
"Hahaha"
"Sepertinya kau punya nyali yang besar bocah"
Ucap jendral Men Dhi Wu kepada Inyoko.
Seiring ucapannya itu Men Dhi Wu mengeluarkan sebuah kertas dari balik jubahnya.
Kertas berwarna hitam dengan tulisan berwarna merah.
Men Dhi Wu mulai mengucapkan beberapa mantra.
Seketika langit diatas medan pertempuran itu berubah kelam dan angin bertiup cukup kencang.
Tiba-tiba kilatan petir muncul dari atas langit dan menyambar banyak prajurit kekaisaran Ming.
Prajurit yang terkena sambaran petir itu mengeluarkan asap hitam dari tubuh mereka.
Mata prajurit-prajurit itu berubah menjadi merah darah.
"Bangkitlah para prajurit iblis yang mengutuk langit"
"Habisi semua manusia-manusia lemah itu"
"Hancurkan mereka semua"
Teriak jendral Men Dhi Wu.
Melihat perubahan situasi istri dari pangeran Lha Cah,Tha Lan Tang mengajak suaminya untuk segera ketempat jendral Men Dhi Wu berada.
Meninggalkan pertempuran antara dia dan saudara tirinya putra mahkota kerajaan Pha Cah.
"Suami ku,sebaiknya kita segera mencari keberadaan jendral Men"
"Dia telah membangkitkan prajurit darah iblisnya"
Ucap Tha Lan Tang kepada pangeran Lha Cah.
Lha Cah yang dari sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengarkan nya.
"Bagaimana kau bisa mengetahui jika ini adalah perbuatan dari jendral Men Dhi Wu?"
"Apakah kau punya hubungan dengan mereka,atau kekaisaran Ming?"
Pangeran Lha Cah mulai bertanya curiga kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Hahahhaa"
"Kau terlalu banyak bertanya manusia bodoh"
"Aku bukan seperti yang kau bayang kan"
"Kau sudah tidak dibutuhkan lagi dalam permainannya ini"
Teriak Tha Lan Tang,yang seketika wujudnya berubah.
Tha Lan Tang istri pangeran Lha Cah menunjukan wujud aslinya dihadapan suami nya itu.
Betapa terkejutnya pangeran Lha Cah melihat sosok istri nya yang cantik jelita berubah wujud menjadi sosok perempuan tua dengan raut wajah dan tatapan mata yang penuh kebencian.
Putra mahkota kerajaan Pha Cah bersama dengan Kuanyu dan Kha Chan yang berada tidak jauh dari tempat Lha Cah berada juga dapat melihat dengan jelas perubahan wujud putri Tha Lan Tang yang berubah menjadi sosok pendekar aliran hitam itu.
Lin Dha Bhu terlihat ingin segera menghabisi pangeran Lha Cah, akan tetapi niatnya itu segera dicegah oleh beberapa orang prajurit pengawal Lha Cah.
Hadangan para prajurit itu tidak berarti apa-apa dihadapan Lin Dha Bhu,dengan mudahnya dia menghabisi nyawa para prajurit itu.
Pangeran Lha Cah terlihat gemetar menyaksikan keganasan dari perempuan yang semula menyamar sebagai istri nya itu
"Susul lah ayah mu yang bodoh itu di neraka"
Teriak Lin Dha Bhu menghunuskan pedang kearah pangeran Lha Cah.
Akan tetapi usaha mereka berdua mendapat hadangan dari dua orang prajurit darah iblis.
Sementara itu Lin Dha Bhu melanjutkan niatnya untuk menghabisi pangeran Lha Cah.
Dalam sekejap mata tebasan pedang Lin Dha Bhu membuat kepala pangeran Lha Cah berpisah dari tubuhnya.
Putra mahkota kerajaan Pha Cah cukup terkejut dan terlihat sangat marah menyaksikan adik tirinya itu dihabisi dengan mudah oleh Lin Dha Bhu, meskipun selama hidupnya Lha Cah selalu menganggap Pha Cah sebagai musuhnya.
