
Inyoko terlihat hanyut dalam kesedihannya yang mendalam.
Mengingat kembali Fan Ning,separuh jiwa nya yang telah pergi.
Lamunan Inyoko berakhir setelah sebuah petir besar menyambar dari langit.
Seketika langit diatasnya menjadi gelap ditutupi oleh awan hitam yang tebal,memberi tanda hujan badai akan segera tiba.
Inyoko berlari meninggalkan persawahan tersebut,mencari tempat untuknya berteduh.
Inyoko menemukan sebuah penginapan dengan simbol bunga teratai merah pada pintu masuknya.
Penginapan yang terlihat biasa saja dari luar,akan tetapi terasa sangat berbeda ketika Inyoko memasuki nya.
Aroma terapi dari dupa yang sedang terbakar memberikan rasa nyaman kepada pengunjung nya.
Penginapan itu terlihat sangat mewah untuk ada disebuah desa terpencil dengan meja-meja yang terbuat dari batu giok didalam nya.
Hampir semua perabotannya terbuat dari bahan-bahan yang mahal dan kayu langka.
Inyoko disambut oleh dua orang pelayan wanita yang sangat ramah dan cantik.
"Maaf nona-nona sepertinya aku salah masuk penginapan"
"Tempat ini sangat tidak cocok untuk ku"
Ucap Inyoko hendak meninggalkan penginapan itu.
"Anda tidak salah tuan muda"
"Penginapan bunga teratai merah adalah yang terbaik dan satu-satunya penginapan di desa ini"
"Dan tidak lama lagi mungkin hujan badai akan segera tiba"
Jawab salah satu pelayan penginapan mencoba mencegah Inyoko keluar dari penginapan itu.
Inyoko menuruti perkataan kedua pelayan penginapan itu,dan meminta mereka menyiapkan sebuah kamar untuknya.
Inyoko berpikir tidak ada salah nya juga sesekali menyenangkan dan menenangkan diri disebuah tempat yang nyaman seperti apa yang ditawarkan oleh penginapan bunga teratai.
Inyoko mendapatkan sebuah kamar yang luas dan perabotan lengkap didalamnya,sebuah kamar yang berada di lantai kedua pengunapan tersebut.
Akan tetapi lagi-lagi ruangan kamar itu dipenuhi aroma dupa seperti di pintu masuk penginapan.
"Selamat beristirahat tuan muda,jika anda membutuhkan apa saja silahkan panggil kami kembali"
Ucap seorang pelayan kepada Inyoko.
Didalam kamar Inyoko mulai membuka jubahnya,sementara situasi diluar penginapan semakin gelap dengan kilatan dan petir yang menyambar disertai dengan tiupan angin yang berhembus cukup kencang.
Inyoko duduk disebuah kursi yang ada didalam ruangan kamarnya.
Inyoko mulai berpikir tentang pengembaraan yang akan dia jalani.
__ADS_1
Tiba-tiba Inyoko merasakan pusing dikepalanya yang sangat luar biasa,semua terlihat seperti berputar-putar dikepalanya.
Perlahan semua terasa gelap dalam pandangannya,Inyoko terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Tidak lama kemudian Inyoko tersadar,dan telah berada dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan gadis-gadis cantik yang terlihat ingin menggodanya.
Gadis-gadis itu saling berebut untuk mendapatkan Inyoko yang sedang tidak berpakaian itu.
Iman Inyoko benar-benar sedang diuji saat itu.
Gadis-gadis itu mulai membelai lembut setiap jengkal tubuh Inyoko,membuatnya hanyut dalam sensasi luar biasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Hawa nafsu dan birahi Inyoko mulai memuncak setiap kali tangan-tangan gadis-gadis itu dengan nakal menggodanya.
Inyoko benar-benar telah tenggelam dalam situasi yang dipenuhi oleh nafsu.
Hingga salah satu gadis yang paling cantik diantara gadis-gadis itu menempelkan tubuhnya nya pada tubuh Inyoko.
Gadis itu terlihat sangat spesial dan berbeda dengan gadis-gadis lainya.
Parasnya sangat cantik seperti bidadari,kulitnya terasa sangat lembut saat bersentuhan dengan tubuh Inyoko.
Para gadis-gadis lain secara perlahan menyingkir dari Inyoko setelah kedatangan gadis spesial tersebut.
Inyoko hanya dapat memejamkan matanya,saat kenikmatan dunia mulai membiusnya.
Nafasnya terasa sangat sesak, pikirannya menjadi kacau.
