Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Sebelum perang


__ADS_3

Mai Chen akhirnya tiba di kota Dhu Mai tempat tetua Phi Thoek dan para tokoh-tokoh sekte aliran putih berada.


Kota yang telah berubah menjadi pusat pemerintahan negara yang baru saja didirikan, negara Paja Bing Nguang.


Mai Chen sedikit terlambat sampai di kota Dhu Mai,semua berjalan tidak seperti apa yang telah direncanakan di istana kerajaan Lha Do Khu Tu.


Diperjalanan Mai Chen dipaksa menjauhi tempat-tempat keramaian,karena tidak semua wilayah kerajaan Lha Do Khu Tu benar-benar telah lepas dari kekuasaan kekaisaran Ming.


Tentu saja situasi itu cukup mempersulit perjalanan Mai Chen,karena kuda yang dia pakai tentu akan sangat mencolok dan menjadi perhatian banyak orang.


karena kuda-kuda kuat seperti yang dia gunakan hanya dimiliki oleh istana kerajaan.


Sesampainya di gedung pemerintahan kota Dhu Mai,Mai Chen langsung menyampaikan rencana yang sedang disusun oleh jendral Mha Lhum Pek dan yang lain nya di kota A Ngek.


Sepuh suci sekte Dha Us,adalah orang yang paling terlihat penuh semangat mendengarkan kabar dari Mai Chen tersebut.


"Jika yang kau sampaikan itu benar anak muda"


"Maka ini adalah akhir dari perang kita menghadapi manusia iblis Ghun Thang"


"Aku akan ikut bersama mu ke kerajaan Lha Do Khu Tu untuk membantu yang lain"


"Aku akan membalaskan dendam cucuku Fan Ning"


"Aku berharap semua anggota sepuh suci sekte dan anggota sekte bulan giok ikut bersamaku"


Ucap sepuh suci sekte Dha Us dihadapan semua orang.


"Maafkan aku sepuh"


"Mungkin anda benar,mungkin ini adalah pertempuran terakhir kita menghadapi manusia iblis Ghun Thang"


"Tapi aku merasa kita belum cukup kuat untuk mengimbangi kekuatan mereka"


"Lagi pula,jika kita bergerak menuju kota A Ngek,bagaimana nasib penduduk kota ini?"


"Kita tidak mungkin membawa rakyat sebanyak ini menuju kerajaan Lha Do Khu Tu,karena akan memakan waktu yang cukup lama untuk sampai kesana"


"Jika kita tinggalkan seluruh rakyat itu dikota ini,bukan kah menurut informasi yang kita dapat,bahwa kota ini juga akan segera mereka serang"


Jawab Tetua Phi Thoek.

__ADS_1


Suasana ruangan pertemuan itu menjadi hening seketika.


perdebatan dan perbedaan pendapat kedua tokoh itu cukup membuat semua orang sangat bingung untuk mengambil keputusan.


"Sebaiknya begini saja"


Ucap tetua Ho memecah keheningan diruangan itu.


"Kita akan berangkat dengan separuh kekuatan kita yang tersisa saat ini"


"Kita juga tidak mungkin mengerahkan semua kekuatan yang kita miliki untuk ikut membantu pertempuran di kerajaan Lha Do Khu Tu"


"Karena walau bagaimanapun kota Dhu Mai ini harus tetap kita lindungi"


Sambung kakek Cha Puk Gembel.


Apa yang disampaikan oleh kakek Cha Puk Gembel itu dapat diterima oleh semua pihak yang ada di dalam ruangan tersebut.


Tetua Phi Thoek selaku pimpinan negara Paja Bing Nguang meminta tetua Ho yang akan memimpin pasukan itu.


Dalam rombongan itu ikut serta pula para sepuh suci sekte bulan giok dan kakek Cha Puk Gembel.


Jumlah pasukan yang akan berangkat menuju kerajaan Lha Do Khu Tu itu berjumlah sekitar enam puluh ribu pasukan.


Tentu saja dengan pasukan sebesar itu tidak akan ada masalah berarti yang akan mereka temui diperjalanan menuju kerajaan Lha Do Khu Tu.


Sementara itu Mai Chen dan sepuh suci sekte Dha Us memilih berangkat lebih dulu menuju lembah kelok sembilan.


Dilembah kelok sembilan....


Para tokoh sedang berkumpul di sebuah tenda khusus.


mereka sedang mendiskusikan langkah selanjutnya,setelah mendengar berita bahwa seratus ribu pasukan yang dipimpin oleh Men Dhi Wu telah tiba dan bergabung dengan pasukan dinasti Juryan yang dipimpin oleh pangeran Lha Cah.


"Semua perangkap dan siasat telah selesai kita persiapkan di setiap sudut lembah ini"


"Aku berharap semua berjalan sesuai dengan rencana kita semua"


"Jika strategi ini berjalan dengan lancar setidak nya dapat mengurangi dua puluh persen kekuatan mereka"


"Dan akan cukup membuat gerakan mereka terhambat"

__ADS_1


Ucap jendral Mha Lhum Pek.


"Sepertinya perang ini tidak akan mudah"


"Akan banyak korban yang berjatuhan"


"Dan aku tidak ingin prajurit yang aku pimpin menjadi korban sia-sia"


Sambung putra mahkota kerajaan Pha Cah.


"Seluruh persiapan pasukan penyergap di sisi lain lembah ini juga telah siap"


"Aku berharap kalian menyisakan sedikit bagian untuk ku dalam pertempuran nanti"


Ucap Kakek Gwen yang mendapatkan tugas untuk melakukan penyergapan pada sisi lain lembah kelok sembilan.


"Aku bersama para pasukan pemanah juga telah siap,kami semua telah mendapatkan tempat terbaik untuk melepaskan anak-anak panah kami di lembah ini"


"Hanya ada sedikit masalah"


"Kita benar-benar kekurangan persediaan senjata, anak-anak panah yang kita miliki saat ini,hanya akan bertahan selama satu jam pertempuran saja"


"Ini akan sedikit merepotkan jika mereka memasuki lembah ini dalam jumlah pasukan yang besar"


Jelas Dewi Mata Dara yang bertugas memimpin pasukan pemanah.


"Itu tidak akan jadi masalah dewi"


"Karena aku sendiri telah menyiapkan rencana penyergapan yang lain jika jumlah pasukan mereka melebihi perkiraan kita"


Ucap jendral Mha Lhum Pek.


Malam itu saat semua orang di lembah kelok sembilan sedang merancang strategi perang mereka,ditempat lain Men Dhi Wu telah mengambil alih pimpinan pasukan dinasti Juryan.


Men Dhi Wu bersama pangeran Lha Cah telah bergerak dari ibukota dinasti Juryan kota Bha Luik.


Pasukan yang dipimpin Men Dhi Wu itu kini menjadi sekitar dua ratus ribu prajurit,setelah bergabung dengan pasukan pangeran Lha Cah.


Pasukan itu telah bergerak dan meninggalkan ibukota dinasti Juryan kota Bha Luik menuju kerajaan Lha Do Khu Tu.


Peperangan besar sepertinya sudah tidak dapat terelakkan lagi saat pasukan sebesar itu telah bergerak menuju medan pertempuran.

__ADS_1


Di lain pihak putra mahkota kerajaan Pha Cah bersama raja kerajaan Lha Do Khu Tu juga telah bersiap menyambut kedatangan musuh nya itu dengan strategi dan rencana yang matang.


__ADS_2