
Inyoko bersama dengan Mai Chen,putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga melanjutkan perjalanan menelusuri kawasan hutan rimba wilayah selatan dengan menaiki rajawali dewa perang tanpa putri Koa yang harus tinggal untuk sementara waktu bersama dengan para manusia gunung.
Tujuan perjalanan mereka adalah mencari keberadaan Rakensu,pemimpin para siluman yang selama ini menguasai dan menebar teror di wilayah tersebut.
Telah dua hari rombongan Inyoko melakukan perjalanan,dan selama itu pula,saat mereka berhenti untuk beristirahat harus berhadapan dengan para siluman-siluman penghuni kawasan hutan wilayah selatan.
Sejauh ini belum ada siluman-siluman yang merepotkan mereka seperti siluman monster kelabang Ba Nun.
Malam itu rombongan Inyoko memilih untuk beristirahat ditengah hutan wilayah selatan.
Sebuah padang rumput yang cukup luas bagi mereka dan rajawali dewa perang untuk beristirahat.
Terdapat aliran sungai yang membelah padang rumput tersebut.
Hari sudah mulai gelap,tempat itu terasa sangat tenang, sepertinya Inyoko dan teman-temannya dapat tidur nyenyak malam ini,tidak seperti beberapa hari sebelumnya,ketika malam tiba mereka dipaksa untuk menghadapi para siluman-siluman yang mencoba memangsa mereka.
Seperti biasa rajawali dewa perang tengah sibuk ditengah sungai, menangkap beberapa ekor ikan untuk mereka santap malam ini.
Mai Chen dan Inyoko sedang membuat tenda dari batang-batang pohon,sebagai tempat untuk mereka berteduh malam ini.
Sedangkan putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga terlihat sibuk mempersiapkan api unggun.
Setelah selesai menyantap makan malam yang dibuat oleh Paja Bing Nga dari beberapa ekor ikan hasil tangkapan rajawali dewa perang,Inyoko bergerak menuju pinggiran sungai untuk melatih aura energi tiga dewa penguasa bumi dan kekuatan energi alam miliknya.
Inyoko mulai duduk bersila diatas sebuah batu besar yang ada dipinggiran sungai ditemani oleh rajawali dewa perang yang tetap berjaga-jaga, mengantisipasi gangguan-ganggguan yang mungkin muncul dari para siluman yang bisa saja datang secara tiba-tiba.
Sementara itu Mai Chen dan yang lainnya memperhatikan dari depan perapian.
Malam semakin larut,suasana begitu sangat hening,Inyoko pun telah selesai dengan persemediannya.
Cahaya bulan bersinar begitu terang,sehingga memantulkan bayangan wajah Inyoko pada permukaan air sungai yang sangat jernih itu.
Inyoko mulai melamun kan apa yang telah dia lewati selama beberapa bulan terakhir, saat-saat ketika awal perjumpaan nya dengan Mai Chen dan gurunya tetua Ho,hingga saat-saat dirinya kehilangan Fan Ning.
Air mata jatuh membasahi pipinya,semua beban terasa berat untuk dia pikul.
"Plaaaak...Plaaaak"
Sebuah pukulan yang sudah lama tidak dirasakan Inyoko mendarat ke kepalanya.
Pukulan itu berasal dari kepakan sayap rajawali dewa perang,yang memecah lamunan Inyoko.
"Sudahlah tuan"
__ADS_1
"Aku paham betul apa yang kini sedang engkau lamunkan"
"Kau harus tetap tegar,semua ini sudah menjadi takdir dan jalan yang harus kau tempuh"
"Kau harus cepat menjadi lebih kuat,karena nasib dunia kini ada di tanganmu"
Ucap rajawali dewa perang kepada Inyoko.
Inyoko tersadar dari lamunannya.
"Mengapa harus aku?"
"Aku merasa beban ini sangat berat dipundak ku,aku tidak sanggup memikul tanggung jawab yang begitu besar seperti ini"
Jawab Inyoko sambil mengelus kepalanya yang baru saja mendapatkan pukulan dari sang rajawali pertapa itu.
"Aku yakin kau sanggup,bahkan pertapa Ghon Jong dan Le Nyai sang leluhur pertapa mempercayakan kekuatan mereka padamu"
"Kuatkan hatimu tuan,jangan biarkan bisikan iblis membuatmu lemah"
Sambung rajawali dewa perang.
