
"Biarkan anak-anak dan para orang tua berjalan lebih dulu"
"kalian para prajurit ikutlah beberapa orang mengawal mereka,kemudian bergerak menyebar lah"
perintah Jendral Mha Lhum Pek.
Jendral Mha Lhum Pek kemudian bergerak bersama prajurit terdepan dan bergabung dengan para prajuritnya yang lain di barisan paling belakang.
sikap yang menimbulkan rasa simpati yang dalam pada semua orang yang ada dalam rombongan pengungsi itu.
"Bagaimana keadaan nya?"
Jendral Mha Lhum Pek bertanya pada seorang prajurit yang ada dibarisan paling belakang.
"menurut informasi yang saya terima,mereka hanya berjarak sekitar lima kilometer dari rombongan kita"
"Jendral bisa lihat sendiri"
jawab prajurit itu sambil menunjuk ke suatu arah dibelakang mereka.
terlihat kepulan debu dari kejauhan.
kepulan debu itu berasal dari langkah kaki kuda-kuda dan pasukan besar Kaisar Ming.
Jendral Mha Lhum Pek mencoba menutupi kegelisahan yang ada dihatinya.
Dia cukup menyadari perbedaan kekuatan pasukan nya dengan kekuatan pihak musuh yang akan dihadapi nya.
"mungkin ini adalah pertempuran ku bersama kalian"
"terimakasih masih mau menemani ku hingga saat terakhir ini"
"suatu kebanggan untukku bisa bertempur dengan prajurit-prajurit pemberani seperti kalian semua"
"Dinasti Juryan berhutang budi kepada kalian"
Ucap Jendral Mha Lhum Pek kepada para prajurit yang kini bersama nya.
Mha Lhum Pek memerintahkan beberapa orang prajurit untuk mengiringi para pengungsi dan meminta mereka bergerak lebih cepat.
sementara itu Jendral Mha Lhum Pek memilih berhenti dan menunggu pasukan musuh dengan beberapa ratus orang prajuritnya.
Jendral muda itu berdiri di bagian paling depan, menunjukan rasa percaya dirinya yang tinggi.
Pasukan Kekaisaran Ming telah terlihat dalam pandangan mata mereka dikejauhan.
Jendral Mha Lhum Pek ingin menahan pasukan musuh itu selama mungkin,untuk memberikan waktu yang cukup untuk para pengungsi itu meloloskan diri.
Jun Ben Dhol meminta pasukan nya berhenti, setelah melihat sosok Jendral Mha Lhum Pek yang berdiri dibarisan terdepan.
__ADS_1
"siapa orang itu"
"kelihatan nya usianya masih sangat muda"
"tapi kepercayaan diri nya begitu tinggi"
Ucap Kha Liang.
Jun Ben Dhol kemudian mengerahkan sekitar seribu pasukannya untuk maju menyerang lebih dulu.
Mha Lhum Pek bersiap dengan pedang ditangan nya,pasukan nya pun melakukan hal yang sama dan hendak maju menyambut serangan pasukan musuh itu.
tetapi Mha Lhum Pek melarangnya.
Mha Lhum Pek mengumpulkan aura energi miliknya,pedang ditangan nya mengeluarkan kilatan cahaya seperti petir,menunjukan Ilmu dan kemampuan nya yang tidak biasa.
Pedang yang dialiri penuh tenaga dalam itu di ayunkan nya kearah pasukan musuh.
ayunan pedang itu membentuk garis tebasan pedang yang melebar,sehingga menyebabkan musuh yang terkena tebasan energi pedang itu terjatuh dan terluka,bahkan tidak sedikit yang meregang nyawa.
Situasi perang itu kini telah berubah.
bila semula pasukan Kaisar Ming begitu yakin akan sangat mudah menghancurkan prajurit Dinasti Juryan yang ada di kota Shu Lik A Yia,tapi karena keberadaan Jendral Mha Lhum Pek kini mereka sedikit ragu,setelah melihat kemampuan Jendral muda itu.
