
Tetua bu yang duduk memperhatikan di pinggir kolam itu tersenyum.
meskipun Tetua Bu sama sekali tidak mengenali tipe aura merah yang dikeluarkan oleh tubuh Inyoko itu.
tapi apa yang diperlihatkan Inyoko saat bermeditasi itu adalah suatu kemajuan yang sangat luar biasa.
"kau boleh memanggilku Thun Dit "
"aku akan membantumu meningkatkan energi naga mu yang lemah itu"
"karena sekarang kau adalah pemilik ku"
ucap wujud manusia golok pusaka naga itu mulai mengenalkan diri pada Inyoko.
Inyoko mulai mendapatkan arahan dari thun dit sang golok pusaka naga itu dalam alam pikiran nya.
Inyoko merasakan aliran hawa energi yang berbeda mengalir didalam tubuh nya.
Dalam alam pikiran nya Inyoko mulai menggunakan Jurus Tarian Dewa Pengemis dengan hawa energi naga nya yang mulai meningkat itu.
kemudian Inyoko mencoba jurus lain yang dia kuasai yaitu Tinju Langit Raja Pengemis dan Pukulan Pengemis Suci.
Inyoko merasakan sensasi yang berbeda saat menggunakan jurus-jurus itu setelah mendapatkan petunjuk dari thun dit.
kemudian Inyoko mencoba mengkombinasikan tiga jurus yang di dapatnya dari kitab Cu cirian dan tetua Ho itu dengan ilmu meringankan tubuh Langkah Dewa yang dipelajari nya dari Kakek Gwen saat di Gunung Salju Abadi.
apa yang diperlihatkan Inyoko dari kombinasi teknik dan jurus itu adalah sesuatu yang luar biasa.
perkembangan Inyoko dalam alam pikiran nya itu, membuat aura merah tubuh nya semakin kental.
hampir semua sudut kolam jiwa murni dan ruangan tingkat dua pagoda obat dipenuhi aura merah milik Inyoko.
tentu saja hal ini membuat Tetua Bu menjadi semakin takjub.
bagaimana tidak,beberapa jam sebelum nya Inyoko yang dalam keadaan lumpuh total kini dapat mengeluarkan aura energi sebesar itu.
Memang perkembangan yang diraih Inyoko,masih jauh dari apa yang diharapkan oleh Thun Dit.
tapi Thun Dit berkeyakinan bahwa Inyoko pasti akan bertambah kuat seiring berjalan nya waktu.
"Kau harus ingat !!!"
"untuk saat ini kau jangan pernah sekalipun menggunakan ku"
"karena kemampuan mu belum cukup untuk dapat mengontrol kekuatan yang aku miliki"
"sekarang kau sudah tahu apa yang harus kau perbuat jika kau ingin mencariku"
Setelah Thun Dit sosok lain dari golok pusaka naga itu berpesan,perlahan sosok nya pun mulai menghilang dari alam pikiran inyoko
Tak lama Inyoko membuka kedua mata nya,pertanda telah selesai melakukan meditasi nya.
dan aura energi merah yang keluar dari tubuhnya pun perlahan menghilang.
Inyoko bangkit dan keluar dari kolam jiwa murni.
"terimakasih Tetua Bu"
"entah bagaimana cara ku membalas semua ini"
__ADS_1
ucap Inyoko.
Setelah melakukan meditasi peningkatan hawa energi di kolam jiwa murni, Inyoko terlihat sedikit berbeda.
Inyoko terlihat lebih gagah dan berwibawa serta wajahnya nya terlihat lebih bercahaya.
"sekarang kita akan kepuncak Pagoda Obat, Tingkat ke tiga"
"aku yakin kau akan mampu mendapatkan obat yang cocok untuk mu disana"
ucap Tetua Bu.
"maksud Tetua Bu apa ?"
Inyoko bingung dengan perkataan Tetua Bu barusan.
"kau ikut saja Inyoko,nanti juga kau akan mengetahui nya"
jawab Tetua Bu.
Mereka segera naik ke tingkat tiga pagoda obat.