Tidak lama kemudian,suasana ditempat itu berubah seketika.
Suara petir menyambar-nyambar seperti saling bersahutan.
Membuat suasana hutan menjadi mencekam dan menyeramkan.
Tiba-tiba kilatan petir bersinar menyilaukan,membuat Inyoko sulit untuk melihat.
Ketika cahaya kilatan petir itu menghilang,suasana ditempat itu kembali seperti semula.
Inyoko memperhatikan ke sekelilingnya,dan mendapatkan Mai Chen dan yang lainnya dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.
Hal ini membuat Inyoko sangat terkejut dan ingin bergegas menuju tempat teman-temannya tersebut.
"Kau tidak perlu risau dan kuatir tuan"
"Mereka hanya tertidur sebentar,karena sesaat lagi kau akan kedatangan tamu"
"Tamu-tamu itu tidak ingin kedatangan mereka disaksikan oleh orang lain".
Ucap rajawali dewa perang mencoba menenangkan Inyoko.
__ADS_1
Suara petir kembali meledak dahsyat,bahkan sambarannya menembus hingga ketanah tempat Inyoko dan rajawali dewa perang berada.
Bersamaan dengan petir itu muncul empat sosok yang cukup mengejutkan Inyoko.
Keempat orang yang sudah sangat dikenal oleh Inyoko.
Mereka adalah pertapa Ghon Jong,Hi Nyiak wujud lain dari harimau putih,Thun Dit wujud manusia dari golok pusaka naga serta Ba Nun sang putri jelmaan siluman kelabang.
Yang membuat Inyoko semakin terkejut sebab ini adalah untuk pertama kalinya dia bertemu dengan Hi Nyiak dan Thun Dit di alam dunia karena sebelum-sebelumnya mereka hanya bisa berkomunikasi dalam dimensi alam pikiran Inyoko.
Ke empat sosok itu tersenyum melihat Inyoko, sementara Inyoko masih terpana menyaksikan keempat manusia tersebut.
"Plaaaak.... plaaaak"
"Apa yang membuat ekspresi mu seperti orang begitu bocah?"
"Jangan membuatku malu,karena memilih orang seperti mu menjadi tuan ku"
Ucap Thun Dit wujud lain dari golok pusaka naga sambil melayangkan pukulannya ke kepala Inyoko.
Pertapa Ghon Jong tertawa lepas melihat tingkah konyol Inyoko dan Thun Dit.
Ghon Jong adalah pemilik pertama dari golok pusaka naga.
Ghon Jong mencapai puncak kejayaannya di dunia persilatan bersama golok pusaka naga dan berhasil menaklukan raja iblis pada masa itu.
Selain itu Ghon Jong juga merasa takjub kepada Inyoko,karena bukan hanya berhasil membuat dirinya dan Thun Dit menyerahkan kekuatan mereka kepadanya,tetapi juga dua hewan pertapa lain dan seorang jelmaan siluman.
Tentu saja keberadaan Ba Nun sebagai jelmaan siluman bersama mereka,menimbulkan pertanyaan pada mereka semua,kecuali pertapa Ghon Jong.
Karena memang hanya dialah yang mengerti mengapa jelmaan siluman kelabang seperti Ba Nun bisa memasuki jiwa Inyoko.
"Kalian semua tidak usah kuatir,aku yang paling mengerti tentang kekuatan para iblis dan pimpinan mereka raja Iblis"
"Meskipun wanita ini adalah jelmaan siluman iblis,tetapi jiwa murninya belum dikuasai sedikitpun oleh iblis"
"Oleh karena itu kehadirannya dan mustika siluman didalam diri Inyoko,tidak membuat ruang jiwa Inyoko terpengaruh oleh kekuatan Iblis"
Jelas pertapa Ghon Jong.
Inyoko mendekati Hi Nyiak,wujud lain dari harimau putih, hewan pertapa pertama yang menjadi miliknya.
Hewan pertapa yang menjadi temannya yang pertama.
__ADS_1
Hi Nyiak ataupun harimau putih bahkan telah tewas saat melindungi Inyoko ketika berhadapan dengan monster laba-laba iblis.