Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Siasat Perang sang Jendral II


__ADS_3

Jendral Men Dhi Wu yang semula terlihat panik menyaksikan para prajurit infanteri nya dibantai habis oleh musuh,kini sudah terlihat lebih tenang.


"Ternyata ada ahli strategi kaya pengalaman dalam pasukan musuh"


"Kita semua benar-benar telah termakan siasat mereka"


Ucap jendral Men Dhi Wu sambil tersenyum.


"Perang ini ternyata lebih menyenangkan dari lebih dari yang aku duga"


"Hahahaha"


"Sepertinya kita tidak perlu bersusah payah ke ibukota A Ngek untuk menghancurkan mereka"


"Lembah kelok sembilan ini akan aku ubah menjadi lembah pemakaman mereka"


Teriak jendral Men Dhi Wu sambil tertawa.


Jendral Men Dhi Wu meminta pangeran Lha Cah bersama dengan pasukan menara pelontar bom untuk maju kegaris depan,dan di ikuti olah pasukan pemanah yang dipimpin oleh komandan perang A Jho.


Jendral Men Dhi Wu sepertinya hendak menghancurkan dinding tebing-tebing yang mengapit lembah kelok sembilan.


"Dengan begini mereka tidak akan dapat bersembunyi dan bersiasat lagi"


"Setelah ini aku akan menelan jantung pemimpin mereka"


Ucap jendral Men Dhi Wu penuh rasa percaya diri.


Pasukan pelindung naga yang dipimpin kakek Gwen yang berada pada bagian terluar lembah kelok sembilan merasa sangat kaget melihat perubahan pergerakan pasukan musuh.


Mereka melihat menara-menara pelontar bom yang perlahan bergerak maju digaris terdepan.


Kakek Gwen meminta semua pasukan pelindung naga untuk waspada dan bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Sementara itu kakek pertapa itu dengan cepat melesat menuju bagian atas tebing untuk memberitahukan pergerakan musuh yang terasa janggal itu.


"Hahahhaah"


"Aku sudah lama tidak berhadapan dengan musuh cerdas dan ahli siasat seperti ini"


"Mereka berniat meratakan tempat ini"


"Dan menjadikan lembah ini sebagai tempat pertempuran"

__ADS_1


"Tidak ada jalan lain,kita tidak bisa terus berada di atas tebing ini"


"Tebing ini pasti tidak akan kuat menahan ledakan bom-bom yang dilontarkan menara itu"


"Aku masih punya rencana lain untuk mereka,saudara Kuanyu dan Kha Chan sudah bersiap disana"


"Sebaik nya kita mundur kedalam hutan dibelakang tebing"


"Jangan sisakan satupun prajurit di lembah kelok sembilan ini"


"Mereka akan menyerang secara membabi-buta,karena pandangan yang terhalang oleh kegelapan"


"Cukup aku dan sepuh pertapa yang tinggal di tempat ini"


Ucap jendral Mha Lhum Pek,yang kemudian meminta raja Tho Gel bersama putra mahkota kerajaan Pha Cah dan yang lain nya segera bergerak meninggalkan lembah kelok sembilan.


Dari Kejauhan kakek Gwen turut memberi aba-aba kepada pasukan pelindung naga untuk mundur,akan tetapi tiba-tiba jendral Mha Lhum Pek menahan pasukan pelindung naga itu untuk ikut bertahan diatas tebing bersamanya.


"Aku sepertinya akan sangat membutuhkan pasukan pelindung naga ini"


"Bersediakah anda membantu lu komandan Shan Jae?"


Ucap jendral Mha Lhum Pek meminta kepada pasukan pelindung naga.


Shan Jae tidak memberikan jawaban apapun,karena dia dan pasukan pelindung naga tidak punya alasan menolak permintaan dari jendral besar dinasti Juryan itu.


Di tempat lain,kepulan debu mulai berterbangan ke udara,meskipun malam semakin gelap namun pergerakan menara-menara pelontar itu menimbulkan debu yang dapat terlihat dengan sangat jelas.


Persis seperti dugaan jendral Mha Lhum Pek sebelum nya jika pasukan jendral Men Dhi Wu akan menyerang membabi-buta dengan menara pelontar itu, karena terlihat posisi menara itu yang sebenarnya tidak pada tempat yang strategis dan dalam jarak tembak yang tepat untuk melontarkan bom-bom penghancurnya.


