
Raja Bu Yuang menjadi murka setelah mengetahui sosok asli dari Rakensu dan ternyata dialah yang menjadi dalang dari misteri hilangnya para penduduk kerajaan selama ini.
Akan tetapi semua telah terlambat,Rakensu benar-benar telah pulih dari lukanya,bahkan kekuatan yang dimilikinya jauh lebih besar dibandingkan dengan kekuatan yang dia miliki sebelumnya,karena begitu banyaknya hawa kehidupan manusia yang telah dia ambil.
Seisi kerajaan dengan mudah dihabisi oleh Rakensu seorang diri,seluruh hawa kehidupan mereka menjadi milik Rakensu.
Ban Nun berhasil meloloskan diri bersama empat pengawalnya.
Tidak beberapa waktu kemudian Rakensu berhasil menemukan keberadaan Ban Nun,dan melanjutkan niatnya untuk menjadikan Ban Nun sebagai pendamping hidupnya.
Ban Nun dan empat pengawalnya bersiasat akan menghabisi Rakensu dan membalaskan dendam seluruh kerajaan ketika Rakensu lengah.
Dengan kekuatan yang dimilikinya Rakensu menjadi raja bagi seluruh siluman yang ada dikawasan hutan wilayah selatan.
Pesta perkawinan antara Rakensu dan Ban Nun pun berlangsung dengan meriah dihadapan semua makhluk penghuni hutan yang kini tunduk kepadanya.
Disaat pesta berlangsung Ban Nun meletakan racun pada minuman Rakensu yang dia dapatkan dari seribu ekor kelabang hutan.
Tentu saja Rakensu tidak semudah itu masuk dalam perangkap Ban Nun.
Rakensu murka dan berniat menghabisi wanita yang baru saja dinikahinya tersebut.
Ban Nun menjadi panik dan dengan spontan menyiram wajah Rakensu dengan racun seribu kelabang yang ada dihadapannya.
Dalam waktu yang singkat efek racun itu seperti membakar wajah Rakensu.
Wajah Rakensu menjadi cacat dan sangat menyeramkan.
Kemurkaan Rakensu semakin menjadi-jadi setelah mendapatkan luka itu.
Luka itu tidak saja membuat wajahnya hancur tapi juga perasaannya dan rasa percaya dirinya.
Ban Nun dan para pengawalnya dikurung Rakensu dalam sebuah ruang tahanan,dan dipaksa memakan binatang-binatang beracun.
__ADS_1
Selama hampir sepuluh tahun lamanya Rakensu berusaha mencari cara untuk menyembuhkan luka diwajahnya,namun tidak jua mendapatkan apa-apa.
Akhirnya kesabaran Rakensu habis dan memutuskan menyegel Ban Nun dan empat pengawalnya dalam tubuh siluman-siluman kelabang.
Dengan wujud siluman memaksa Ban Nun dan para pengawalnya menjadi monster yang memangsa dan melahap hawa kehidupan manusia.
Sesuatu yang bertolak belakang dengan hati nurani Ban Nun.
Selama ratusan tahun menjelma menjadi siluman dan memakan banyak hawa kehidupan membuat siluman kelabang menjadi salah satu kelompok siluman terkuat yang ada dikawasan hutan wilayah selatan.
Dan hari ini berkat Inyoko penderitaan mereka selama menjadi siluman pun berakhir.
Ban Nun berniat memberikan mustika kelabang miliknya kepada Inyoko,karena waktunya sudah tidak akan lama lagi.
Tiba-tiba tubuh Ban Nun pecah menjadi kepingan-kepingan kecil yang bercahaya,diantara kepingan itu muncul batu mustika kelabang yang bersinar biru.
Inyoko mengambil batu mustika tersebut,dalam sesaat mustika yang ada dalam genggaman Inyoko itu menghilang dan menyatu dengan tubuhnya.
Tubuh Inyoko melayang ke udara saat mustika kelabang itu menyatu dengan tubuhnya,Inyoko merasakan sensasi yang hangat dan energi besar mengalir didalam tubuhnya.
Tubuh Inyoko bersinar sangat terang saat proses penyatuan mustika itu berlangsung didalam tubuhnya.
