
Dimensi dunia dewa pertapa...
Inyoko terbangun dari tidur nya,dirinya kini berada dalam suatu ruangan kosong yang serba putih.
Tempat itu tak terasa asing bagi nya,matanya mencoba memperhatikan situasi disekelilingnya.
Sementara itu sosok Le Nyai tidak dapat dia temukan ditempat itu.
"Bukan kah ini dimensi alam pikiran ku"
"Siapa yang membuatku berada ditempat ini"
"Apakah Thun Dit atau mungkin saudara rajawali?"
"Tapi dimana mereka"
Bisik Inyoko dalam hati.
"Plaaaak"
"Plaaaak"
Suara pukulan dikepala diterima oleh Inyoko.
"Apa yang kau lamunkan bocah?"
Sebuah suara muncul memecah keheningan di tempat itu.
Inyoko kemudian melihat kearah sumber datang suara nya itu.
Inyoko sangat terkejut karena melihat sosok Le Nyai dalam wujud manusia kini berada dibelakang nya.
"Aku akan melatih dan mengajarkan mu agar menjadi pertapa suci yang cukup kuat mengahadapi titisan raja iblis"
"Dimensi ini adalah milikmu,tempat yang tidak bisa dirasuki oleh kekuatan hitam iblis yang masih tersisa didalam jiwaku"
"Kau harus bisa mempelajari apa yang akan aku ajarkan dalam waktu 7 hari"
"Karena aku cuma punya waktu 7 hari saja untuk dapat berada terus didalam dimensi alam pikiran mu ini"
Jelas pertapa legenda Le Nyai kepada Inyoko.
Ada perbedaan waktu antara di dimensi alam pikiran dan dunia nyata.
Sehari didalam dimensi alam pikiran sama dengan tiga jam didunia nyata.
Pertapa Le Nyai mulai melakukan totokan-totokan pada saraf vital di tubuh Inyoko.
Totokan-totokan itu memberikan sensasi yang sangat luar biasa pada Inyoko.
Inyoko merasakan semua kekuatan yang dimilikinya bertambah kuat berkali-kali lipat.
Tubuhnya mengeluarkan aura energi tiga dewa penguasa bumi,dan energi murni dalam jumlah yang sanagt besar secara bergantian.
Akan tetapi semua tiba-tiba terasa menjadi gelap bagi Inyoko.
__ADS_1
Inyoko kehilangan kendali panca indera penglihatan nya.
"Yang terlihat mata,tak tampak oleh hati"
"Yang di rasakan hati,tidak pernah terlihat wujud nya"
Sebuah suara muncul di kepala Inyoko.
Suara itu adalah suara dari pertapa legenda Le Nyai.
"Tidak semua yang terlihat oleh mata adalah nyata"
"Tidak semua yang dirasakan hati adalah semu"
"Kekuatan hanyalah alat bertarung yang semu,dan perasaan adalah adalah sumber energi yang sejati"
"Dalam kegelapan kau harus mampu menangkap dan menaklukan cahaya energi pertapa"
Sambung Le Nyai.
Inyoko kemudian mencoba mencerna setiap ucapan dari leluhur semua pertapa itu.
Dalam kegelapan pandangan nya,Inyoko berkonsentrasi penuh untuk dapat merasakan keberadaan cahaya energi pertapa.
Inyoko kembali teringat dengan latihan dasar yang pertama kali didapat dari gurunya tetua Ho.
Menggunakan panca indera dengan cara mematikan nya.
Perlahan Inyoko dapat merasakan keberadaan gumpalan cahaya yang berbentuk bola seukuran kepalan tangan berputar-putar mengelilingi tubuhnya.
Tidak salah lagi bola cahaya itu adalah cahaya energi pertapa.
Inyoko bersiap-siap menghentikan dan menangkap bola cahaya yang terus berputar-putar mengelilingi tubuhnya itu.
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Inyoko berhasil menangkap bola cahaya itu dengan tangan nya.
Akan tetapi,ketika Inyoko mencoba menggenggam bola cahaya itu,terjadi sebuah ledakan yang berasal dari bola cahaya.
