
"semoga kau akan baik-baik saja teman"
inyoko berkata kepada harimau putih itu sambil berlalu pergi melanjutkan perjalanan nya mencari bunga mawar biru di puncak gunung salju abadi.
Inyoko berjalan cepat membelah hutan belantara, melewati jalan yang tidak akan mudah di lalui oleh manusia apalagi dengan kemampuan seperti yang dimilik inyoko.
sepanjang perjalanan sudah tak terhitung jumlah nya berapa kali inyoko harus berlari dan bersembunyi dari incaran hewan-hewan buas yang ada dihutan.
secara tidak langsung perjalanan ini mengasah ketajaman insting,kekuatan fisik dan kemampuan bertahan hidup untuk inyoko.
setelah 2 hari berjalan dengan istirahat yang seadanya,inyoko sampai disebuah kaki gunung.
"hmmm....akhir nya aku sampai,sabarlah tetua ho sebentar lagi bunga mawar biru itu akan aku bawakan untukmu,aku mohon bertahan lah tetua"
bisik nya dalam hati.
inyoko belum mengenal yang namanya ilmu meringankan tubuh,sehingga ia benar-benar hanya bergantung pada fisik nya untuk mendaki kepuncak gunung itu.
bukan pendakian yang mudah,karena gunung itu memang sangat terjal.
tak jarang inyoko yang mulai kelelahan hampir terjatuh dari tebing gunung yang didaki nya karena terpeleset.
hanya semangat dan keinginan nya yang besar yang membuat nya masih cukup kuat bertahan, untuk mendapatkan bunga mawar biru.
hampir setengah hari,akhirnya inyoko sampai dipuncak gunung itu.
dipuncak gunung itu inyoko tidak menemukan apapun,hanya beberapa pohon bunga persik yang ada disana.
inyoko memandang jauh ke sekeliling puncak gunung itu,jauh dari tempat nya berdiri terlihat jejeran 6 gunung yang menjulang.
"siaaaaaaal....."
"ini bukan puncak gunung tertinggi"
"ini bukan gunung salju abadi"
inyoko mengumpat penuh emosi,
setelah melihat di kejauhan sebuah gunung yang lebih tinggi dari gunung yang sudah dia daki.dipuncak gunung itu terlihat hamparan putih salju yang menghiasinya.
"tidak ada waktu untuk mengeluh"
"aku harus bisa sampai ke tempat itu dengan segera"
bisik nya dalam hati.
inyoko kembali bergegas untuk menuruni gunung yang sudah dia daki itu.
beberapa kali inyoko sempat terjatuh dan beberapa luka ia dapatkan.
hari sudah mulai gelap,kaki gunung salju abadi sudah hampir terlihat,sementara rasa sakit dari luka-luka ditubuhnya mulai sudah sampai pada batas nya,inyoko berusaha mencari sebuah tempat berlindung dan beristirahat,sebelum melanjutkan pendakian nya esok hari.
dikaki gunung salju abadi inyoko menemukan sebuah gua,dia memutuskan untuk beristirhat sejenak didalam gua.
sampai didalam gua dengan kondisi yang sudah cukup lelah inyoko langsung tumbang tidak sadarkan diri.
tidak butuh waktu yang lama inyoko tersadar dari pingsan nya,inyoko disadarkan oleh suatu aroma yang ada didalam gua.
__ADS_1
inyoko membuka matanya perlahan,gua yang awalnya ketika dia masuk dalam keadaan gelap,kini terlihat olehnya ada sumber cahaya dari bagian lebih dalam di gua itu.
"apa itu ?"
bisiknya dalam hati.
belum selesai berpikir....
"kau sudah siuman anak muda"
suara itu memecah suasana hening dalam gua.