Pada bagian pintu nya terdapat ukiran burung rajawali yang terkunci oleh sebuah segel kuno.
Tetua Bu mengeluarkan sesuatu dari dalam jubah nya.
Kunci Segel Rajawali Sakti.
"aku akan menunggumu diluar Inyoko"
"aku tidak bisa ikut bersama mu masuk kedalam sana"
Ucap Tetua Bu pada Inyoko.
Tingkat ketiga Pagoda obat,bukan hanya sekedar tempat pemulihan atau pengobatan.
pada tingkat ini selain dapat menyembuhkan,dapat juga menambah tingkat kemampuan seseorang.
Pagoda tingkat ketiga ini,sangat jarang sekali dimasuki oleh orang.
paling tidak,jika seseorang ingin masuk ke dalam Pagoda Obat Tingkat ketiga harus memiliki kemampuan setara dengan Ketua Sekte Bulan Giok,Tetua Bu Raja Dewa Seribu Obat.
Bahkan Tetua Bu seumur hidupnya hanya pernah dua kali masuk kesana.
Inyoko kemudian memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan itu.
ruangan yang pekat dengan aroma dupa.
tidak terlihat apapun dalam ruangan itu, tempat itu terlihat hanya sebagai ruangan yang kosong.
Inyoko bingung,entah apa yang harus dilakukan nya dalam ruangan kosong itu.
dan mengapa ruangan kosong itu harus dikunci dengan kunci segel kuno.
Inyoko mulai mengelilingi ruangan itu.
dan dia tidak menemukan apapun disana.
Tapi entah mengapa selama Inyoko masuk kedalam ruangan itu, seakan-akan ada sesuatu yang terus memperhatikan gerak-gerik nya.
__ADS_1
Setelah memperhatikan sekelilingnya dan tidak menemukan apapun Inyoko melihat ke bagian atas ruangan,tepat nya puncak pagoda obat.
Inyoko hampir terjatuh karena terkejut.
di bagian atas ruangan itu ada mahkluk yang menatap nya dengan sangat tajam.
mahkluk itu tidak terlihat wujud utuh nya karena tertutup kegelapan diatas puncak ruangan itu.
yang terlihat hanya bentuk wajah nya saja, yang berparuh dan memiliki sorot mata yang sangat tajam.
"apa yang kau cari ditempat ini manusia ?"
"tidak ada apa-apa ditempat ini"
"kembali lah"
mahluk itu bersuara di kegelapan.
Inyoko semakin terkejut dan kini semua badan nya menjadi sangat lemas.
mengetahui makhluk itu dapat berbicara dengan nya.
"plaaaaak....plaaak"
seperti biasa kepala Inyoko jadi sasaran.
kali ini paruh mahkluk itu yang menghajarnya.
"apa yang kau lamunkan bocah?"
"lebih baik kau segera pergi tinggalkan tempat ini"
Inyoko tersadar dari lamunannya.
Inyoko menyadari tempat ini adalah tempat yang tepat,yang dapat meningkat kan kemampuan nya.
Inyoko bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi,agar tidak selalu menjadi beban buat orang lain.
Dia yakin ada sesuatu yang dapat dia temukan ditempat itu.
"maafkan aku mahkluk jelek"
"aku sudah susah-susah sampai ke tempat ini,dan aku tak akan kembali tanpa hasil"
"aku tidak akan membuat Tetua Bu kecewa kepadaku"
Ucap Inyoko mulai penuh keyakinan.
Makhluk berparuh itu langsung turun kebawah,berhadapan dengan Inyoko
makhluk itu ternyata berwujud seperti burung rajawali dengan ukuran yang sangat besar.
pada bagian kepalanya ditutupi oleh lapisan baja,layaknya seperti topi perang.
Kuku-kuku nya terlihat sangat tajam,dan ada sebuah rantai besar yang mengikatnya,sehingga makhluk itu tidak bisa bergerak dengan leluasa dalam ruangan itu.
sepertinya makhluk itu telah dikurung dalam ruangan itu dalam waktu yang cukup lama.
makhluk itu dikenal sebagai Rajawali Dewa Perang.
__ADS_1