musuh yang ada dibawah lembah.
Lesatan-lesatan anak panah itu berhasil memporak-porandakan pasukan infanteri yang telah terjebak itu.
Tidak sampai disitu, sisa-sisa prajurit yang selamat dari hujaman anak-anak panah itu kembali harus menyelamatkan diri dari batu-batu besar yang kembali berjatuhan dari atas tebing.
Pasukan Infanteri yang berjumlah lima puluh ribu orang prajurit itu,kini hanya menyisakan beberapa ratus orang prajurit saja,termasuk pimpinan mereka komandan Bhu Yuang.
Kali ini giliran kakek Gwen bersama dengan prajurit pelindung naga yang mengambil bagian.
Kakek Gwen beserta sekitar seribu orang pasukannya yang bersembunyi di balik batu-batu besar di dinding lembah akhirnya keluar dan membereskan semua sisa prajurit musuh yang tersisa.
Bhu Yuang komandan perang muda itu bernasib sial,karena harus berhadapan dengan kakek Gwen yang seorang pertapa,ketika berniat melarikan diri.
Tentu saja bukan hal yang sulit bagi kakek Gwen untuk menghabisi komandan pasukan musuh itu.
Hanya dalam waktu 10 menit rencana dan siasat jendral Mha Lhum Pek berhasil membinasakan lima puluh ribu pasukan musuh tanpa sisa.
Jendral Men Dhi Wu hanya bisa terdiam tanpa bertindak menyaksikan dari kejauhan pasukannya itu dibantai tanpa sisa oleh pasukan musuh.
__ADS_1
Men Dhi Wu tidak ingin mengambil resiko,dan meminta para prajuritnya yang lain untuk berhenti dan memikirkan strategi baru menghadapi musuh yang tiba-tiba muncul menghentikan mereka.
Hal ini dilakukan oleh jendral Men Dhi Wu yang tidak ingin mengalami kegagalan menjalankan perintah pemimpinya manusia iblis Ghun Thang.