
Saat Inyoko sadarkan diri,dia mendapati tanah sunyi lembah sungai Tha Bek yang sudah kembali seperti semula.
Sepuh suci sekte Dha Us yang tidak mengetahui apa yang telah terjadi terlihat sedang bersama rajawali dewa perang didepan air terjun pintu masuk ke goa es leluhur pertapa.
Inyoko mengamati kembali keselilingnya,mencoba mencari tahu keberadaan dari gurunya Kha Ram Fang.
"Guru terimakasih untuk semua yang telah kau berikan kepadaku"
Ucap Inyoko dalam hati.
Kakek Dha Us dan rajawali dewa perang mendekati Inyoko dan bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.
Inyoko mulai menjelaskan apa yang baru saja dia alami,dan cerita tentang gurunya Kha Ram Fang.
Rajawali dewa perang kemudian mengajak mereka untuk pergi dari lembah sungai Tha Bek.
Karena menurutnya keberadaan Inyoko masih sangat dibutuhkan untuk menghadapi manusia iblis Ghun Thang.
"Aku akan terus berada disini menjaga tanah sunyi lembah sungai Tha Bek dan jasad cucuku Fan Ning"
"Sesekali berkunjunglah kesini melihat orang tua yang lemah ini"
"Sepertinya goa es leluhur pertapa masih menyimpan banyak misteri"
Ucap sepuh suci sekte Dha Us memutuskan untuk tidak ikut bersama Inyoko dan rajawali dewa perang.
Inyoko kemudian pergi meninggalkan lembah sungai Tha Bek bersama dengan rajawali dewa perang,setelah melihat jasad Fan Ning di dalam goa es leluhur pertapa.
"Kemana tujuan kita selanjutnya tuan?"
Rajawali dewa perang bertanya kepada Inyoko.
"Kita tidak akan ke lembah kelok sembilan saudara rajawali"
"Kita akan menuju kota Dhu Mai dan menemui guru Ho"
"Firasat ku mengatakan akan terjadi sesuatu yang besar disana"
Jawab Inyoko.
Rajawali dewa perang melesat terbang menuju arah kota Dhu Mai, ibukota negara baru Paja Bing Nguang tempat guru nya tetua Ho berada.
Inyoko memutuskan untuk bersemedi diatas tubuh burung rajawali raksasa yang sedang terbang itu.
Mengumpulkan kembali dan mengatur tenaga dalam dan aura energi miliknya.
Hampir 2 jam lamanya Inyoko melakukan semedi nya,tubuhnya merasakan sensasi luar biasa setelah mulai terbiasa dengan tenaga dalam dan aura energinya yang terus meningkat.
"Tuan,tidak kah kau merasakan sesuatu yang aneh"
Ucap rajawali dewa perang pada Inyoko.
__ADS_1
"Ya aku juga merasakannya saudara rajawali"
"Semenjak kita meninggalkan lembah kelok sembilan menuju lembah sungai Tha Bek kita sepertinya ada yang terus mengikuti"
"Aku tidak tahu makhluk apa itu"
"Dan apa tujuannya mengikuti kita terus sampai saat ini"
"Cobalah untuk terbang sedikit lebih rendah saudara rajawali"
Balas Inyoko.
Setelah rajawali dewa perang terbang rendah, Inyoko kemudian melompat dari tubuh rajawali dewa perang,dan turun didalam sebuah hutan.
Inyoko berdiri memperhatikan sekitarnya sambil menghunus golok pusaka naga.
Inyoko mengayunkan golok pusaka naga yang di aliri tenaga dalamnya dalam satu tebasan.
Tebasan tenaga dalam golok pusaka naga membuat tanah menjadi retak dan sedikit terbelah.
Tiba-tiba muncul sosok ular raksasa berwarna hijau dengan sebuah tanduk dikepalanya.
Ular raksasa itu bergerak mengelilingi tubuh Inyoko.
