
Keempat sosok yang berdiri dihadapan Inyoko adalah sosok semu yang hanya bisa dilihat oleh Inyoko dan rajawali dewa perang.
Sosok-sosok itu muncul karena kekuatan mereka yang telah menyatu dengan Inyoko.
Kehadiran keempat sosok itu tidak lain adalah untuk melatih Inyoko menggunakan kekuatan mereka yang ada didalam tubuh Inyoko.
"Kau harus dapat dengan cepat mempelajari apa yang akan aku tunjukan kepadamu bocah"
"Aku tidak punya banyak waktu untuk mengajarkan semuanya kepadamu"
"Setidaknya aku yakin kau mampu menghadapi musuh-musuh yang akan semakin kuat"
"Leluhur pertapa Le Nyai bahkan mempercayai kekuatan dan keteguhan hatimu"
Ucap pertapa Ghon Jong.
Pertapa Ghon Jong langsung memperagakan beberapa gerakan dan teknik pengendalian aura energi tiga dewa penguasa bumi dan cahaya energi pertapa dihadapan Inyoko.
Gerakan-gerakan sederhana namun memiliki kekuatan dan daya hancur yang luar biasa.
Setelah pertapa Ghon Jong selesai,secara bergantian Thun Dit,Hi Nyiak dan Ba Nun melakukan hal serupa.
Ketiganya memperlihatkan cara agar Inyoko dapat menggunakan kekuatan mereka yang menyatu dengan diri Inyoko secara maksimal.
Inyoko memperhatikan dengan seksama setiap gerakan dan teknik yang sedang diperlihatkan oleh keempat sosok yang kini ada dihadapannya.
Inyoko mencoba menyerap dan mengingat setiap apa yang sedang di peragakan oleh mereka.
Hampir selama dua Jam Inyoko memperhatikan dan mempelajari teknik-teknik pengendalian energi tenaga dalam tersebut.
"Anak muda, waktu kami sepertinya telah habis"
"Ini untuk pertama dan terakhir kali kita bertemu langsung diluar dimensi alam pikiran milikmu"
"Kuatkan lah hatimu,perjalanan yang akan kau tempuh tidak akan pernah mudah,tapi kami yakin kau akan mampu menghadapinya"
"Sejak pertama kali bertemu denganmu,aku yakin kau adalah orang yang akan membawa perubahan pada dunia yang kacau ini"
Ucap Hi Nyiak wujud lain dari harimau putih.
"Mulai dari sini hanya Thun Dit dan dan rajawali itu yang akan terus membimbing dan menjagamu"
Sambung pertapa Ghon Jong.
__ADS_1
Inyoko hanya terdiam mendengarkan setiap
ucapan yang baru saja disampaikan oleh Hi Nyiak dan pertapa Ghon Jong.
"Plaaaak...Plaaak"
"Jangan hanya diam dan termenung bocah"
"Kau harus bisa meresapi setiap apa yang baru saja kau saksikan"
Ucap Ba Nun setelah memberikan tanda mata kearah kepala Inyoko.
"Sampai saat ini,ada sesuatu yang terus mengganggu pikiranku,aku tidak dapat menemukan jawabannya"
"Hal ini terus saja menjadi beban dalam batin ku"
Jawab Inyoko.
"Apa itu?"
Tanya pertapa Ghon Jong dan ketiga sosok lainnya serempak.
"Mengapa semua orang sepertinya begitu menyukai dan terus saja memukul kepalaku"
Jawab Inyoko sambil mengelus bagian kepalanya.
Jawaban Inyoko itu disambut gelak tawa keempat sosok yang berdiri dihadapannya,termasuk rajawali dewa perang.
Keempat sosok tersebut dan rajawali dewa perang kemudian saling tersenyum,dalam hati mereka ada suatu keyakinan dan kepercayaan yang besar kepada pemuda yang ada didepan mereka tersebut.
Mereka percaya suatu hari nanti pemuda tersebut akan membawa kedamaian dan mampu mengalahkan kekuatan reinkarnasi kekuatan raja iblis.
Tidak lama kemudian keempat sosok yang tadi muncul secara tiba-tiba itu perlahan menghilang dari hadapan Inyoko seperti tersapu oleh angin malam.
Disaat bersamaan Inyoko mulai merasakan aliran cahaya energi pertapa kembali mengalir didalam tubuhnya.
