
Mereka mulai keluar dari celah batu yang ada di gunung itu satu persatu.
mereka membagi tiga arah pelarian mereka.
mereka tidak menduga jika di seluruh wilayah pegunungan itu Em Phul telah menyebar pasukan nya.
Hanya menunggu waktu saja bagi mereka untuk bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Em Phul.
Dan pada akhirnya pertemuan dan pertempuran tidak dapat terelakkan lagi.
Kalah jumlah sudah tentu menjadi penentu pertempuran itu.
tapi setidaknya Kelompok Kakek Gwen dan Guru Bha Thuang sedikit lebih tenang karena hanya berhadapan dengan pendekar-pendekar tingkat menengah,sementara pasukan yang dipimpin langsung oleh Em Phul berhadapan dengan Inyoko di sekitar daerah tebing gunung itu.
Pertempuran sengit terjadi di ketiga tempat tersebut.
Em Phul terlihat belum turun dari kudanya.
dia masih memperhatikan pasukan nya bertarung dengan kelompok Inyoko.
Em Phul ingin memastikan bahwa target yang diinginkan tuan nya itu adalah memang orang yang pantas.
Kebangkitan Aura Merah Pertapa Naga ternyata telah diketahui oleh Manusia Iblis Ghun Thang.
ternyata Serigala Iblis Neraka yang pernah dikalahkan Inyoko adalah salah satu hewan pertapa milik Manusia Iblis Ghun Thang.
saat itu Inyoko berhasil mengalahkan hewan pertapa itu,ketika dirinya membangkitkan Aura Merah Pertapa Naga.
tidak ada yang mengetahui tujuan Manusia Iblis Ghun Thang terhadap Inyoko.
"Untuk orang seusianya,bocah itu memang lumayan tangguh,tapi kenapa tidak ada yang benar-benar spesial yang aku lihat dari bocah itu"
Em Phul bergumam dalam hati,setelah menyaksikan Inyoko bertarung dengan mengkombinasikan beberapa jurus yang dikuasainya.
Disaat ketiga kelompok Inyoko itu mulai terdesak,muncul kekuatan yang tidak kalah besar dibelakang mereka.
semua orang yang berada dalam pertempuran itu sangat terkejut.
kekuatan besar itu muncul dengan membawa Panji-panji dan bendera Sekte aliran putih.
yang dipimpin langsung oleh pemimpin gabungan aliran putih Tetua Phi Thoek si Pendekar Arif Mabuk.
Semua kekuatan aliran putih sekte Ming kini berada di wilayah pegunungan itu.
__ADS_1
Situasi kini berkembang diluar dugaan Liem Bong yang memimpin pasukan Kalajengking Merah dan Kelelawar Hitam.
kini situasi terdesak berbalik kepadanya.
menghadapi para elit dunia persilatan aliran putih mungkin bukan lah keputusan yang bijak.
Tapi Liem Bong tidak ingin membatalkan misi nya membawa serta dan menangkap Inyoko untuk diserahkan kepada pimpinan utama mereka yaitu Manusia Iblis Ghun Thang.
Akan tetapi saat ini bersama kelompok Inyoko telah hadir pasukan aliran putih yang dipimpin Kakek Capuk Gembel,Sepuh Suci Sekte Dha Us dan Dewi Mata Dara.
Kabar tentang Kota Dhu Mai yang telah diambil alih sekte Kalajengking Merah sedikit terlambat diketahui oleh para ketua Sekte aliran putih.
Semua sekte aliran putih dibawah pimpinan Tetua Phi Thoek sepakat menggerakkan semua kekuatan mereka menuju Kota Dhu Mai,beserta seluruh penduduk kota Bha Tham.
dan mereka bergerak lima hari setelah keberangkatan Inyoko dan teman-temannya meninggalkan Kota Bha Tham.
Tujuan Utama mereka tentu saja mengambil alih kota Dhu Mai dari penguasaan Sekte Kalajengking Merah.
setibanya pasukan gabungan aliran putih tersebut di kota Dhu Mai yang tersisa hanya sedikit Pasukan Kalajengking Merah,sehingga dengan mudah kota itu direbut oleh pasukan gabungan aliran putih.
Liem Bong mencoba bersiasat,Liem Bong memerintahkan seluruh pasukan yang ada disekitar nya untuk maju menyerang para tokoh aliran putih yang ada didekat Inyoko.
