
Setelah menumpas gerombolan perampok,rombongan Kakek Gwen bersiap meneruskan perjalanan mereka.
"Aku baru sadar,percakapan Kakek dan senior Kha Chan adalah sebuah jebakan untuk memancing mereka keluar"
"sejak kapan kakek dan senior mengetahui jika perjalanan kita telah di ikuti oleh gerombolan perampok itu?"
Mai Chen bertanya penuh rasa kagum akan kemampuan dua orang itu.
"Sejam setelah kita meninggalkan gerbang utara Kota Bha Tham, orang-orang itu telah mengikuti dan mengintai kita"
"apakah kau tidak mengetahui nya?"
"aku yakin jika Inyoko juga dapat merasakan kehadiran mereka"
Jawab Kakek Gwen membuat semua orang terkejut,jika ternyata Inyoko dari awal juga sudah mengetahui nya.
"Hmmmmm"
"itu...anu..."
"aku merasa kemampuan kelompok perampok itu tidak akan mampu menyulitkan kita"
"apalagi sepanjang perjalanan mereka hanya mengikuti kita tanpa berniat untuk menyerang,maka nya aku diam saja"
Jawab Inyoko sungkan.
"Plaaaaaak.....Plaaaak"
serentak Mai Chen dan Fan Ning memukul kepala Inyoko.
"Adik.....kau....."
Ucap Mai Chen kesal,dalam hati nya Mai Chen merasa malu dengan diri nya sendiri.
Inyoko yang pada awalnya hanya lah seorang gembel yang selalu diperlakukan buruk oleh nya kini telah berkembang dan sedikit melampaui kemampuan nya.
hal ini menyebabkan Mai Chen lebih termotivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan nya.
"Kakak..."
"Mengapa sepanjang perjalanan kau hanya diam saja?"
"mengapa kau tidak berkata apa pun tentang perampok-perampok itu?"
Ucap Fan Ning sedikit manja, dengan menarik jubah Inyoko.
"aku tidak mengetahui jika niat mereka adalah ingin merampok kita"
"yang dapat aku rasakan hanya hawa energi hitam pekat yang mereka keluarkan"
"Hanya sebatas itu saja"
Balas Inyoko.
Inyoko mempelajari ilmu kepekaan saat mendapatkan ujian dari kakek Gwen saat berada di gua gunung salju abadi,ditempat itu Inyoko berkenalan dengan Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara.
__ADS_1
Ketika itu Inyoko berniat mengambil Bunga Mawar Biru yang yang terdapat dipuncak gunung itu.
Kha Chan dan Putri Wa Dehn terlihat biasa saja,karena memang keduanya baru mengenal orang-orang yang kini seperjalanan dengan mereka itu.
Hari sudah hampir gelap,hujan deras mengiringi perjalanan mereka.
rombongan itu memacu kuda-kuda mereka lebih cepat menuruni sebuah bukit.
dari atas bukit mereka melihat ada sebuah desa kecil tepat di kaki bukit itu.
Rombongan Kakek Gwen sepakat untuk bermalam di desa itu,karena seperti nya hujan akan terus turun sepanjang malam.
Setelah memasuki desa, kuda-kuda mereka berjalan pelan untuk mencari penginapan.
mereka berhenti didepan sebuah bangunan tua.bangunan itu adalah satu-satunya penginapan yang ada di desa itu.
Kha Chan yang pertama masuk kedalam penginapan itu untuk memastikan masih ada kamar untuk mereka di tempat itu.
Kha Chan keluar bersama seorang pelayan penginapan itu.
pelayan itu kemudian mengambil kuda-kuda mereka dan membawa nya ke kandang kuda khusus tamu penginapan.
"Selamat datang di penginapan kami para pendekar"
"kami sudah menyiapkan tiga kamar seperti yang dipesan oleh tuan ini"
Sambut pemilik penginapan sambil menunjuk ke arah Kha Chan yang sudah memesan kamar lebih dulu.
Penginapan itu berukuran tidak terlalu besar,hanya ada beberapa kamar,dan semuanya dalam keadaan kosong.
"Kami ingin membersihkan tubuh dan mengganti pakaian terlebih dahulu,aku ingin kalian menyiapkan hidangan terbaik penginapan ini untuk makan malam kami"
Ucap Kha Chan.