"Maafkan aku saudara pertapa ular"
"Apa maksudmu terus mengikuti langkahku"
Ular hijau raksasa itu kemudian berubah wujud menjadi seorang wanita dengan pengikat kepala batu permata hijau.
Sosok nya wanita cantik yang masih muda,seusia dengan Inyoko.
"Maafkan aku tuan"
"Perkenalkan namaku Putri Koa"
"Aku adik Dewi Mata Dara"
"Kakak ku memintaku untuk terus berada di dekatmu"
"Karena leluhurku dan seluruh keturunan ular hijau memiliki sumpah untuk terus berada didekat pertapa naga"
Jelas ular hijau yang telah berubah menjadi manusia itu.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu begitu saja"
"Mengapa kau tidak muncul ditanah sunyi lembah sungai Tha Bek, saat aku bertarung dengan kekuatan dewa iblis,jika benar seluruh keturunan ular hijau telah bersumpah untuk terus menjagaku"
Balas Inyoko.
"Saat itu aku itu aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba seluruh kekuatan yang aku miliki lenyap dan aku seperti terkurung dalam dimensi lain"
__ADS_1
"Hingga akhirnya aku sadar dan melihat anda dan pertapa rajawali akan meninggalkan lembah itu"
Jelas putri Koa.
Putri Koa kemudian mengambil salah satu permata hijau yang menghias rambut indahnya,lalu memberikannya kepada Inyoko.
"Ini adalah permata hijau keturunan ular hijau"
"Permata ini adalah jiwa seluruh keturunan ular hijau,dan kini anda adalah pemiliknya"
"Aku tidak mungkin berani menipu anda tuan,karena aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk itu"
Sambung putri Koa.
Inyoko terdiam sejenak saat menyentuh permata hijau yang diberikan oleh putri Koa kepadanya.
"Baik lah,aku akan mencoba untuk mempercayai perkataanmu"
"Aku tidak ingin menjadikan kalian sebagai budak dan pengabdiku,ambil lah kembali permata berharga ini"
"Aku hanya ingin kau membantuku"
"Secepat apa kau bisa ketempat Dewi Mata Dara berada?"
"Sampai kan pesan ku kepadanya"
"Aku sangat membutuhkan seluruh kekuatan klan ular di kota Dhu Mai"
"Datanglah secepat yang kalian bisa"
Lanjut Inyoko.
Putri Koa merasa sangat kagum dengan kepribadian yang ditunjukan oleh Inyoko,pemuda yang dipercaya oleh seluruh klan ular sebagai titisan leluhur mereka pertapa naga Ghon Jong.
Putri Koa kembali berubah wujud menjadi sosok ular hijau raksasa,dan lenyap seperti masuk kedalam tanah,menjalankan permintaan dari Inyoko.
Rajawali dewa perang yang dari tadi terbang rendah diatas kepala Inyoko turun mendatangi tuan nya itu.
"Entah kejutan apalagi yang akan menghampiri anda tuan"
Ucap rajawali dewa perang.
Inyoko hanya tersenyum,dan segera mengajak rajawali dewa perang kembali terbang melanjutkan perjalanan menuju kota Dhu Mai.
Senyum Inyoko berubah menjadi perasaan was-was,karena firasatnya merasakan ada kekuatan besar yang sedang bergerak menuju kota Dhu Mai.
Apa yang dirasakan oleh Inyoko itu sebenarnya tidaklah meleset.
Manusia Iblis Ghun Thang memimpin langsung pasukan besar kekaisaran Ming menuju kota Dhu Mai.
Kota Dhu Mai sendiri dapat dikatakan dalam posisi yang lemah,karena hampir sebagian besar pasukan dan para pendekar sekte aliran putih di kota Dhu Mai masih berada di lembah kelok sembilan,membantu kerajaan Lha Do Khu Tu dan putra mahkota kerajaan Pha Cah menghadapi pasukan jendral Men Dhi Wu yang telah tewas ditangan Inyoko.
__ADS_1