Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Siasat Sang Jendral


__ADS_3

Inyoko menggigit giginya mencoba mengendalikan emosinya yang tertahan setelah menyaksikan tumpukan mayat yang menggunung tidak jauh dari hadapannya.


Mayat-mayat itu adalah penduduk asli kota A Ngek yang menjadi korban keganasan pasukan kekaisaran Ming.


penduduk kota yang mencoba melawan saat harta benda mereka di jarah oleh para prajurit-prajurit yang notabene adalah para penjahat-penjahat yang direkrut oleh manusia iblis Ghun Thang.


semakin menyedihkan setelah melihat terdapat anak-anak, orang-orang tua dan para wanita dalam tumpukan mayat itu.


"Baik tuan kami tidak berani melawan"


"kami hanya pedagang obat yang kebetulan mampir ditempat ini"


Jawab jendral Mha Lhum Pek sambil mengeluarkan beberapa keping emas dari jubahnya.


"Jangaaan"


"Jangan ganggu ibuku"


teriak seorang bocah laki-laki memecah suasana disekitar tempat Inyoko itu.


semua mata kemudian beralih pandang ketempat sumber suara itu berasal.


terlihat seorang bocah laki-laki yang sedang menghadang beberapa orang pria berpakaian seragam prajurit kekaisaran Ming.


para prajurit itu berniat untuk memperkosa dan menyiksa ibu anak laki-laki tersebut.


para laki-laki itu terlihat seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya.


anak dari perempuan itu tidak membiarkan para prajurit bejat itu mengganggu ibunya begitu saja,anak kecil itu kemudian menggigit lengan salah satu dari prajurit itu.


prajurit itu berteriak kesakitan,dan dengan spontan mendaratkan sebuah pukulan kepada anak kecil itu.


anak itu melepaskan gigitannya akibat rasa sakit dari pukulan yang diterimanya.


kemudian dengan sadisnya laki-laki itu melemparkan tubuh bocah lemah itu.


Jendral Mha Lhum Pek yang dari awal terlihat dapat menahan diri bahkan kehilangan kesabarannya dan segera meninggalkan pasukan yang baru saja memerasnya.


Inyoko dan Mai Chen kemudian mengikuti langkah seniornya itu.


Jendral Mha Lhum Pek terlihat sangat geram,pria bertubuh besar itu kemudian menggendong bocah kecil yang sedang kesakitan itu.


sementara Inyoko dan Mai Chen segera memapah dan membantu berdiri ibu dari anak itu.


"Hai kalian, jangan ikut campur dan mengganggu kesenangan kami"


"jika kalian masih sayang nyawa kalian,dan tidak ingin bergabung dengan mayat-mayat itu"


Ucap salah seorang prajurit sambil menunjuk tumpukan mayat.


Tanpa banyak bicara jendral Mha Lhum Pek yang telah memuncak emosinya itu melayangkan sebuah pukulan penuh dengan aliran tenaga dalam.


pukulan tenaga dalam jarak jauh itu dengan seketika membuat prajurit itu menjadi terpental dan tersungkur di tanah.

__ADS_1


kejadian itu membuat semua prajurit yang ada disekitar tempat itu berkumpul dan mengerumuni kelompok Inyoko itu.


Sebuah pukulan energi membelah kerumunan pasukan itu dan mengarah kepada jendral Mha Lhum Pek,dengan sigap jendral besar dinasti Juryan itu dapat menghindari nya.


"Ternyata masih ada orang yang punya kemampuan hebat didalam pasukan ini"


"aku tidak salah memutuskan datang ke kerajaan La Dho Khu Tu ini"


Ucap jendral Mha Lhum Pek sambil tertawa.


Tidak lama kemudian muncul sosok pemuda gagah berpakaian bangsawan diantara para pasukan kekaisaran Ming itu.


pemuda itu sepertinya memiliki posisi yang cukup terhormat dalam pasukan kekaisaran Ming itu,karena terlihat dari sikap para prajurit yang menundukkan wajahnya saat berhadapan dengan pemuda itu.


"Hahahahaha"


"Perkenalkan nama ku Kalipasan"


"kalau aku boleh tahu siapakah senior?"


"Senior sepertinya bukan orang biasa yang kebetulan singgah di kota ini"


Ucap pemuda itu penuh dengan muslihat.