"jangan mengirim prajurit-prajurit lemah dihadapan ku"
"tidak adakah yang lebih baik dari ini,aku akan menunggu disini"
Mendengar teriakan tantangan dari Mha Lhum Pek,Jun Ben Dhol bereaksi.
pimpinan pasukan Kaisar Ming itu segera menuju tempat Mha Lhum Pek di ikuti oleh Kha Liang dan beberapa orang prajurit.
"Tidak ku sangka ada pendekar muda yang cukup hebat di dinasti ini"
"atau mau kah kau menerima tawaran ku"
"bergabunglah dengan ku dan mengabdi pada tuan Ghun Thang,kau akan dapat posisi yang tinggi dalam pasukan kami"
"tapi jika kau menolak,aku akan membunuhmu dengan tangan ku"
Ucap Jun Ben Dhol setelah sampai dihadapan Mha Lhum Pek.
"hahahahha"
"kau sedang bermimpi orang tua"
"sebaiknya kau segera berlutut dan mohon ampun dihadapanku,kemudian bawa pasukan mu tinggalkan negri ini"
Balas Jendral Mha Lhum Pek.
__ADS_1
"kau terlalu sombong anak muda"
"aku harap omongan besar mu sebanding dengan kekuatan yang kau punya"
"aku minta jangan ada yang mengganggu pertarunganku dengan anak ini"
sambung Jun Ben Dhol.
pergerakan para prajurit kedua belah pihak terhenti karena pertarungan kedua pemimpin mereka yang akan segera terjadi.
Tanpa basa-basi Jun Ben Dhol mengambil inisiatif lebih dulu.
sebuah serangan dengan tombak bermata tiga meluncur kearah Mha Lhum Pek.
serangan itu ditahan oleh nya dengan pedan yang ada ditangan nya.
pertarungan pendekar tingkat tinggi itu membuat semua orang yang menyaksikannya merasa sangat takjub.
setelah saling menyerang dengan beberapa jurus-jurus hebat,tapi belum terlihat siapa diantara dua orang itu yang lebih unggul.
mereka kemudian mengeluarkan aura energi yang lebih kuat dari sebelum nya.
kali ini pertarungan ilmu-ilmu tenaga dalam dipertunjukkan kedua nya.
sebuah jurus tombak Jun Ben Dhol akhirnya berhasil melukai Mha Lhum Pek.
Mha Lhum Pek berusaha menahan tubuh nya yang hampir terjatuh dengan menancapkan pedang ditangan nya itu ketanah.
Mha Lhum Pek dalam hati nya mulai merasa perbedaan kekuatan yang dimiliki nya masih sedikit dibawah lawan nya itu,selain itu pengalaman bertarung nya juga masih jauh dibawah pendeta suci Kuil Iblis itu.
Mha Lhum Pek segera bangkit dan kembali menyerang Jun Ben Dhol.
Jun Ben Dhol tersenyum dingin,merasa sedang diatas angin.
tapi kondisi berubah menjadi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan nya.
Serangan Mha Lhum Pek kali ini jauh lebih kuat dari sebelum nya.
Ayunan-ayunan pedang nya kini menjadi lebih cepat,bahkan nyaris tidak dapat terlihat oleh mata.
"Kau memang pantas menjadi lawan ku anak muda"
Ucap Jun Ben Dhol.
belum selesai berbicara sebuah sayatan pedang tak terlihat itu hampir mengenai lehernya.
sayatan itu hanya meninggalkan sebuah goresan luka,karena Jun Ben Dhol berhasil menghindar sebelum nya.
sebuah serangan yang hampir saja membuat Jun Ben Dhol kehilangan nyawa nya.
__ADS_1
Jun Ben Dhol menjadi sangat murka,aura energi gelap keluar dari tubuh nya.