Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kesedihan


__ADS_3

Semua Orang yang ada di wisma chen sangat senang melihat Inyoko yang telah siuman.


walaupun telah siuman tubuh Inyoko masih dalam keadaan lumpuh.


jadi Dewi Mata Dara kembali membalutnya dengan selendang sutra milik nya.


Kini Kelima orang itu berangkat menuju tempat Kakek Cha Puk dan yang lain nya bersembunyi.


Setelah sampai ditempat Kakek Cha Puk dan yang lain nya.


Mai Chen terlihat gelisah sekali.


dia sibuk memperhatikan sekelilingnya, mencari sosok kakek nya Lao Chen.


Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara juga melakukan hal yang sama.


semua orang yang ada disana hanya diam,mereka bingung bagaimana caranya menjelaskan situasi nya saat ini pada Mai Chen.


"Aku tidak melihat Tetua Ma Liang Sheng dan Gagak tua Lao Chen"


"dimana mereka?"


"dan mengapa kita semua ada disini?"


Tetua Bu memulai percakapan.


"Pertemuan dengan kaisar di istana ternyata adalah sebuah perangkap"


"Manusia Iblis Ghun Thang adalah dalang nya"


"Kini kekaisaran Ming berada dibawah pengaruh nya"


"Ternyata kita terlambat menyadari kalau aliran hitam sudah lebih dulu mulai bergerak"


Tetua Ho mulai menjelaskan apa yang terjadi.


"Ya tapi sekarang dimana kakek ku tetua ?"


"Kakek Cha tolong beritahu aku kakek ku sekarang ada dimana?"


Mai Chen mulai terlihat cemas.


"Mai Chen...kau lebih baik tenang dahulu"


"tadi di istana kami dikepung oleh prajurit istana, Manusia Iblis Ghun Thang dan beberapa jagoan aliran hitam"


"Pertarungan pun tidak dapat di elak kan"


"Manusia Iblis Ghun Thang ternyata sangat kuat"


"bahkan kekuatan kami semua tidak cukup untuk melawan nya"


"demi menyelamatkan kami, kakek mu,Tetua Ma Liang Sheng dan Jendral Phe Phi telah mengorbankan diri mereka"

__ADS_1


"saat itu mereka bertiga telah terluka parah"


Ucap Phi thoek.


"ya benar,kami semua ada disini karena kakek mu"


Sambung jendral besar Nong Chan.


"ini....."


"ini tidak mungkin"


"kalian semua berbohong"


"kakek ku bilang kalau kalian semua pendekar kuat"


"semua akan baik-baik saja jika ada kalian"


"jika kalian memang kuat mengapa kakek ku bisa mati"


Mai Chen berteriak masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja didengarkannya.


Air mata nya jatuh.


Bagaimanapun Lao Chen lebih dari hanya sekedar sosok kakek bagi nya.


Mai Chen dari kecil memang sudah tinggal dan dirawat oleh Lao Chen, Kakek nya.


karena kedua orang tua nya yang telah meninggal akibat wabah penyakit.


"Bangkit lah anak muda"


"Jangan menjadi lemah"


"Buat lah si gagak tua itu bangga kepadamu"


"Kau harus menerus kan perjuangan kakek mu itu"


Tetua Gha Ek mencoba menyemangati Mai Chen.


"Maafkan jika aku lancang para tetua"


"Siapakah laki-laki yang anda gendong dalam selendang itu tetua pertapa?"


Kuanyu mulai bersuara bertanya tentang Inyoko yang dari tadi dalam bungkusan selendang Dewi Mata Dara.


"hmmmm"


"maafkan aku belum mengenalkan mu pada nya"


"dia adik seperguruan mu"


"dia juga murid ku"

__ADS_1


"dan dia juga telah menjadi bagian dari sekte pengemis suci"


"saat ini karena sesuatu dia tidak dapat bergerak"


Ucap Tetua Ho menjawab pertanyaan Kuanyu.


Semua orang aliran putih kecuali tetua bu sedikit kaget mendengar jawaban dari Tetua Ho barusan.


"Adik maaf kan aku yang tidak mengenal mu"


Sambung Kuanyu.


"Sekarang saat nya kita segera pergi meninggalkan kota ini"


"Kota ini sudah tidak aman buat kita semua"


"Karena Manusia Iblis Ghun Thang pasti mempengaruhi Kaisar An Zung untuk mengerahkan prajurit istana dan mencari kita"


Kakek Cha Puk mencoba menganalisa dan memberi pendapat.


"Jika situasi nya sudah serumit ini,aku sangat setuju dengan mu kakek Cha"


"dan Sekte Bulan Giok adalah tempat paling dekat dan paling tepat untuk kita tuju sementara waktu"


Paling tidak untuk beberapa hari pasukan istana dan aliran hitam tidak akan gegabah menyerang sekte Bulan Giok"


"Lagi pula kita semua kini telah terluka dan disana kita dapat sedikit mengobati nya"


Ucap Tetua Bu mengajak semua orang.


Semua orang sepertinya setuju dengan pendapat dan ajakan tetua bu.


Meskipun Sekte Bulan Giok yang berada di kota Ma Er berdekatan dengan ibukota kekaisaran ming,tapi akan sangat sulit bagi Aliran hitam dan prajurit kaisar untuk masuk kesana.


Karena penduduk kota Ma Er yang begitu menyegani sosok Tetua Bu dan Sekte Bulan Giok.


Bagi masyarakat kota Ma Er Tetua Bu dipandang lebih terhormat dari Kaisar An Zung.


Karena selama puluhan tahun Sekte Bulan Giok memiliki kontribusi yang cukup besar bagi semua penduduk kota Ma Er.


"Anak Muda kau jangan bersedih"


"sekarang kau harus ikut bersama kami"


"kami semua akan membantu membalas kan dendam si tua gagak hitam"


ajak kakek Cha Puk pada Mai Chen


Mai Chen hanya mengangguk pelan tanpa bersuara.


Sebelum berangkat Kakek Gwen menyalurkan Hawa Energi milik nya pada Jendral Besar Nong Chan yang memang terluka parah.


kini keadaan Jendral Besar Nong Chan sedikit lebih baik.

__ADS_1


Mereka semua nya akhir nya berangkat menuju kota Ma Er meninggalkan ibukota kekaisaran Ming dengan penuh rasa kesedihan.


__ADS_2