
Pagi itu rombongan Kuanyu dijamu oleh kepala suku Awai.
Kuanyu dan rombongan nya mencoba menjelaskan tujuan kedatangan mereka ke Negri Timur Jauh Ham Pai.
selain untuk memberitahukan pendirian negara Paja Bing Nguang dan meminta bantuan pangan juga meminta bantuan kerjasama menghadapi Kekaisaran Ming yang sedang di bawah pengaruh Manusia Iblis Ghun Thang.
"Jika apa yang kalian ceritakan itu benar,kita tidak bisa tinggal diam"
"mungkin Negri Timur Jauh Ham Pai ini akan menjadi target mereka selanjutnya"
"aku akan mencoba mengumpulkan para kepala suku secepat nya,untuk membicarakan hal ini"
"walaupun sebetulnya sulit untuk mempertemukan mereka,karena situasi pemerintahan saat ini"
Ucap Nionyo pada rombongan Kuanyu.
"sebaiknya tuan kepala suku dapat menjelaskan duduk persoalan nya dengan bijak kepada Kepala Suku yang lain"
Sambung Sepuh Suci Sekte Dha Us.
Tiba-tiba perbincangan mereka terhenti,setelah salah seorang anggota suku Awai masuk ketempat pertemuan itu dalam keadaan penuh luka.
"apa yang terjadi padamu"
"siapa yang berani berbuat seperti ini kepadamu"
tanya Nionyo kepada anggota suku nya itu.
"mereka menyerang wilayah Bha So"
"mereka telah sampai di daerah sungai Pa Rhak Buncih"
"mereka berpakaian serba hitam dengan bendera Kalajengking berwarna merah,dan sepertinya ada anggota Suku Khe Tek bersama pasukan itu"
Jawab anggota suku Awai yang terluka itu dan tidak lama kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"kumpulkan semua anggota suku Awai,kita akan bergerak menumpas mereka yang telah berani mengotori tanah kelahiran kita"
"Dasar suku barbar Khe Tek,kali ini siapa yang kalian ajak bersekutu"
Teriak Nionyo penuh emosi.
Tentu saja rombongan Kuanyu sangat terkejut mendengarkan apa yang baru saja disampaikan oleh anggota Suku Awai yang tewas itu.
Bendera Kalajengking Merah!!!!
Bendera kebesaran Sekte Aliran Hitam yang dipimpin oleh Manusia Iblis Ghun Thang.
mereka tidak menyangka pengaruh Manusia Iblis Ghun Thang telah sampai ke Negri Timur Jauh Ham Pai.
Semua pendekar Suku Awai kini telah berkumpul di depan kediaman Nionyo.
mereka semua menunggu perintah kepala suku nya itu.
tanpa banyak bicara Nionyo menaiki kuda nya.
seekor kuda hitam tinggi yang gagah dan berukuran sangat besar.
Belum sempat menggerakkan anggota suku Awai sebuah anak panah melesat sangat cepat ke arah Nionyo.
Nionyo dengan santai menangkap anak panah itu dengan tangan nya.
"ternyata usia tidak mempengaruhi kemampuan anda kepala suku Nionyo"
__ADS_1
"tidak salah anda bergelar orang terkuat tanah Bha So"
ucap seorang pria dari arah muncul nya anak panah itu.
"kau...."
"Thu Ngau"
ucap Nionyo geram.
"ya ini aku paman"
" Thu Ngau,kepala Suku Khe Tek yang baru, menggantikan ayahku yang sudah menua"
"ayahku,telah aku izinkan untuk beristirahat selamanya"
"dia sudah terlalu lemah untuk mengurus suku Khe Tek dan negri ini"
Jawab orang yang bernama Thu Ngau itu.
"Biadab"
"Kau telah membunuh Lha Ngau ayahmu sendiri"
"meskipun kami saling bertentangan tapi dia adalah teman ku"
"kau benar-benar anak iblis"
Ucap Nionyo semakin emosi.