"si...si..siapa anda?"
inyoko sedikit takut dan penasaran mendengar ada suara manusia lain di gua itu.
dalam sekejap sumber suara itu sudah berada di depan inyoko.
seorang pria tua,bahkan terlihat lebih tua dari tetua ho.
pria tua itu tersenyum kemudian mengambil pedang milik inyoko dan menyerang inyoko.
inyoko beruntung bisa menghindar.
"hahahaha" pria tua itu tertawa lepas
"hei kau baru saja hampir memisahkan kepala dan badan ku"
"apa kesalahan ku kepadamu pak tua ?"
inyoko bertanya
"sudah puluhan tahun aku menghuni gunung ini,sudah banyak kutemukan manusia-manusia serakah yang datang ke gunung ini,tapi kau yang paling tolol"
kata pria tua itu pada inyoko.
"apa maksudmu ?" jawab inyoko
"kau yang tidak punya kemampuan sungguh lancang memasuki tempat ini"
"bahkan keberhasilan mu sampai kesini yang tidak punya kemampuan adalah sebuah keberuntungan dari langit"
"tapi maaf anak muda, perjalanan mu tidak bisa dilanjutkan,aku tifak tega menghabisimu,maka segera kembali lah ke tempat asalmu"
"dan jangan pernah berpikir untuk kembali lagi ketempat ini !!! "
"atau kau akan menjadi tengkorak-tengkorak yang menemaniku di gua ini"
kata pria tua itu sambil menunjuk tengkorak yang tersusundi dinding gua.
inyoko menelan ludah nya,dari awal dia tidak menyadari keberadaan tengkorak yang sangat banyak di dinding gua itu.
"apa maksudmu ?"
"kenapa kau melarang ku ?"
"aku penjaga gunung salju abadi"
__ADS_1
"aku akan menghabisi manusia-manusia serakah yang ingin mengambil bunga mawar biru di gunung ini"
"dan aku tahu kau berbeda dengan manusia-manusia serakah yang sudah aku habisi"
"kau cukup berani datang kemari walaupun kau tidak punya kemampuan"
"makanya aku mau mengobati luka-luka ditubuhmu"
"jadi sekarang sudah tidak ada alasan untuk mu ada digua ini pergilah!!!"
perintah pria tua itu pada inyoko.
"aku tahu aku tidak punya kemampuan"
"aku pun tidak akan berani menantang mu"
"tapi aku mohon izin kan aku kepuncak gunung salju abadi"
"orang terpenting dalam hidupku saat ini sedang sekarat,dia sangat mebutuhkan bunga mawar biru dari puncak gunung salju abadi untuk menyembuhkan nya"
inyoko bercerita pada pria tua itu.
"apa dia keluarga mu"
pria tua itu menyela
"keluarga ?"
"bahkan aku tidak tahu apa itu keluarga"
"sejak kecil aku hidup sebatang kara,seumur hidup aku selalu dihina dan di rendahkan karena keadaan ku"
"tapi beberapa hari yang lalu ada pria tua yang sama sekali tidak kukenal telah merubah hidupku"
"pria itu tidak pernah menganggap rendah diriku,dia adalah orang terdekat ku yang pertama dalam hidup"
"aku berjanji akan melayani dan berada didekat nya seumur hidupku"
inyoko bercerita dengan sedih.
"hahahhaa"
"kau pikir aku akan berubah pikiran dengan cerita yang kau buat anak muda"
pak tua itu mengejek inyoko
"apapun pendapat mu,itu tidak penting buatku"
"walau bagaimanapun aku harus membawa bunga mawar biru itu untuk tetua ho"
jawab inyoko
"baiklah aku akan berikan kau izin untuk naik kepuncak gunung salju abadi"
"untuk sampai kepuncak salju abadikau harus melewati 5 tingkat gunung ini"
"kau harus melewati 3 ujian ku untuk setiap tingkat nya"
__ADS_1
pria tua itu memberikan penawaran pada inyoko.
pria tua itu sadar dengan kemampuan inyoko,sehingga mustahil rasa nya inyoko bisa sampai kepuncak gunung salju abadi.