
Dari punggungnya Sing Gha Lang mencabut sebilah pedang berukuran besar yang berasal dari jubah perang emasnya.
Pedang besar Sing Gha Lang dialiri oleh tenaga dalam jumlah besar membuat pedang itu terlihat berkilau dan memancarkan hawa membunuh yang cukup kuat.
Sing Gha Lang mengayunkan pedang besarnya,dan menghasilkan gelombang energi yang cukup kuat.
Tidak sedikit orang yang menjadi korban gelombang energi pedang Sing Gha Lang karena tidak sempat menghindar dan menyelamatkan diri.
Bahkan dua orang dari lima iblis pencabut nyawa yang sedang bertarung dengan sepuh suci sekte A Jhi Er dan Khu Dung turut menjadi korban.
Sing Gha Lang kembali mengayunkan pedangnya kearah tetua Phi Thoek.
Tetua Phi Thoek terpaksa menghindar dan menjauhi Sing Gha Lang yang menjadi semakin kuat.
Sing Gha Lang tidak berniat melepaskan tetua Phi Thoek begitu saja,dia terus melepaskan serangan-serangan dahsyat kepada musuhnya tersebut.
Setelah berusaha mengindari serangan bertubi-tubi dari Sing Gha Lang, akhirnya sebuah kibasan energi pedang milik Sing Gha Lang berhasil mengenai tetua Phi Thoek.
Pemimpin negara Paja Bing Nguang itu terlempar dan tersungkur ketanah.
Sing Gha Lang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan matanya,melihat tetua Phi Thoek yang sudah kewalahan,Sing Gha Lang bergerak cepat mendekati musuhnya itu.
Sing Gha Lang kini sudah berada sangat dekat sekali dengan tetua Phi Thoek dan berniat segera mengakhiri pertarungan tersebut,dengan sabetan pedang besarnya.
Sing Gha Lang mengangkat tinggi pedang besar ditangannya,dan menjadikan kepala tetua Phi Thoek sebagai targetnya.
Dalam sekejap pedang besar yang dialiri tenaga dalam itu melesat kearah leher tetua Phi Thoek.
Inyoko yang sempat menyaksikan dari kejauhan tidak dapat berbuat banyak karena harus menghadapi Lha Bas Ono.
Sabetan pedang besar milik Sing Gha Lang tepat mengenai barang leher tetua Phi Thoek.
Semua orang yang sedang berada disekitarnya mendadak berhenti bertarung menyaksikan kejadian itu.
Sebuah kejutan terjadi,kepala tetua Phi Thoek tidak terpisah dari tubuhnya setelah terkena sabetan pedang yang begitu kuat dari Sing Gha Lang.
Sabetan pedang Sing Gha Lang seperti hanya membelah angin dan tidak menghasilkan apa-apa.
Sesaat sebelum pedang besar itu mendarat dilehernya,tetua Phi Thoek masih sempat menggunakan kecepatan nya untuk menghindar dan berpindah tempat ke sisi sebelah kiri Sing Gha Lang.
"Hahahaha"
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan anak bodoh"
"Permainan kecil seperti itu belum cukup untuk dapat membunuhku"
"Apakah kau lupa jika aku adalah si dewa mabuk suci"
Ucap tetua Phi Thoek sambil tertawa.
Tetua Phi Thoek kemudian membalikkan badan nya dan memberikan serangan balasan kepada Sing Gha Lang yang masih terdiam tak percaya jika serangan terakhirnya berhasil di mentahkan oleh tetua Phi Thoek.
Ratusan pukulan beruntun dilepaskan oleh tetua Phi Thoek pada titik-titik vital di tubuh Sing Gha Lang.
Sing Gha Lang terlihat tidak bergeming menerima pukulan yang bertubi-tubi tersebut
Jubah perang emas yang digunakannya berhasil melindungi Sing Gha Lang dari pukulan-pukulan yang diterimanya.
Tetua Phi Thoek memilih mundur beberapa langkah,setelah merasa pukulan-pukulan nya tidak berdampak apa-apa pada Sing Gha Lang.
