Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kemarau dan Negara Paja Bing Nguang


__ADS_3

Tiga Bulan telah berlalu sejak pertempuran di pegunungan kota Shu Lik A Yia...


Pasukan Kekaisaran Ming telah berhasil menaklukan hampir separuh wilayah kekuasaan dinasti Juryan.


Pangeran Lha Cah demi merebut tahta dinasti Juryan dari tangan kakak nya putra mahkota Pha Cah dibujuk oleh istrinya Putri Tha Lan Tang yang tidak lain adalah sosok Lin Dha Bhu yang menyamar,untuk bersekutu dengan pasukan kekaisaran Ming yang dipimpin oleh Jun Ben Dhol.


Dalam waktu sebulan terakhir wabah kemarau panjang melanda hampir semua wilayah 4 kerajaan besar di dataran benua tinggi.


wabah kemarau ini seperti menghentikan sementara gejolak yang tengah berlangsung.


Kekaisaran Han tidak dapat melanjutkan penyerangan nya ke kota Ba Lhuik Ibu kota dinasti Juryan,dan memilih membangun benteng pasukan di kota Sha Pek Bulan.


Sha Pek Bulan adalah kota terakhir yang ditaklukan oleh Jun Ben Dhol dan pasukan nya,setelah Manusia Iblis Ghun Thang mengirimkan Shi Pha San untuk menggantikan Kha Liang yang tewas saat pertempuran di luar kota Shu Lik A Yia.


Jarak kota Shi Pha San dengan Ibu kota Ba Lhuik kurang lebih memakan waktu sekitar lima hari perjalanan.


Penyerangan mereka hentikan karena pasukan Kekaisaran Ming itu sedang mengahadapi masalah yang sangat serius.


akibat wabah kemarau panjang,pasukan tersebut mengalami kekurangan pasokan air dan makanan,sehingga menyebabkan pasukan ini tidak dapat bergerak untuk sementara waktu.


Sementara itu di Kota Dhu Mai tempat yang dijadikan markas oleh gabungan semua sekte aliran putih juga mengalami situasi yang hampir serupa.


Efek kemarau panjang memicu bencana kelaparan dan wabah penyakit di kalangan penduduk kota.


akibat telah dicap sebagai kota tempat para pemberontak,kota Dhu Mai tidak dapat meminta bantuan dari kota lain.


Kota Dhu Mai kini menjadi kota yang terisolir.


situasi ini membuat panik para tokoh-tokoh besar aliran putih yang ada di kota ini.


mereka merasa bertanggung jawab atas apa yang sedang di alami oleh seluruh penduduk kota Dhu Mai.


Tetua Phi Thoek pemimpin gabungan sekte Aliran putih mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh besar aliran putih lainnya.


tujuannya adalah meminta pendapat dan mencari jalan keluar untuk mengatasi wabah penyakit dan kelaparan yang sedang dialami oleh penduduk kota Dhu Mai.


para tokoh-tokoh besar aliran putih itu bersepakat untuk mengirim beberapa orang perwakilan mereka menuju dua Kerajaan besar lainnya di Dataran Benua Tinggi yaitu


Kerajaan La Dho Khu Tu dan Negri Timur Jauh Ham Pai.


Pada saat yang bersamaan kota Dhu Mai menyatakan diri bukan lagi bagian dari kekaisaran Ming.


Para tokoh-tokoh besar aliran putih dan penduduk kota Dhu Mai bersepakat mendirikan negara baru.


dan menamai nya dengan Negara Paja Bing Nguang.


Kelompok pertama terdiri dari Tetua Ho,Kakek Gwen dan Sepuh Suci A Jhi Er Serta muridnya Mai Chen ditemani oleh beberapa orang pendekar lain nya menuju Kerajaan La Dho Khu Tu.


sedang kan kelompok kedua terdiri dari Kuanyu,Sepuh Suci Dha Us,Fan Ning,dan Dewi Mata Dara serta Jendral Phe Phi menuju Negri Timur Jauh Ham Pai.

__ADS_1


Selain untuk meminta bantuan makanan dan obat-obatan,kedua rombongan itu juga memiliki misi untuk meminta kedua kerajaan itu mengakui negara yang baru saja mereka dirikan serta untuk bergabung menghadapi kekejaman Kaisar Ming yang berada dibawah pengaruh Manusia Iblis Ghun Thang.


