
Di istana negara timur jauh Ham Pai yang berada di ibukota Mang Kuak,semua orang terlihat sibuk dan berkumpul di alun-alun istana.
Pagi itu akan berlangsung pertarungan yang akan menentukan masa depan negri itu.
pertarungan antara kepala suku Ca Biak,Tung Gak dan Inyoko Karasaki yang mewakili suku Awai dan suku Khe Tek.
"pertarungan ini bukanlah pertarungan yang mempertaruhkan nyawa"
"pertarungan yang hanya bertujuan untuk mengukur kekuatan masing-masing"
"pertarungan ini ini adalah pertarungan tangan kosong tanpa senjata apapun"
"kami para sepuh suku berhak menghentikan pertarungan jika dianggap perlu"
Ucap salah seorang sepuh suku yang berdiri di tengah alun-alun itu.
dan dirinya lah yang akan menjadi wasit dalam pertarungan itu.
Inyoko dan Tung Gak telah bersiap pada posisi mereka masing-masing untuk memulai pertarungan.
sepuh suku yang menjadi wasit pertarungan itu segera melompat turun dari alun-alun menandakan pertarungan sudah dimulai.
Tung Gak mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu.
sebuah pukulan penuh dengan tenaga dalam dilayangkan oleh kepala suku Ca Biak itu kepada Inyoko.
Inyoko meresponnya dengan coba menahan pukulan itu dengan tenaga dalam yang dimilikinya,kekuatan tenaga dalam kedua orang itu jelas berbeda,sehingga membuat Inyoko terpental karena tenaga dalam yang dimilikinya tidak mampu menahan pukulan tenaga dalam kilik Tung Gak yang jauh lebih besar.
"Sialan"
"tenaga dalam orang ini sungguh besar,bahkan jauh lebih kuat dari Em Phul"
Inyoko bergumam dalam hati.
"aura energi macam apa itu?"
"energi yang terasa sangat lembut tapi mampu menahan serangan ku"
"hahahaha"
"pertarungan ini semakin menarik,bocah ini benar-benar putra dari Pajako Karasaki"
Tung Gak berbisik dalam hatinya.
Setelah melepaskan pukulan pertamanya itu membuat Tung Gak teringat akan sosok Pajako Karasaki yang tidak lain adalah ayah Inyoko.
Tung Gak menjadi semakin bersemangat untuk bertarung dengan Inyoko.
__ADS_1
Tung Gak kembali menyerang Inyoko yang baru saja bangkit, serangan nya kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Inyoko terkejut dengan serangan cepat dan penuh tenaga dari Tung Gak,dirinya tidak sempat lagi untuk menahan dan menghindari pukulan kepala suku Ca Biak itu,dua pukulan beruntun telak mengenai tubuh Inyoko.
pukulan yang membuat Inyoko terpental dan tersungkur di pinggir alun-alun.
Inyoko muntah darah menandakan tubuhnya mengalami luka dalam yang cukup serius setelah terkena pukulan itu.
Sepuh suku yang menjadi wasit dalam pertarungan itu bangkit dari tempat duduknya dan berniat naik ke atas alun-alun untuk menghentikan pertarungan,akan tetapi Inyoko mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa dia tidak ingin pertarungannya dihentikan.
"Hahahaha"
"sudahlah bocah,kau menyerah saja"
"jangan paksakan dirimu"
Ucap Tung Gak kepada Inyoko yang mulai berdiri kembali.
Inyoko menyeka darah yang masih menempel di mulutnya.
kali ini Inyoko mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.
tubuh Inyoko di kelilingi aura berwarna biru keemasan.
semua orang merasa sangat takjub dengan apa yang sedang mereka lihat.
Dewi Mata Dara yang telah mencapai tingkat pertapa juga tidak kalah terkejutnya melihat apa yang baru saja di perlihatkan oleh Inyoko.
Aura biru keemasan yang baru pertama kali dilihat oleh wanita pertapa itu.
Aura energi yang tidak bisa dikuasai oleh sembarangan orang,bahkan pendekar yang telah mencapai tingkat pertapa suci.
