Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Energi Aneh


__ADS_3

Bersamaan dengan bersatunya golok dan sarung nya itu cahaya putih yang tadi keluar dari celah batu tempat golok pusaka naga tertancap pun lenyap.


dan golok pusaka yang telah tersarung itu pun jatuh ketanah.


Dewi mata dara segera menuju ketempat inyoko tumbang tak sadarkan diri.


tubuh inyoko disandarkan nya pada dinding batu disisi lain air terjun itu.


terlihat perasaan dewi yang bingung, takjub bercampur aduk ketika kini melihat sosok inyoko yang kini terbaring lemah tak sadarkan diri dihadapan nya.


Siapapun akan merasakan perasaan yang sama ketika melihat inyoko,seorang pemuda lemah dan tanpa kemampuan tiba-tiba membangkitkan aura merah pertapa naga.


kemudian inyoko juga berhasil mencabut golok pusaka naga yang telah tertancap ribuan tahun di dunia dewa naga,dan menyatukan nya kembali dengan sarung golok yang dianggap sudah lama lenyap itu.


Dewi mata dara menatap tajam inyoko yang masih tidak sadarkan diri itu.


dia merasakan ada sesuatu kekuatan yang tersembunyi dibalik tubuh yang lemah ini.


tak ingin larut dalam kebingungan nya sendiri,dewi mata dara kemudian membalut tubuh inyoko berserta golok pusaka naga dengan selendang sutra nya.


dengan sekali mengayunkan tangan nya,muncul cahaya putih dan merubah dunia dewa ular menjadi dunia manusia kembali.


Inyoko kini kembali kedunia manusia,tubuh nya yang dibaluti selendang sutra,kini berada di atas kepala gunjek sang monster agung,wujud dewi mata dara ketika berada di dunia manusia.


kakek gwen terlihat duduk bersemedi dipinggir telaga bambu di tingkat kedua gunung salju abadi.


Gunjek sang monster agung menurunkan inyoko tepat dihadapan kakek gwen.


gunjek sang monster agung berubah wujud menjadi dewi mata dara.


"siapa sebenar nya bocah yang kau bawa ini Gwen?"


dewi mata dara langsung bertanya kepada kakek gwen.


"aku juga tidak mengenal dan mengetahui asal usul nya"


"yang aku tahu dia bocah yang dikirim muridku Ho Pak Nong sipengelana suci kegunung ini"


"dan pada pedang yang Ho berikan kepadanya terdapat pesan untuk ku"


sambil memberikan pedang pemberian tetua ho yang dibawa inyoko sampai kegunung salju abadi.


dewi mata dara segera mengambil pedang tersebut,kemudian membaca sebuah tulisan yang diukirkan dipedang itu dengan tenaga dalam,sehingga tidak bisa dilihat dengan kasat mata.


Guru ,dunia persilatan cukup luas


aliran energi aneh bocah ini ku serahkan kepada gunung salju abadi.


itulah pesan yang ditulis tetua Ho pada pedang yang diberikan nya kepada inyoko.


tetua Ho merasakan ada energi aneh pada inyoko yang tidak bisa dikeluarkan oleh nya.


dewi mata dara lalu mengembalikan pedang itu kepada kakek gwen.


"bagaimana menurut mu dewi?"


"dan selama kau pergi dengan bocah ini apa yang kau temukan?"


"karena selama kalian pergi gunung salju abadi di tutupi awan gelap yang penuh aura hitam"

__ADS_1


"dan firasat ku mengatakan itu ada hubungan nya dengan dunia dewa ular"


kakek gwen bertanya kepada dewi mata dara.


Dewi mata dara menjelaskan kepada kakek gwen apa saja yang sudah mereka alami selama berada di dunia dewa ular.


mulai dari kemunculan wujud gelap gunjek sang monster agung hingga inyoko yang membangkitkan aura merah pertapa naga dan mencabut golok pusaka naga.


awalnya kakek gwen tidak begitu bisa mempercayai semua yang telah diceritakan oleh dewi mata dara.


tapi setelah dewi mata dara mengeluarkan golok pusaka naga dari balutan selendang sutra nya,membuat ekspresi wajah kakek gwen berubah.


sama halnya dengan dewi mata dara,kakek gwen pun merasa sangat terkejut dan penasaran dengan sosok inyoko.


karena menurut legenda,golok pusaka naga hanya bisa dimiliki oleh manusia yang dianggap nya pantas,untuk menjadi pemilik nya.


dan setelah pertapa naga menghilang,golok pusaka naga berada didunia dewa ular karena merasa tidak ada manusia yang pantas menjadi pemilik nya.