"hahahaha"
"tidak perlu terkejut dan emosi seperti itu paman"
"cukup paman dan semua anggota Suku Awai menyerah dan mendukung ku menjadi Kepala Suku Besar yang baru,maka kalian semua akan aku ampuni"
Salah seorang anggota suku Awai tidak dapat menahan emosi nya,kemudian menyerang ke arah Thu Ngau.
tapi dalam sekejap seorang pria bertopeng tengkorak emas mengayunkan golok nya.
Gelombang energi goloknya itu membelah tubuh anggota suku Awai tersebut.
"Kau terlalu berlebihan Katumba si Tengkorak Emas"
"jangan buang tenaga mu untuk tikus lemah seperti itu"
Ucap Em Phul yang tiba-tiba muncul dibelakang Thu Ngau
Kuanyu adalah satu-satunya orang ditempat itu yang pernah berhadapan langsung dengan Em Phul,saat pertarungan di istana kaisar Ming.
"Lama tidak bertemu ketua Sekte Pengemis Suci"
"aku harap kemampuan mu sudah meningkat dan dapat menemaniku sedikit bersenang-senang"
Ucap Em Phul pada Kuanyu.
"Kau benar-benar tidak sopan"
"ini adalah wilayah suku Awai"
"dan mereka adalah tamu-tamu kami"
"kami yang akan membuat perhitungan dengan kalian"
__ADS_1
Teriak Nionyo,yang kemudian langsung melesat menyerang kearah Thu Ngau.
Nionyo tidak dibiarkan menyerang begitu saja,Katumba menghadang nya dengan sabetan gelombang energi golok ditangan nya.
Nionyo bukan lah pendekar biasa,sabetan energi golok itu tidak berpengaruh padanya.
dengan sangat cepat Nionyo telah berada di hadapan Katumba.
Nionyo mencengkram leher Katumba dengan sebelah tangan nya.
dalam sekejap tubuh Katumba meledak dan hancur berserakan.
Nionyo menunjukan kekuatan nya yang mengerikan.
"Ternyata informasi yang aku dapatkan itu benar sekali"
"kau memang orang yang sangat kuat, seandainya kau mau bergabung dengan kami,tentu semua akan jadi lebih mudah"
Ucap Em Phul.
tanpa banyak bicara Nionyo kembali melesat cepat dan kali ini Em Phul yang menjadi sasaran nya.
akan tetapi Thu Ngau menghadangnya.
"Paman sebaiknya aku yang melayani mu"
"aku akan mengirim mu ketempat ayahku"
ucap Thu Ngau yang kemudian menyerang Nionyo.
Terjadi pertarungan tingkat tinggi antara Nionyo dan Thu Ngau.
Nionyo sedikit terkejut dengan gerakan dan jurus yang diperlihatkan oleh Thu Ngau.
jurus-jurus yang jauh berbeda dengan jurus yang dimiliki oleh Suku Khe Tek.
"Mengapa kau sepertinya sangat terkejut paman?"
"jurus-jurus ini adalah jurus yang aku terima dari tuan Ghun Thang"
"jurus-jurus ini yang telah menghabisi teman mu Lha Ngau, ayah ku"
Ucap Thu Ngau pada Nionyo.
sementara itu Kuanyu dan rombongan nya tidak tinggal diam.
mereka menghadapi Em Phul dan pendekar-pendekar lain dari kelompok Suku Khe Tek.
"aku dengar kau telah mati ditangan Kakek Gwen saat pertempuran di kota Dhu Mai tempo hari"
"tapi sepertinya kau memiliki banyak nyawa manusia iblis"
ucap Kuan yu pada Em Phul
"hahahhaha"
"pertapa tua itu cukup merepotkan ku"
"tapi kau bisa lihat sendiri bukan,aku masih disini"
"dan kali ini kalian semua akan jadi pelampiasan dendam ku"
teriak Em Phul
__ADS_1
pertempuran antara dua dari tiga suku terkuat Negri Timur Jauh Ham Pai itu pun tidak dapat terelakkan lagi.
Suku Awai dan Suku Khe Tek.