"Sepertinya mereka hanya ingin menakuti dan mengulur waktu hingga matahari terbit"


"Tapi tetap ada baiknya"


"Kita dapat menyusun kembali strategi menghadapi mereka"


Jelas jendral Mha Lhum Pek.


Kakek Gwen sedikit terpana dengan analisa dan perkiraan dari jendral Mha Lhum Pek yang begitu tepat.


belum lagi kejutan-kejutan strategi dan siasat yang dijalankannya.


Kakek Gwen menjadi sangat percaya diri dapat memenangkan perang ini.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian suara ledakan-ledakan besar mulai terdengar disepanjang lembah kelok sembilan,menandakan jendral Men Dhi Wu telah memerintahkan pangeran Lha Cah menggunakan menara-menara pelontar bom itu.


Tidak semua bom-bom penghancur itu mengenai tebing lembah kelok sembilan,karena memang gelapnya malam membuat pasukan pangeran Lha Cah menjadi sulit untuk melihat sasaran tembak menara mereka.


Akan tetapi tetap saja beberapa bom berhasil mengenai dan menghancurkan tebing lembah kelok sembilan.


Wilayah sekitar lembah kelok sembilan menjadi seperti sedang terkena gempa bumi,akibat getaran yang dihasilkan oleh hujaman bom-bom dari menara pelontar itu.


Hujan bom itu berlangsung selama kurang lebih tiga jam.


Entah berapa banyak bom-bom yang telah dilontarkan oleh pasukan pangeran Lha Cah itu.


Sementara itu jendral Mha Lhum Pek meminta kakek Gwen dan pasukan pelindung naga untuk turun kedalam lembah ketika matahari akan segera terbit.


Jendral Mha Lhum Pek menjelaskan niat dan siasat nya kepada kakek Gwen dan pasukan pelindung naga.


Menurut Jendral Mha Lhum Pek,musuh tidak akan gegabah bergerak maju meskipun hari sudah terang,karena siasat mereka sebelumnya.


Jendral Mha Lhum Pek memperkirakan, musuh akan mengirim prajurit pengintai terlebih dahulu untuk memastikan keadaan.


Dan jendral Mha Lhum Pek ingin mereka semua turun ke lembah dan menyamar sebagai mayat dari pasukan infanteri sebelumnya,untuk menghabisi para pasukan pengintai itu.


Jendral Mha Lhum Pek merasa siasat nya itu akan berhasil karena letak mayat-mayat itu yang tidak dapat terlihat jelas dari tempat jendral Men Dhi Wu berada.


Kakek Gwen dan para prajurit pelindung naga segera mengikuti rencana dari jendral Mha Lhum Pek.


Mereka segera turun ke lembah dan memakai pakaian perang dari mayat-mayat prajurit musuh itu.


Semua perkiraan jendral Mha Lhum Pek itu ternyata memang benar adanya.


sekitar 300 orang prajurit berkuda memasuki lembah kelok sembilan dengan sangat hati-hati, memperhatikan sekitarnya.


Hingga akhirnya tiba ditempat mayat-mayat berserakan ditengah lembah,yang sebagiannya adalah pasukan pelindung naga bersama jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen yang menyamar.


Setelah merasa semua sudah sesuai dengan rencananya,jendral Mha Lhum Pek segera memberikan aba-aba kepada pasukan pelindung naga dan kakek Gwen untuk bergerak.


Pasukan pengintai kiriman jendral Men Dhi Wu menjadi sangat terkejut dengan kehadiran tiba-tiba musuh dari mayat-mayat yang berserakan itu.


Tidak butuh waktu lama bagi jendral Mha Lhum Pek dan pasukan pelindung naga untuk membereskan prajurit berkuda yang berjumlah 300 orang itu.


Jendral Mha Lhum Pek segera memberikan aba-aba berikutnya,meminta kakek Gwen dan pasukan naga untuk segera menuju hutan dibelakang tebing.


Akan tetapi,tidak semua perkiraan dan siasat jendral Mha Lhum Pek dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perkiraannya.

__ADS_1


Tiba-tiba gerakan mereka terhenti setelah sebuah batu besar melayang terbang kearah mereka.


Batu besar itu nyaris saja mengenai jendral Mha Lhum Pek dan yang lain nya.


__ADS_2