
Dewi mata dara tetap duduk bersila seperti orang bermeditasi.mereka beristirahat sejenak,sebelum melanjutkan perjalanan nya esok hari.
Pagi itu matahari terbit menembus cakrawala,
membuat dua orang pria yang sebelum nya terlelap,bangkit dari tidurnya.
"entah kapan terakhir kali nya aku bisa tidur nyenyak seperti ini"
inyoko memulai percakapan pagi itu.
"hahahha kalian sudah bangun, pria-pria pemalas"
dewi mata dara menyambung pembicaraan.
"omongan kalian pagi ini tidak akan bisa menggantikan sarapan pagiku"
sela kakek gwen sambil memegang perut nya.
Obrolan yang hangat ketiga orang itu mengawali pagi mereka dan ditemani beberapa buah segar yang sebelum nya diambil dari dalam hutan oleh dewi mata dara.
"aku seperti ibu yang mengurus dua orang bayi yang selalu merasa lapar"
ucap dewi mata dara sambil tertawa.
"aku tak peduli apapun katamu"
yang penting perut ku cukup terisi pagi ini"
jawab kakek gwen.
Kakek gwen dan dewi mata dara entah sudah berapa lama hidup bersama di gunung salju abadi.
kakek gwen tipe laki-laki yang urakan dan cuek,selama di gunung salju abadi dewi mata dara lah yang selalu memperhatikan nya.
sebenarnya dewi mata dara menyimpan perasaan kepada kakek gwen begitupun sebalik nya kakek gwen punya hati kepada dewi mata dara,tapi entah mengapa kedua sepuh pertapa itu tidak pernah saling mengungkap kan perasaan mereka.
"bocah...bagaimana dengan ilmu langkah dewa tingkat dua?"
"apakah kau sudah menguasainya?"
ucap kakek gwen
"sepertinya aku sudah mengerti dan bisa menggunakan nya kek"
"tapi stamina ku belum cukup untuk terus menggunakan nya"
jawab inyoko.
kedua sepuh pertapa yang mendengar ucapan inyoko,hanya bisa terdiam,mereka tidak menyangka perkembangan inyoko yang begitu pesat.
bahkan kakek gwen tidak pernah serius berharap inyoko dapat menguasai tingkat kedua ilmu langkah dewa itu,karena menguasai teknik dasar ilmu langkah dewa saja sudah merupakan suatu keajaiban untuk inyoko.
"baik lah kita harus segera bergegas"
"aku ingin melihat perkembangan ilmu meringankan tubuh mu bocah"
ucap kakek gwen sambil melangkah terbang melanjutkan perjalanan mereka pagi itu.
__ADS_1
Setelah beberapa lama perjalanan mereka,perhatian inyoko teralih kan pada suatu tempat.beberapa hari yang lalu saat perjalanan menuju gunung salju abadi, ditempat itu inyoko pernah bertaruh nyawa menghadapi se ekor binatang buas "Harimau Putih",dan kemudian menolong binatang buas itu.
"kakek gwen bisakah kita berhenti ditempat itu sebentar saja"
ucap inyoko sambil menunjuk ke arah suatu tempat.
"hahahhaa"
"apakah kau sudah lelah bocah lemah"
jawab kakek gwen menggoda inyoko.
dewi mata dara hanya diam dan tersenyum kecil.
Inyoko,kakek gwen dan dewi mata dara berhenti di tempat yang inyoko minta.
inyoko tampak mengawasi dengan teliti sekitarnya.
jelas yang ingin dia cari adalah harimau putih yang tempo hari bertarung dengan nya.
"apa yang kau cari bocah"
pertanyaan dewi mata dara membuat inyoko terkejut.
"teman lama ku dewi"
jawab inyoko singkat.
tak lama di balik pepohonan muncul sosok binatang dengan ukuran yang tidak biasa.
harimau putih menampakan sosok nya,
"Syukurlah kau baik-baik saja teman"
ucap inyoko.
harimau putih itu segera menghampiri inyoko,tanpa mempedulikan kehadiran kakek gwen dan dewi mata dara yang masih sedikit terkejut melihat nya.