"dewi,sepertinya muridku Ho benar,bocah ini bukan bocah sembarangan"


kakek gwen menatap dewi mata dara.


kakek gwen kemudian meraih tangan inyoko dan mulai membaca aliran energi yang dimiliki inyoko dari nadi nya.


mata kakek gwen melotot,dia terpental,keringat mengucur dari wajah nya.


"pak tua gwen"


sontak dewi mata dara memanggil kakek gwen.


"apa yang terjadi?"


"aku belum pernah melihat aliran energi sebesar ini"


"aliran energi bocah ini sangat kacau"


"tapi aku tidak dapat merasakan lebih jauh batas energi yang dimiliki nya"


"aku merasakan ada nyala api yang begitu besar saat aku menyentuhnya"


kakek gwen menjelaskan apa yang baru saja dia rasakan.


dewi mata dara kaget dan tak dapat berkata apa-apa.


"dewi sebaik nya bunga mawar biru kita berikan kepada bocah ini"


"aku rasa bunga mawar biru dapat memecahkan misteri kekuatan bocah ini"


pinta kakek gwen kepada dewi mata dara.


dewi mata dara hanya mengangguk tanpa bicara,menyetujui saran dari kakek gwen.


dewi mata dara berubah ke wujud ular nya, meninggalkan kakek gwen dan inyoko.


dewi mata dara yang sudah berubah wujud menjadi gunjek sang monster agung merayap dengan cepat menaiki gunung salju abadi menuju puncak nya tempat pohon bunga mawar biru berada.


kakek gwen segera membawa inyoko dan mengambil golok pusaka naga.


tapi saat akan mengambil golok itu kakek gwen terpental kembali,hawa energi nya seperti di hisap oleh golok itu.

__ADS_1


kakek gwen yang bisa dikatakan sebagai sepuh pertapa pun tidak sanggup untuk memegang golok itu.


kemudian kakek gwen membalut golok itu dengan selendang sutra milik dewi mata dara kembali.


"golok pusaka naga dan bocah ini benar-benar membuat ku repot"


gumam nya dalam hati.


setelah itu kakek gwen kembali ke gua tempat kediaman nya bersama dengan inyoko dan golok pusaka naga.


Tak beberapa lama setelah berada didalam gua tempat kediaman kakek gwen,inyoko mulai siuman.


perlahan dia buka matanya.


"apa aku sudah mati?"


ketika inyoko membuka seluruh matanya,inyoko terkejut melihat sosok kakek gwen ada didepan nya.


inyoko beranggapan kalau kakek gwen sudah tewas di mangsa oleh wujud gelap gunjek sang monster agung.


"kakeeek"


inyoko berteriak sambil memeluk tubuh kakek gwen dengan erat.


air mata nya jatuh,entah perasaan seperti apa yang kini inyoko rasakan.


"maaf kan aku kakek,aku tidak bisa menolong mu dari ular iblis itu"


"izin kan aku mendampingi mu selama nya disini,didunia orang mati ini kakek"


tangisan inyoko semakin menjadi-jadi.


inyoko beranggapan jika dia dan kakek gwen telah tewas oleh wujud gelap gunjek sang monster agung.


"plaaak...plaaak"


"bocah gila"


"aku belum mati"


sebuah pukulan mendarat di kepala inyoko.


sama seperti sebelum-sebelumnya.


"jadi aku masih hidup?"


"dan kakek baik-baik saja"


inyoko heran tapi tak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya.


kemudian kakek gwen memberikan semangkok makanan kepada inyoko.


"sekarang kau makan lah dulu bocah"


"agar tenaga mu bisa pulih kembali"


inyoko saat itu memperdulikan apapun lagi.


dia merasa sangat bahagia karena kakek gwen baik-baik saja.

__ADS_1


inyoko mengikuti perintah kakek gwen,dan melahap makanan yang diberikan oleh kakek tua itu.


__ADS_2