
Pertarungan dengan Sam Pa Deh,salah satu pendekar bawahan Rakensu memberikan dampak yang cukup membuat Mai Chen,Paja Bing Nga dan putri Wa Dehn terpukul.
Pengalaman saat mereka berada didalam dimensi dunia mimpi memberikan efek pada mental mereka.
Mai Chen dan yang lain nya terseret pada pahitnya kenangan masa lalu mereka tidak terkecuali juga kepada Inyoko.
Sementara itu putri Wa Dehn merasakan rasa malu yang luar biasa setelah sempat menerima perlakuan Inyoko saat bermesraan dengannya.
Meskipun putri Wa Dehn menyadari jika saat itu Inyoko sedang berada dibawah pengaruh racun buah mimpi dan menganggap dirinya sebagai sosok Fan Ning.
Tapi apa yang dilakukan oleh Inyoko tersebut cukup membuat dirinya merasa dipermalukan.
Ke empat orang itu melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan hutan kabut yang terlihat kembali normal bersama rajawali dewa perang.
Tak ada satupun perkataan yang keluar dari mulut mereka saat memulai melanjutkan perjalanan tersebut.
Inyoko mulai merasa canggung dan merasakan ada sesuatu yang aneh diantara mereka.
"Saudara Chen,adik Bing dan adik Wa apa yang sedang kalian pikirkan?"
"Sejak pertarungan menghadapi Sam Pa Deh dan meninggalkan hutan kabut sepertinya ada sesuatu yang aneh pada kalian"
Ucap Inyoko memulai membuka percakapan diantara mereka.
Mai Chen terlihat mengepalkan kedua tangan nya,matanya memerah,seperti memendam emosi dan ketakutan yang bercampur aduk.
"Manusia iblis itu begitu kejam dan mengerikan,aku tau jika kakek ku Lao Chen tewas ditangannya,tapi aku tidak pernah tau kejadiannya seperti apa"
"Saat berada didalam dunia mimpi aku melihat tubuh kakek ku hancur berkeping-keping oleh kekuatan manusia iblis Ghun Thang"
"Meskipun aku tau kau memiliki kemampuan yang cukup tinggi,tapi manusia iblis itu memiliki kekuatan yang jauh lebih mengerikan"
Jawab Mai Chen.
Sementara itu Paja Bing Nga mulai menangis dan terisak-isak,kesedihan tampak jelas dimatanya.
Dimensi dunia mimpi membawanya pada satu peristiwa yang sulit diterimanya.
Dalam mimpinya dia menyaksikan kedua orang tuanya ternyata mati ditangan kakeknya sendiri Tung Gak.
Paja Bing Nga masih tidak dapat mempercayai jika kakek yang begitu menyayanginya ternyata adalah orang yang telah menghabisi keluarganya.
"Apakah kakak tidak mengingat apa yang kakak lakukan tadi?"
Ucap putri Wa Dehn sedikit terbata-bata kepada Inyoko.
__ADS_1
"Sedikitpun aku tidak mengerti dengan maksud ucapan mu itu adik Wa"
"Yang ada dalam ingatan ku hanyalah saat pertarungan melawan Sam Pa Deh"
"Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku?"
Tanya Inyoko penuh penasaran.
Mendengar perkataan Inyoko membuat putri Wa Dehn merasa sedikit lega.
Setidaknya Inyoko tidak menyadari perbuatan yang telah dia lakukan kepadanya.
Ditengah perbincangan tersebut, tiba-tiba sebuah gelombang energi menghantam tubuh rajawali dewa perang,dan membuat tubuh hewan pertapa yang membawa Inyoko serta teman-temannya itu terpental bahkan membuat putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga terjatuh dari tubuh rajawali dewa perang.
Dengan cepat Inyoko melompat untuk menyelamatkan keduanya,akan tetapi Inyoko tidak cukup cepat untuk dapat meraih kedua wanita tersebut.
Inyoko meminta rajawali dewa perang untuk segera menyelamatkan Paja Bing Nga, sementara dirinya mencoba menggapai tubuh putri Wa Dehn.
Usaha Inyoko dan rajawali dewa perang tidak berjalan dengan mulus karena serangan gelombang energi kembali mengincar mereka.