Memang kalau soal ilmu Kakek Gwen adalah yang paling tinggi diantara semua orang didalam rombongan itu.
tapi soal kehidupan di dunia luar,Kha Chan jauh lebih berpengalaman.
karena Kakek Gwen menghabiskan hampir seumur hidupnya dengan tinggal di gunung salju abadi.
Rombongan itu naik kelantai dua penginapan itu,tempat kamar-kamar mereka telah dipersiapkan.
Kakek Gwen sekamar dengan Mai Chen,dan Kha Chan bersama Inyoko,sedangkan satu kamar lain nya ditempati oleh dua orang gadis dalam rombongan itu,Fan Ning dan Putri Wa Dehn.
Setelah semua selesai mandi dan mengganti pakaian,mereka kembali turun menuju restoran penginapan itu.
tampak pelayanan terbaik diberikan oleh pemilik penginapan itu kepada rombongan Kakek Gwen.
"tuan..."
"sepertinya penginapan kalian jarang sekali di singgahi oleh tamu"
"apakah desa ini jarang dilewati oleh orang-orang?"
Kha Chan mulai bertanya kepada pemilik penginapan.
__ADS_1
"Desa ini letak nya sangat terpencil,dulu desa ini adalah rute terdekat dari kota Dhu Mai menuju ibukota kekaisaran.
tapi sejak beberapa tahun ini para pedagang dan pengembara memilih rute lebih jauh dan memutar untuk menuju ibukota"
Jawab Pemilik penginapan itu dengan raut wajah penuh kesedihan.
"apa yang telah terjadi,sehingga mereka lebih memilih jalan yang lebih jauh dan memutar?"
Kakek Gwen lanjut bertanya penuh rasa penasaran.
"Hutan Kabut dan Monster Kelabang"
"Itulah alasan mengapa orang-orang tidak mau lagi melewati desa kami"
"tidak ada yang dapat keluar dari hutan kabut dengan selamat,bahkan kami telah beberapa kali membayar pendekar-pendekar hebat untuk membunuh monster kelabang yang menghuni hutan itu,tapi tidak ada satupun dari mereka yang pernah kembali"
"padahal sebelum monster itu muncul hutan kabut adalah hutan pinus yang indah"
"bahkan banyak penduduk desa ini yang menjadikan hutan itu sebagai tempat mereka mencari mata pencaharian dengan berburu dan menangkap ikan di sungai yang ad didalam hutan itu"
Pemilik Penginapan itu menjelaskan situasi desa mereka pada rombongan Kakek Gwen.
sambil beberapa pelayan penginapan terlihat sedang menyiapkan santapan makan malam mereka diatas meja makan.
"bagaimana menurut anda sepuh pertapa?"
"apakah kita melanjutkan perjalanan dengan melewati hutan itu?"
"atau kita kembali dan memilih jalan memutar yang sedikit jauh itu?"
Kha Chan coba bertanya pada Kakek Gwen.
"Kita tetap pada rencana semula"
"kita tidak punya cukup waktu untuk kembali dan memutar jalan"
"besok kita akan masuk kedalam hutan itu"
"aku minta Fan Ning dan Wa Dehn untuk tetap tinggal di penginapan ini sampai kita kembali"
"kita akan membawa kepala monster itu dan menggantung nya di gerbang desa"
Jawab Kakek Gwen penuh percaya diri.
"maafkan saya tuan pendekar"
"sebaik nya kalian batalkan niat kalian untuk masuk kehutan kabut"
"monster itu bukan tandingan manusia"
"sebaiknya kalian kembali dan memilih jalan lain"
Ucap pemilik penginapan itu dengan nada pasrah.
Akan tetapi Kakek Gwen dan rombongan nya tidak bergeming sedikitpun,hanya dua orang gadis yang bersama mereka yang terlihat sedikit gusar setelah mendengar penjelasan dari pemilik penginapan itu.
__ADS_1
sementara Kakek Gwen,Kha Chan,Mai Chen dan Inyoko terlihat santai dan merasa yakin dapat mengatasi monster yang ada didalam hutan kabut itu.