Situasi pertempuran semakin tidak bisa ditebak setelah Men Dhi Wu membangkitkan prajurit darah iblis.
Prajurit darah iblis tidak mempan terhadap tebasan dan tusukan senjata tajam.
Bahkan kekuatan pukulan tenaga dalam sekalipun tidak berpengaruh terhadap mereka.
Prajurit darah iblis itu dipenuhi oleh nafsu membunuh yang sangat peka.
Sementara itu Inyoko harus berhadapan dengan dua orang prajurit tangguh yang mengawal jendral Men Dhi Wu,Pin Chi dan Thali A Luih.
Kedua prajurit itu bersama pimpinan mereka Men Dhi Wu hampir saja menghabisi Dewi Mata Dara.
__ADS_1
Inyoko mengeluarkan aura energi tiga dewa penguasa bumi dan energi cahaya pertapa secara bersamaan.
Dewi Mata Dara dapat melihat dengan jelas perubahan kekuatan Inyoko yang begitu besar.
Pertapa ular itu tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya kepada Inyoko.
Pin Chi dan Thali A Luih tidak ingin membuang-buang waktu segera mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu.
Kedua orang prajurit setia Men Dhi Wu itu menyerang dari dua arah,berniat membuat Inyoko kesulitan.
Men Dhi Wu cukup bisa memahami keadaan,namun terlambat untuk mencegah dua orang prajurit kesayangan nya yang sudah terlanjur maju menyerang Inyoko.
Pin Chi dan Thali A Luih telah bersiap dengan senjata ditangan mereka untuk menyerang Inyoko,akan tetapi belum sempat senjata itu mereka ayunkan,kepala kedua orang prajurit itu jatuh terpisah dari tubuhnya.
Apa yang baru saja terjadi adalah sesuatu yang diluar akal sehat manusia.
Karena Inyoko sama sekali tidak bergerak sedikitpun saat menghabisi dua orang prajurit tangguh itu.
Men Dhi Wu mulai merasakan kengerian melihat kekuatan yang baru saja ditunjukkan oleh Inyoko tersebut.
Men Dhi Wu kemudian mengeluarkan sebuah seruling dari balik jubah perang nya.
Men Dhi Wu meniup kencang seruling itu dengan bantuan tenaga dalam nya.
Suara seruling itu membuat seluruh prajurit darah iblis berhenti bertempur,dan melesat ketempat Men Dhi Wu berada.
Begitu juga dengan para pendekar aliran hitam lainnya seperti Lin Dha Bhu dan Che Lek yang bertarung dengan jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen di dasar lembah kelok sembilan.
Medan pertempuran kembali dapat dikuasai oleh para prajurit dan pendekar sekte aliran putih,setelah hampir separuh kekuatan musuh bergerak ketempat jendral mereka berada.
Para pendekar tingkat tinggi aliran putih pun dapat merasakan perubahan situasi setelah mendengar suara seruling jendral Men Dhi Wu.
Mereka semua kemudian juga ikut berkumpul ditempat Inyoko berada.
Hampir semua pendekar dengan kemampuan tinggi kini berada dibelakang Inyoko termasuk jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen.
"Kalian semua bersiap lah,perang ini bukan lagi perang menghadapi kekaisaran Ming."
"Perang ini adalah perang kita melawan kekuatan iblis"
"Aku meminta semua pendekar yang memiliki kemampuan tenaga dalam api berdiri di sampingku"
"Prajurit darah iblis hanya bisa di musnahkan dengan kekuatan api"
Jelas Inyoko.
__ADS_1
Dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini Inyoko bahkan dapat melihat titik lemah dari musuh nya.
Disamping Inyoko mulai berjejer para pendekar yang memiliki tenaga dalam jenis api,yang sebagian besar dimiliki oleh anggota klan ular.