Serangan gelombang energi tersebut berasal dari sekelompok siluman kelelawar berwarna hijau.
Kawanan siluman itu terus menyerang kelompok Inyoko yang sedang berusaha menyelamatkan Paja Bing Nga dan putri Wa Dehn.
Inyoko terpaksa harus menghindari setiap serangan tersebut sambil menyelamatkan teman-temannya.
Inyoko berhasil mendekat kepada putri Wa Dehn dengan jurus meringankan tubuh langkah dewa miliknya.
Dengan cepat Inyoko memeluk tubuh putri Wa Dehn yang awalnya seperti putus asa.
Wajah gadis itu merah merona ketika mengetahui jika Inyoko datang menyelamatkannya.
Tak ada lagi rasa takut didalam hatinya,yang ada hanya detakan jantung yang terasa sangat kencang saat tangan Inyoko memeluk tubuhnya.
Inyoko membawa putri Wa Dehn mendarat pada bebatuan diatas sebuah tebing.
Sebelum meninggalkan putri Wa Dehn dan memastikan jika tempat itu aman untuk sang gadis Inyoko menyempatkan diri mengelus kepala gadis itu sambil tersenyum.
"Adik Wa,diam lah disini,aku akan segera kembali setelah membinasakan para siluman itu"
Ucap Inyoko.
Perlakuan dan perkataan Inyoko yang membuat putri Wa Dehn berbunga-bunga dan seperti terbang melayang, seakan-akan lupa jika dihadapan nya ada sekelompok siluman kelelawar yang ingin mencelakakan dirinya.
Tak lama kemudian rajawali dewa perang juga menurunkan Paja Bing Nga di tempat yang sama,setelah berhasil menyelamatkan gadis itu.
__ADS_1
Sementara itu Mai Chen masih terlihat dengan kondisi terdiam dalam trauma.
Inyoko segera menaiki rajawali dewa perang,dan mengajaknya melesat ketempat para siluman kelelawar berada.
Serangan gelombang energi para siluman-siluman kelelawar terus menerus menyerang mereka.
Bahkan sesekali serangan gelombang energi tersebut diiringi dengan senjata-senjata berbentuk jarum-jarum halus yang dikeluarkan oleh para siluman itu dari mulutnya.
Inyoko mengeluarkan aura energi tiga dewa penguasa bumi dan cahaya energi pertapa untuk membentuk sebuah bola energi pelindung,yang melindunginya dan rajawali dewa perang dari serangan para siluman kelelawar itu.
Sebuah pengalaman bertarung yang baru untuk Inyoko menghadapi para siluman kelelawar tersebut,karena untuk pertama kalinya Inyoko menghadapi musuh yang bertarung dengan teknik bertarung jarak jauh.
Untung saja bola energi pelindung yang diciptakan oleh Inyoko cukup kuat untuk menahan setiap serangan yang dilepaskan oleh para siluman itu.
Sehingga memberikannya kesempatan untuk berpikir mencari jalan keluar untuk menghadapi siluman-siluman kelelawar.
"Tuan,sebaiknya cukup aku yang menghadapi mereka,pertarungan di atas udara bukanlah keahlian mu"
"Ini akan cukup merepotkan buat mu"
Ucap rajawali dewa perang kepada Inyoko.
"Tidak,saudara rajawali"
"Pertarungan ini akan sangat penting buatku"
"Aku ingin mengukur kemampuan bertarung ku diatas udara seperti ini"
Jawab Inyoko kepada rajawali dewa perang.
"Baiklah tuan,aku berharap anda tidak memaksakan diri"
Balas rajawali dewa perang.
Inyoko mencabut golok pusaka naga dari sarungnya.
Gabungan aura energi tiga dewa penguasa bumi dan cahaya energi pertapa menyelimuti golok pusaka ditangan Inyoko.
Golok pusaka naga mengeluarkan cahaya berwarna kebiruan.
Inyoko melompat tinggi dari tubuh rajawali dewa perang dengan teknik langkah dewa yang dia miliki.
Dalam posisi ketinggian Inyoko mengeluarkan jurus tarian pengemis suci yang dikombinasikan dengan golok pusaka naga.
Gelombang energi cukup besar keluar dari golok pusaka naga yang dibarengi dengan kilatan petir disekitarnya.
__ADS_1