Inyoko lepas kendali dan kehilangan kontrol.
Inyoko benar-benar telah menjadi kaku dan tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Inyoko seakan pasrah saat gadis itu semakin mendekatkan bibirnya kearah bibir Inyoko.
Kenikmatan luar biasa yang akan dirasakan oleh Inyoko tersebut seketika menjadi buyar,suasana menjadi sangat gelap dan Inyoko tidak dapat melihat apa-apa.
"Tuan sadar lah"
"Kau sedang dibutakan oleh kekuatan iblis"
"Ini semua tidak nyata"
"Kau telah masuk dalam perangkap mereka"
Sebuah suara muncul didalam Inyoko.
Suara tersebut berasal mustika harimau putih Hi Nyiak yang ada dalam tubuh Inyoko.
Inyoko membuka matanya,dia menjadi sangat terkejut melihat seekor ular besar berwarna hitam berada tepat diatas tubuhnya.
Ular itu terlihat hendak memakan tubuh Inyoko.
Inyoko dengan cepat bereaksi dan memukul ular hitam raksasa tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi pukulan Inyoko tidak memberikan efek apapun kepada ular hitam raksasa tersebut.
Pukulan Inyoko seperti tidak memiliki kekuatan dan tenaga.
Inyoko mulai panik ketika mulut ular hitam raksasa tersebut telah terbuka lebar dan siap untuk memakannya.
Ditengah kepanikan nya Inyoko memanggil rajawali dewa perang dengan cincin jantung rajawali di jarinya.
Inyoko masih sempat menghindari terkaman ular hitam raksasa yang ingin menelan kepalanya itu.
Ular itu terlihat begitu murka karena Inyoko menghindarinya.
Ular hitam raksasa tersebut mulai mencoba kembali niatnya menyantap Inyoko yang berada dalam lilitan nya itu.
Inyoko sudah tidak dapat bergerak,ketika ular hitam raksasa tersebut semakin melilit kuat tubuh Inyoko,beberapa tulang Inyoko berbunyi menandakan ada bagian yang telah remuk dan patah.
Inyoko berteriak keras akibat merasakan sakit yang luar biasa.
Nyawa nya kini terancam, sementara itu dia belum juga dapat menggunakan kekuatan yang dia miliki.
Disaat yang tepat rajawali dewa perang datang dan menerjang dengan keras kepala ular hitam raksasa yang tengah melilit tubuh Inyoko dan hendak memakannya.
Ular hitam raksasa itu melepaskan lilitannya dan terlihat kesakitan.
Inyoko akhirnya selamat dari situasi genting tersebut.
Dengan menahan sakitnya Inyoko mencoba untuk berdiri.
Alangkah terkejutnya Inyoko menyaksikan situasi tempat disekelilingnya.
Penginapan bunga teratai merah yang mewah itu telah berubah menjadi sebuah kuil yang tidak terawat,dipenuhi oleh tanaman-tanaman yang merambat dan tulang belulang manusia.
Dihadapannya ular hitam raksasa bersama dengan puluhan ekor ular lain nya terlihat siap untuk memangsa mereka.
Inyoko tertipu dan telah terperdaya.
Desa itu ternyata adalah sebuah desa ilusi yang diciptakan oleh siluman-siluman ular untuk menarik mangsanya.
Aroma dupa yang dihirup Inyoko ternyata adalah sejenis racun siluman yang dapat membuat seseorang tidak sadarkan diri dan kehilangan kekuatan tenaga dalam nya.
"Anda masuk dalam jebakan mereka tuan"
"Duduk lah dulu dan pusatkan kekuatan energi murni didalam tubuhmu,untuk membuang semua racun yang telah masuk kedalam tubuhmu"
"Siluman-siluman ini biarkan aku yang akan menangani"
Ucap rajawali dewa perang kepada Inyoko.
Siluman-siluman ular itu mulai merasa ketakutan dengan kemunculan rajawali dewa perang dihadapan mereka.
Mereka menyadari kekuatan yang mereka miliki tidak cukup untuk menghadapi hewan pertapa rajawali tersebut,meskipun jumlah mereka lebih banyak.
Tak butuh waktu lama bagi rajawali dewa perang menghabisi kelompok siluman ular hitam itu dengan kekuatannya.
__ADS_1
Dalam waktu sekejap semua siluman ular itu terjatuh ketanah dan menjadi bangkai diatas tumpukan tulang-tulang manusia yang menjadi korban mereka.