Ditempat Lain...


Seekor Burung Rajawali Raksasa terbang memutar diatas sebuah desa yang hampir porak poranda.


desa itu sedang dijarah oleh kelompok para perampok.


Kemarau panjang menjadi bencana yang mengerikan,wabah kelaparan menimbulkan kekacauan dimana-mana.


terutama di wilayah kekuasaan Kekaisaran Ming.


Kaisar An Zung seperti tidak mempedulikan kondisi yang sedang dialami oleh rakyatnya.


Pungutan pajak semakin tinggi untuk memenuhi semua kebutuhan perang nya dengan kerajaan lain.


semua persediaan makanan rakyat disita oleh kekaisaran,meskipun kondisi rakyat semakin sulit akibat wabah kemarau.


Bahan makanan menjadi barang yang sangat mahal dan berharga.


Seorang pemuda tiba-tiba melompat dari tubuh Rajawali itu.


pemuda itu kemudian mendatangi kerumunan perampok yang tengah menyiksa penduduk desa.


ditempat itu tergeletak beberapa mayat dengan kondisi yang sangat kurus.


sudah pasti nya itu adalah mayat-mayat dari warga desa yang disiksa oleh para perampok itu.


"aku tidak berniat mengganggu kesibukan kalian"


"kalau begitu aku akan pergi"


Ucap Pemuda itu dengan wajah kebingungan.


Para perampok itu tidak membiarkannya begitu saja,kemudian menghadang pemuda itu.


"plaaak..."


sebuah pukulan mendarat dikepala pemuda itu.


"Kau pikir kau dapat seenaknya meninggalkan tempat ini"


"sepertinya kau bukan penduduk sekitar desa ini"


"pakaian yang kau gunakan juga sepertinya terlihat bagus"


"kau baru kami izinkan pergi,jika kau meninggalkan semua harta benda yang kau bawa bersamamu"


Jawab salah seorang anggota perampok itu.

__ADS_1


Pemuda itu seperti tidak memperdulikan ocehan anggota perampok itu.


dia memilih berjalan membelakangi perampok-perampok itu.


tentu saja tindakan nya itu membuat emosi para perampok itu karena merasa telah direndahkan.


seorang anggota perampok mencoba mencegah pemuda itu untuk pergi,dan memukul bagian punggung pemuda itu.


tiba-tiba saja perampok itu terpental setelah memukul punggung pemuda itu.


kejadian itu membuat terkejut semua orang yang ada ditempat itu.


kawanan perampok itu menjadi semakin emosi melihat salah satu teman nya terpental setelah memukul pemuda itu.


Kini pemuda itu dikelilingi oleh para perampok itu dengan tatapan penuh kemarahan.


"Sudah aku katakan,aku tidak mau mencampuri urusan kalian"


"aku hanya ingin meninggalkan tempat ini baik-baik"


"tapi kalian telah salah besar berurusan dengan ku"


"tangan teman kalian itu telah mengotori pakaian ku"


"aku pastikan kalian akan membayarnya dengan bayaran yang setimpal"


ucap pemuda itu sambil memejamkan mata.


Sebuah keanehan terjadi,para kawanan perampok itu terlihat terdiam mematung.


tubuh mereka tidak dapat mereka gerakan.


dalam gerakan yang tidak terlihat oleh mata, pemuda itu melesat cepat dan tiba-tiba saja para perampok itu jatuh tersungkur ketanah.


"Ampuni kami tuan pendekar"


"kami sudah lancang membuat mu tersinggung"


"kasihanilah kami"


Ucap salah seorang perampok.


"aku tidak akan mengotori tanganku dengan menghukum kalian semua"


"tapi warga desa ini yang akan memutuskan hukuman untuk kalian"


Ucap pemuda itu,sambil melirik kearah penduduk desa yang terlihat penuh amarah.


Penduduk desa itu tentu saja menghajar para perampok itu dengan penuh dendam,setelah apa yang telah mereka lakukan pada desa itu.

__ADS_1


semua anggota perampok itu akhir nya tewas setelah menerima amukan seluruh warga desa.


sesaat setelah mereka menghakimi para perampok itu,sosok pemuda yang telah menolong mereka dari para perampok itu,tanpa sempat mengatakan apa-apa, menghilang seperti lenyap di telan bumi.


__ADS_2