Ledakan itu membuat Inyoko terpental dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Dan dalam seketika bola cahaya itu menghilang dari pandangan Inyoko.
Inyoko tidak lagi dapat merasakan keberadaan cahaya energi pertapa itu.
"Ini jauh lebih sulit daripada yang aku bayangkan"
"Bola cahaya itu seperti memberontak dan memberikan perlawanan"
"Aku harus menemukan cara untuk membuat energi yang dikeluarkan benda itu menjadi tenang"
Bisik Inyoko dalam hati.
Inyoko kemudian bangkit dan kembali mencoba merasakannya keberadaan cahaya energi pertapa dengan memusatkan kembali pikiran dan aura energi nya.
Tidak beberapa lama bola cahaya itu kembali muncul dan berputar-putar mengelilingi tubuh Inyoko.
__ADS_1
Kali ini tidak terlalu sulit bagi Inyoko untuk dapat menangkap bola cahaya itu.
Inyoko tidak ingin terpental dan terluka untuk kedua kalinya.
Inyoko mencoba memegang bola cahaya itu dengan sangat hati-hati.
Dia mencoba merasakan energi yang mengalir didalam bola cahaya itu.
Perlahan Inyoko mulai menyalurkan energi murni miliknya kedalam bola cahaya,energi yang ada didalam bola cahaya itu sempat menolak energi murni yang dialirkan oleh Inyoko.
Inyoko mencoba tenang menghadapi perlawanan dari bola cahaya itu,hingga akhirnya energi murni Inyoko menyatu dengan energi yang ada didalam bola cahaya.
Perlahan energi yang telah menyatu itu mengalir kedalam tubuh Inyoko.
Aura energi tiga dewa penguasa bumi milik Inyoko ikut bereaksi dan menyatu dengan aliran energi itu.
Tubuh Inyoko bercahaya akibat dari penyatuan energi itu,begitu juga ekstrak mawar biru dan mustika harimau putih yang ada didalam tubuhnya.
Tubuh Inyoko melayang pelan ke udara saat hampir semua energi bola cahaya itu mengalir dan bersatu dengan tubuhnya.
Setelah semua cahaya energi pertapa itu menyatu dengan energi dan tubuh Inyoko,bola cahaya itu lenyap seketika.
Inyoko kembali berdiri menyentuh permukaan dimensi alam pikirannya.
Suasana gelap berubah menjadi terang kembali saat Inyoko membuka matanya.
Le Nyai tersenyum tipis melihat Inyoko yang telah berhasil menguasai cahaya energi pertapa itu.
"Kau berhasil anak muda"
"Kau benar-benar mirip dengan muridku Ghon Jong"
"Jangan biarkan jiwa murni mu dirasuki kekuatan iblis"
"Setelah ini aku akan mengajarimu beberapa teknik dan jurus"
"Istirahatlah,dan netralisir kembali aliran energi mu"
"Sebelum kau menghadapi ujian terakhirmu"
Ucap pertapa legenda Le Nyai kepada Inyoko,dan kemudian menghilang.
Inyoko sangat mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Le Nyai itu.
Dia kemudian langsung duduk bersila melakukan meditasi.
Penyatuan energi miliknya dan cahaya energi pertapa itu,belum sepenuhnya dapat dikendalikan Inyoko dengan baik.
Inyoko masih merasakan aliran energi yang meledak-ledak didalam tubuhnya.
Inyoko bermeditasi untuk membuat aliran energi yang menyatu itu dapat dikuasainya dan tidak menimbulkan masalah pada tubuhnya.
Setelah beberapa jam, gabungan aliran energi itu telah berhasil sepenuhnya dikuasai dan dikendalikan oleh Inyoko.
Bahkan dengan bantuan gabungan aliran energi itu,Inyoko berhasil mengeluarkan racun-racun dan mengobati luka didalam tubuhnya.
__ADS_1
Inyoko mengeluarkan gumpalan darah berwarna hitam dalam mulut nya.
Tubuhnya terasa ringan dan enteng,kondisinya terasa jauh lebih baik daripada sebelumya.