Harimau putih itu kini tepat berada dihadapan inyoko, seperti pertemuan pertama nya, harimau putih itu melepaskan tatapan tajam dan aura membunuh yang pekat seolah ingin segera menerkam inyoko.
melihat gelagat harimau putih yang hendak memangsa inyoko, dewi mata dara berniat menyerang lebih dulu harimau putih itu.
tapi kakek gwen menghentikan niat dari dewi mata dara.
kakek gwen ingin melihat bagaimana cara inyoko menghadapi mahluk itu.
karena sampai saat ini kakek gwen masih penasaran bagaimana caranya inyoko bisa sampai ke gunung salju abadi.
Harimau putih itu berjalan pelan mengelilingi inyoko,menatap inyoko dengan mata yang tidak berkedip.
Inyoko terlihat santai menghadapi situasi yang ada di depan nya saat ini.
"kau sudah sembuh?"
"kau ingin bertarung ulang dengan ku?"
"baiklah....kali ini pertarungan yang adil bukan?"
__ADS_1
Inyoko berucap pada harimau putih itu.
Harimau putih itu mulai melangkah semakin dekat kepada inyoko.
sesuatu yang diluar dugaan pun terjadi,
harimau putih itu mendekati inyoko lalu menjilati inyoko.
tak terlihat lagi aura membunuh pada harimau putih itu.
Kakek gwen yang punya pengalaman lebih lama berkelana di dunia luar dari pada dewi mata dara dari awal sudah menduga harimau putih itu hanya berniat memastikan bahwa manusia yang ada didepan nya adalah manusia yang dia kenal.
Tapi tentu saja kakek gwen tetap terkejut sama hal nya dengan dewi mata dara,bagaimana cara nya seorang pemuda seperti inyoko dapat membuat jinak seekor binatang buas itu.
Terlihat inyoko sudah mulai asyik membelai kepala harimau putih itu.
tiba-tiba dari tubuh harimau putih itu mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan mata...
"apa ini?"
"jangan-jangan,hewan ini adalah..."
dewi mata dara berucap.
"ya...hewan ini adalah hewan para pertapa"
"dan aku sudah menduga,melihat ukuran nya yang tidak biasa itu"
lanjut kakek gwen.
"apakah harimau putih itu memilih inyoko menjadi tuan nya?"
dewi mata dara bertanya penuh penasaran.
"bahkan kita yang sudah sepuh pertapa saja tidak pernah memiliki hewan pertapa"
"tapi mengapa harimau itu memilih inyoko sebagai tuan nya ?"
balas kakek inyoko.
"setahuku hewan pertapa hanya akan tunduk pada pertapa yang mempunyai kekuatan besar dan mampu mengendalikan hewan itu"
"apakah bocah ini benar-benar sekuat itu?"
dewi mata dara bertanya semakin penuh penasaran.
Dalam dunia persilatan tingkat tinggi,yang sudah mencapai level pertapa,ada beberapa pertapa yang punya kemampuan untuk mengendalikan hewan-hewan buas yang punya kemampuan melebihi hewan buas lain nya,selain itu hewan pertapa memiliki kemampuan yang tinggi layak nya pendekar di dunia persilatan.
Hewan pertapa memiliki umur yang jauh lebih panjang dari manusia pertapa itu sendiri.
Setelah cahaya putih yang keluar dari tubuh harimau putih itu lenyap,muncul sebuah simbol unik di dahinya.
simbol yang menandakan bahwa harimau putih ini telah memilih tuan nya.
Inyoko yang masih awam tentu tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi saat itu.
bagi inyoko harimau putih itu adalah salah satu teman nya,karena pernah merasakan kesepian dalam hidup sama seperti harimau putih yang ditemui nya pertama kali beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
walaupun harimau putih itu pernah berniat membunuh nya,dan inyoko lah yang mengobati luka harimau putih itu.