Kekuatan yang sempat disegel oleh Thun Dit karena merasa jiwa Inyoko berada dalam bahaya karena menyerap hawa kekuatan iblis saat berhadapan dengan Men Dhi Wu.
Inyoko mulai mengatur aliran energi didalam tubuhnya,aura energi tiga dewa penguasa bumi,energi alam dan cahaya energi pertapa adalah tiga jenis tenaga dalam yang kini dikuasai oleh Inyoko.
Tubuh Inyoko mengeluarkan cahaya berwarna biru,putih dan keemasan secara bergantian tergantung jenis tenaga dalam yang sedang dia gunakan.
Sementara itu Mai Chen dan yang lainnya masih terlihat tertidur tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Suasana di kawasan hutan wilayah selatan malam itu terlihat jauh lebih tenang daripada malam-malam sebelumnya.
Tapi Inyoko sendiri dapat merasakan ada kekuatan-kekuatan yang kini sedang mengintai keberadaan mereka.
Dan dipastikan kekuatan-kekuatan itu tidak berasal dari orang-orang ataupun makhluk-makhluk yang berniat baik.
Rajawali dewa perang yang berdiri disamping Inyoko pun dapat merasakan hal yang sama dengan tuan nya itu.
Dengan spontan rajawali dewa perang mengeluarkan golok pusaka naga yang selama ini tersimpan dibalik sayapnya,dan melemparkannya kepada Inyoko.
Thun Dit wujud lain dari golok pusaka naga sendiri yang selama ini meminta Inyoko agar tidak menggunakan golok pusaka peninggalan pertapa naga itu,karena merasa Inyoko belum memiliki kekuatan untuk mengendalikannya.
Akan tetapi setelah pertemuan dengan keempat sosok barusan,tidak ada lagi alasan untuk menahan Inyoko menggunakan golok pusaka naga.
Inyoko melirik tajam memperhatikan keseliling tempat dia tengah berdiri bersama rajawali dewa perang.
Gelap nya malam tidak menghalangi penglihatan Inyoko untuk melihat posisi dan keberadaan makhluk-makhluk yang sedang mengintainya dan teman-temannya.
Dalam sebuah tebasan golok pusaka naga tiba-tiba tiga siluman kera berjatuhan dari atas pepohonan dengan tubuh terbelah dua.
Inyoko dapat merasakan kekuatan yang dia miliki saat ini telah jauh meningkat dari sebelumnya.
Tebasan golok pusaka naga yang dia gunakan barusan bahkan tidak memperlihatkan gelombang energi tenaga dalam sama sekali,sehingga tidak menyadari datangnya serangan yang dilepaskan oleh Inyoko.
Rajawali dewa perang yang menyaksikan sebuah pembukaan serangan dari Inyoko tersebut terlihat tersenyum dengan rasa penuh kagum.
Belum hilang rasa kagum rajawali raksasa itu,Inyoko melompat tinggi ke udara, mengeluarkan jurus tarian pengemis suci dengan golok pusaka naga.
Salah satu jurus dari kitab ilmu cu cirian itu dikombinasikan dengan tiga jenis aliran tenaga dalam milik Inyoko sambil mempraktekan teknik-teknik dia dapatkan dari empat sosok yang baru saja mengajarinya.
Semua terasa berhenti bergerak saat Inyoko melakukan aksinya tersebut.
Semua benda,semua makhluk yang terkena pancaran gelombang energi Inyoko seperti terdiam mematung.
Dengan begitu mudah nya Inyoko menaklukan kelompok siluman kera yang bersembunyi di atas pepohonan hutan rimba itu.
Satu persatu siluman kera berjatuhan dari pepohonan dengan kondisi tubuh bersimbah darah setelah terkena serangan golok Inyoko.
Siluman-siluman kera tersebut mati tanpa sempat melakukan serangan dan tidak bisa bergerak sedikitpun.
Ada sekitar tiga puluhan siluman kera yang menjadi korban kekuatan baru Inyoko.
Dari jasad-jasad siluman kera tersebut keluar bayangan kera-kera hutan yang terlihat tersenyum dan berterimakasih kepada Inyoko.
__ADS_1
Sama seperti Ba Nun kera-kera tersebut selama ini dipaksa menjadi siluman oleh kekuatan kutukan Rakensu.