Tangan nya terasa kebas,karena jubah perang emas yang ternyata cukup kuat dan mampu meredam setiap pukulan nya yang penuh tenaga dalam.
Tetua Phi Thoek meningkatkan aura energi miliknya,dan kembali menyerang Sing Gha Lang penuh dengan rasa penasaran.
Jurus yang membuatnya menjadi salah satu dari tiga pendekar terkuat di sekte aliran putih.
Tetua Phi Thoek melompat tinggi keudara,dan menyerang Sing Gha Lang yang berada dibawahnya.
Serangan tetua Phi Thoek kali ini menimbulkan gelombang angin yang cukup kencang.
Sing Gha Lang mencoba menahan serangan dari tetua Phi Thoek itu dengan menggunakan pedang besarnya.
Setelah beberapa kali jurus dewa mabuk menembus langit milik tetua Phi Thoek bersentuhan langsung dengan pedang Sing Gha Lang,akhirnya pedang tersebut retak dan hancur.
Sing Gha Lang terlihat sangat emosi,setelah satu senjata pusaka miliknya berhasil dihancurkan oleh tetua Phi Thoek.
Tetua Phi Thoek terus mendesak Sing Gha Lang dengan jurus terkuatnya itu.
Puluhan pukulan berhasil mengenai tubuh dan wajah dari Sing Gha Lang.
Sebuah pukulan tetua Phi Thoek berhasil mengenai tepat bagian atas kepala Sing Gha Lang yang dilindungi oleh topeng jubah perang emas.
Penutup kepala jubah perang emas Sing Gha Lang menjadi retak dan terbelah.
__ADS_1
Darah mengalir dari bagian kepala Sing Gha Lang.
"Kau benar-benar kuat tetua Phi Thoek"
"Aku tidak akan membiarkan kau hidup setelah ini"
Teriak Sing Gha Lang penuh emosi.
Teriakan Sing Gha Lang dibarengi dengan peningkatan tenaga dalamnya,seketika jubah perang emas miliknya kembali mengeluarkan cahaya.
Pada bagian dada jubah perang emas muncul sebuah simbol iblis.
Jubah perang emas Sing Gha Lang dikeliling oleh aura energi hitam yang pekat.
Aura energi iblis yang cukup menyeramkan.
Situasi disekitar tempat pertarungan tetua Phi Thoek dan Sing Gha Lang kembali berubah,setelah Sing Gha Lang mengeluarkan aura energi iblis.
Langit tiba-tiba saja menjadi gelap diatas kepala mereka,udara disekitar tempat itupun terasa menjadi sangat sesak.
Tidak ingin berlama-lama Sing Gha Lang kembali melepaskan serangan kepada tetua Phi Thoek.
Terjadi pertarungan tangan kosong diantara dua pendekar tangguh itu.
Saat ini giliran Sing Gha Lang yang membuat tetua Phi Thoek kembali terdesak.
Aura energi iblis milik Sing Gha Lang berhasil menekan kekuatan tetua Phi Thoek.
Ketua sekte Mata Air Hijau itu hanya dapat menghindar tanpa dapat melakukan serangan balik kepada Sing Gha Lang.
Bahkan tidak sedikit pukulan dan jurus Sing Gha Lang yang berhasil mengenai tetua Phi Thoek.
Mereka saling bertukar jurus dan pukulan dalam waktu yang cukup lama.
Tetua Phi Thoek terlihat sudah sangat kewalahan menghadapi situasi tersebut.
Tenaga dalam dan aura energi miliknya semakin menipis,dan tubuhnya terlihat sudah babak belur terkena pukulan Sing Gha Lang yang tidak dapat dia hindari.
Seluruh tenaga dalam dan aura energi milik tetua Phi Thoek benar-benar telah terkuras habis dalam pertarungan itu.
Tetua Phi Thoek terjatuh dan berlutut dihadapan Sing Gha Lang,tubuhnya sudah tidak dapat digerakkan,nafas nya sudah tidak beraturan seiring dengan luka-luka dalam yang diterima oleh titik-titik vital ditubuhnya.
__ADS_1