Inyoko kembali turun setelah mustika kelabang benar-benar telah menyatu dengan tubuhnya.
Rajawali dewa perang dapat merasakan perbedaan kekuatan Inyoko saat ini,meskipun tanpa cahaya energi pertapa.
Malam melelahkan itu akhirnya usai setelah Inyoko dan rajawali dewa perang berkeliling disekitar rumah pohon milik manusia gunung,untuk memastikan tidak ada lagi siluman atau hewan buas yang berkeliaran dan datang ketempat tersebut.
Rumah-rumah pohon milik manusia gunung benar-benar hancur berantakan, mayat-mayat siluman dan hewan buas bertebaran disekitar tempat tersebut.
Akan butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan tempat itu kembali seperti semula.
Inyoko dan rajawali dewa perang memutuskan untuk tinggal dan berisitirahat disekitar rumah-rumah pohon manusia gunung sambil menunggu pagi tiba,dan kemudian menyusul rombongan Mai Chen dan manusia gunung yang berada didalam kuil suci yang ada di salah satu kaki gunung dikawasan hutan wilayah selatan.
__ADS_1
Setelah tiga jam beristirahat,matahari mulai muncul di ufuk timur membuat Inyoko bangun dari tidurnya.
Inyoko tidak langsung memilih berangkat bersama rajawali dewa perang menuju kuil suci manusia gunung.
Inyoko meminta rajawali dewa perang membersihkan kawasan pemukiman rumah-rumah pohon manusia gunung dari bangkai-bangkai hewan buas dan para siluman terlebih dahulu.
Setelah itu Inyoko menyempatkan diri membersihkan dirinya yang penuh dengan darah dan cairan siluman yang semalaman dia habisi.
Kedatangan Inyoko telah ditunggu oleh Kok Satang dan teman-temannya didepan mulut goa tempat kuil suci berada.
Semua orang terlihat gembira menyaksikan ketika Inyoko dan rajawali dewa perang turun perlahan dari atas langit.
Kok Satang segera berlari menghampiri Inyoko, memperhatikan kondisi Inyoko mulai dari kepala sampai ke kakinya,kemudian memeluk erat tubuh pemuda itu,yang telah berjasa besar pada suku manusia gunung selama dua hari ini.
Tak lama kemudian Mai Chen dan yang lainnya juga mendekati Inyoko.
Kata-kata pujian dan terimakasih terlontar dari semua orang untuk Inyoko dan rajawali dewa perang.
Mereka semua meminta Inyoko untuk menceritakan apa saja yang telah dilaluinya selama sepanjang malam saat berada dirumah pohon manusia gunung.
Inyoko mengajak manusia gunung dan yang lainnya kembali dan melihat kondisi tempat tinggal mereka yang berantakan.
Kesedihan tampak jelas dari wajah para manusia gunung setelah menyaksikan tempat tinggal yang telah mereka tempati turun temurun sejak ratusan tahun itu hancur dalam semalam.
Inyoko meminta untuk sementara waktu para manusia gunung untuk tinggal di dalam kuil suci,karena untuk saat ini tempat itu adalah tempat teraman bagi mereka dari incaran para siluman dan hewan buas ketika malam tiba.
Hal ini disebabkan karena diantara mereka semua hanya putri Koa yang dapat membuat segel seperti leluhur terdahulunya.
Akan tetapi ilmu segel putri Koa belum sebaik segel milik leluhurnya,sehingga Inyoko meminta putri Koa memperdalam ilmu segelnya sebelum manusia gunung membangun kembali rumah pohon mereka.
Inyoko meminta putri Koa untuk sementara waktu tinggal bersama para manusia gunung,hingga rumah-rumah pohon mereka dibangun kembali.
Inyoko memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama Mai Chen dan yang lainnya dengan rajawali dewa perang menyusuri kawasan hutan wilayah selatan untuk mencari sosok Rakensu,pemimpin para siluman yang selama ini menguasai dan menebar teror di wilayah tersebut.
__ADS_1
Inyoko berharap perjalanannya mencari Rakensu akan menambah pengalaman dan kekuatan yang dapat dia gunakan ketika nanti saat pertarungannya menghadapi manusia iblis Ghun Thang.