"Usiamu masih sangat muda"


"kemampuan yang kau miliki juga cukup tinggi"


"kau cukup cerdas anak muda,suatu kebanggaan bagiku yang sudah tua ini bisa berkenalan dengan mu"


"ketua sekte bulan giok"


"Bersama ku turut serta Mai Chen cucu si gagak hitam Lao Chen dan muridku Ghe Leng"


Balas jendral Mha Lhum Pek penuh dengan rasa percaya diri,dan menyembunyikan jatidiri Inyoko,karena Mha Lhum Pek mengetahui dari Kakek Gwen jika Inyoko adalah orang yang paling diinginkan oleh manusia iblis Ghun Thang.


Mendengar apa yang baru saja diakui oleh jendral Mha Lhum Pek itu tentu saja membuat Inyoko dan Mai Chen sangat terkejut.


mereka tidak mengerti apa maksud dari jendral besar dinasti Juryan itu mengaku-ngaku sebagai Tetua Bu dihadapan semua orang ditempat itu.


"Ohh...maafkan aku telah lancang kepada senior tetua Bu"


"ini sebuah takdir langit,aku bisa bertemu dengan salah satu tokoh besar sekte aliran putih"


"ada apa gerangan sehingga dewa obat berkunjung ke tempat ini"


"apakah senior tidak mengetahui,jika senior adalah salah satu buronan terbesar kekaisaran Ming"


"Tapi sepertinya senior memiliki suatu maksud tersembunyi mendatangi kami disini"


Jawab Kalipasan seperti bersiasat penuh keyakinan.


"Tuan muda,jika benar dia adalah sidewa obat Bu,ini adalah kesempatan besar untuk kita"

__ADS_1


"Tuan Ghun Thang pasti akan senang sekali jika kita bisa menangkap orang ini"


"dan tentu saja tuan muda akan mendapatkan balasan yang setimpal dari kaisar An Zung"


Ucap salah seorang prajurit mencoba meyakinkan pemimpinnya itu untuk segera meringkus laki-laki yang kini ada dihadapannya.


"Hahahahahah"


"kalian terlalu naif,meskipun senior Bu memiliki kemampuan yang cukup tinggi,mustahil rasanya dia datang kemari hanya bersama dua orang ini untuk menghadapi kekuatan pasukan kekaisaran Ming"


"Ketiga orang ini datang kesini sebenarnya adalah untuk menyerahkan diri"


"atau bahkan menawarkan diri untuk menjadi pengikut tuan Ghun Thang"


Ucap Kalipasan mencoba membaca pikiran jendral Mha Lhum Pek yang dipercayainya sebagai tetua Bu itu.


"Kau sungguh bijaksana anak muda"


"tidak salah aku datang ketempat ini"


"aku tidak perlu bersiasat lagi untuk menyatakan maksud dan keinginan ku"


"kecerdasan yang kau miliki memang mengerikan"


"kau menggagalkan rencana ku untuk sengaja tertangkap oleh para prajurit-prajurit mu itu"


Jawab jendral Mha Lhum Pek kepada Kalipasan.


Inyoko dan Mai Chen hanya terdiam,mereka berdua masih belum mengetahui siasat yang sedang dijalankan oleh jendral Mha Lhum Pek.


sementara itu Kalipasan sepertinya benar-benar telah terpedaya oleh perkataan yang dilontarkan oleh jendral Mha Lhum Pek yang mengakui dirinya sebagai tetua Bu itu.


ditambah lagi tidak ada satupun prajurit kekaisaran Ming ditempat itu yang mengetahui sosok asli dari tetua Bu ketua sekte bulan giok,sehingga membuat semua orang seakan dengan mudahnya mempercayai penyamaran jendral Mha Lhum Pek.


-----+++------------+++-------------+++------------+++----


****Kepada semua teman-teman pembaca saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam tiga hari sebelumnya saya terlambat untuk update novel cinta pertapa naga ini,dikarenakan wabah covid19 yang telah sampai ke kota tempat tinggal saya.


saya harus menjadikan keselamatan saya dan keluarga sebagai prioritas utama saat ini,sehingga dalam waktu tiga hari sebelumnya saya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Saya akan terus melanjutkan novel ini,dan berharap novel ini dapat menjadi sedikit penghibur bagi teman-teman semua ditengah musibah wabah yang sedang melanda negri tercinta ini.


saya berharap kita semua selalu diberi kesehatan dan kesabaran menghadapi musibah ini.


mari bersama-sama kita doakan agar semua korban musibah ini diberikan ketabahan dan kesembuhan.


Aaamiin ya Rabbal Alamiin


Tetap semangat


Tetap bahagia bersama orang-orang yang kita cintai...


Badai pasti berlalu...

__ADS_1


Wassalam****.....


__ADS_2