"Bagaimana mungkin anak ini dapat menguasai aura energi Dewa Pertapa Naga Abadi ?"
"Bahkan leluhurku pendekar pertapa naga tidak pernah bisa mencapai tingkat aura energi seperti itu"
"apa saja yang telah kau lakukan selama ini bocah?"
Dewi Mata Dara bergumam dan bertanya dalam hati.
Tung Gak yang ikut terpana dengan serangan anak muda yang kini ada dihadapannya itu,tidak dapat menghindari serangan Inyoko itu.
Tung Gak kemudian berteriak dan seketika tubuhnya sesaat mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan mata,tepat disaat pukulan Inyoko telak mengenai tubuh nya.
semua orang yang menyaksikan pertarungan itu dibuat semakin terpana dengan apa yang mereka lihat.
Bagian tubuh Tung Gak yang baru saja terkena pukulan Inyoko itu mengeluarkan asap,Tung Gak terlihat masih berdiri tegak seperti tidak merasakan dampak apapun dari pukulan yang baru saja di terimanya.
__ADS_1
Inyoko sangat terkejut, setelah mengetahui bahwa pukulanya yang baru saja mengenai Tung Gak itu tidak memberikan sedikitpun luka kepadanya.
"Siaaaaal"
"pukulan ku barusan seperti menghantam sebuah tembok besi"
Ucap Inyoko dalam hati.
Semua orang suku Ca Biak yang menonton pertarungan itu bertepuk tangan,karena melihat kekuatan kepala suku mereka.
"Sejak kapan si tua itu menguasai teknik sulit itu"
"Kau benar-benar brengsek Tung Gak"
"dengan kekuatan mu itu kau lantas menjadi kepala suku besar terkuat yang pernah ada dalam sejarah negara Ham Pai"
"tapi walau bagaimanapun yang aku inginkan menjadi kepala suku besar tetap cucuku Inyoko"
Ucap Nionyo yang ikut melihat pertarungan itu, dalam hati.
Teknik yang baru saja digunakan oleh Tung Gak adalah teknik Tubuh Besi.
sebuah teknik yang mampu melindungi tubuh pemakainya dari serangan tenaga dalam yang sangat kuat sekalipun.
butuh waktu yang sangat lama untuk mempelajari teknik itu,dan hanya dapat dipelajari oleh pendekar dengan kemampuan sangat tinggi.
dalam sejarah negara timur jauh Ham Pai Tung Gak adalah orang ketiga yang berhasil menguasainya.
bahkan Pajako Karasaki yang pernah dijuluki sebagai pendekar terkuat negara Ham Pai tidak pernah dapat menguasai teknik itu.
Inyoko tidak ingin menyerah begitu saja,Inyoko kembali melakukan serangan dengan jurus-jurus yang dikuasainya,namun tetap tetap tidak memberikan pengaruh apapun pada Tung Gak.
pada satu kesempatan Tung Gak yang terus-menerus mendapat serangan dari Inyoko melihat celah terbuka pada Inyoko,dan mendaratkan sebuah pukulan balik yang sangat dahsyat pada Inyoko.
Inyoko tersungkur wajahnya dengan keras menghantam lantai alun-alun tempat pertarungan itu.
Tubuh Inyoko sudah tidak bergerak lagi setelah mendapatkan pukulan yang sangat kuat itu.
semua orang terdiam menyaksikannya dan seketika arena pertarungan itu pun mendadak menjadi sangat hening.
Sepuh suku kembali bangkit dari tempat duduknya berjalan keatas alun-alun tempat pertarungan itu,kali ini tidak ada yang menghentikan keinginan sepuh suku yang akan mengakhiri pertarungan itu.
sementara Tung Gak perlahan berjalan hendak menuruni arena pertarungan itu.
"Tunggu !!!"
Tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah Tung Gak dan sepuh suku diatas arena pertarungan itu.
__ADS_1
Semua orang kembali sangat terkejut mengetahui sumber suara itu berasal dari Inyoko yang perlahan mulai bangkit kembali.