Liem Bong mengorbankan pasukan nya hanya demi menunggu saat-saat Inyoko lengah dan siap untuk diserang.
Liem Bong yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu langsung melesat cepat ke arah Inyoko.
Fan Ning mengetahui gerakan Liem Bong yang menjadikan Inyoko sebagai targetnya segera menghadang.
tentu saja Fan Ning bukanlah penghalang berarti bagi Liem Bong.
dengan mudah Liem Bong menghindari dan memukul balik Fan Ning.
Fan Ning tersungkur dan mengalami luka dalam.
Fan Ning mencoba bangkit kembali dan ingin menyerang Liem Bong.
merasa sangat kesal dengan gangguan Fan Ning,Liem Bong meningkatkan Hawa Energi miliknya,Liem Bong berniat menghabisi Fan Ning saat itu juga.
Inyoko bereaksi melihat Fan Ning yang dalam keadaan bahaya
dengan Ilmu meringankan tubuh Langkah Dewa yang didapatnya dari kakek Gwen,melesat cepat berniat menyelamatkan Fan Ning.
Inyoko berhasil sedikit menahan serangan Liem Bong itu.
__ADS_1
Liem Bong semakin murka dan gelap mata.
Dia melupakan misi nya untuk menangkap Inyoko,tujuan nya kini berubah hendak menghabisi semua lawan nya.
Inyoko mulai terdesak karena perbedaan kekuatan nya yang cukup jauh dengan Liem Bong.
Dewi Mata Dara dan Kakek Dha Us sempat melihat situasi Inyoko dan cucunya Fan Ning dalam keadaan terdesak.
tapi kedua jagoan itu tidak dapat berbuat banyak,karena mereka disibukan dengan pasukan Kalajengking Merah dan Kelelawar Hitam yang terus menyerang mereka.
Inyoko tidak menyerah begitu saja,Inyoko melayani setiap serangan Liem Bong dengan Jurus-jurus yang dikuasainya.
Inyoko tersungkur dan muntah darah akibat sebuah pukulan Liem Bong.
Liem Bong berniat menghabisi Inyoko yang sedang tergeletak itu tapi lagi-lagi Fan Ning mengganggu niat nya,kali ini giliran Fan Ning yang mendapat pukulan telak dari Liem Bong.
Fan Ning benar-benar dalam keadaan gawat,Limbong mengarahkan pedang nya hendak menusuk Fan Ning.
Inyoko dengan sisa kekuatan nya melompat kearah Liem Bong,memeluk dan mendorong tubuh Liem Bong hingga berada di pinggir tebing gunung itu.
Liem Bong membalikkan ujung pedang nya dan menusukan pedang itu kebelakang tubuh nya yang ditahan oleh Inyoko.
pedang itu mengenai perut Inyoko,tapi Inyoko tersenyum menatap Liem Bong,bersamaan dengan itu aura merah pertapa naga bangkit dari tubuh nya yang merangkul tubuh Liem Bong itu.
Inyoko terus mendorong tubuh Liem Bong yang ada didalam pelukannya itu.
Inyoko berniat menjatuhkan Liem Bong dsri tebing gunung itu.
Liem Bong berusaha melepaskan diri dari Inyoko,akan tetapi kekuatan aura merah pertapa naga yang dikeluarkan Inyoko tidak dapat dilawan oleh nya.
Liem Bong kembali menusukan pedang nya kearah perut Inyoko.
Inyoko tetap tersenyum,seperti tidak merasakan apa-apa.
Hingga akhir nya kedua orang itu berada tepat dibibir tebing gunung itu.
Jauh dibawah tebing itu terdapat aliran sungai yang cukup deras.
sungai itu dikenal sebagai sungai Dewa Neraka atau Sungai Tha Bek.
Liem Bong tidak dapat menghentikan Inyoko dengan kekuatan nya saat ini,hingga akhir nya Inyoko berhasil mendorong tubuh Liem Bong jatuh dari tebing itu.
tapi disaat-saat terakhir Liem Bong menggenggam tangan Inyoko dan membawa Inyoko jatuh bersama nya kedalam jurang di bawah tebing itu.
__ADS_1
dan aliran deras sungai Tha Bek telah menanti tubuh mereka.