
"Jangan pergi lagi"
Ucap perempuan yang berada dalam pelukan Inyoko itu.
"Tenanglah adik Fan"
"aku tidak akan pergi lagi"
Balas Inyoko.
Fan Ning sangat ingin mengungkapkan semua isi hatinya kepada Inyoko.
betapa besar perasaan cinta yang tumbuh didalam hatinya untuk Inyoko.
"Kakak...."
"sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu"
"Aku...."
Ucap Fan Ning terbata-bata.
"Inyoko..."
"Kemarilah..."
Teriak Nionyo memanggil cucunya itu.
teriakan yang menghentikan niat Fan Ning menyatakan perasaan cintanya kepada Inyoko.
"sebaiknya nanti kita lanjutkan kembali adik Fan"
"Kakek dan yang lain nya sudah memanggil kita"
Sambung Inyoko membuat Fan Ning gagal menyatakan perasaannya.
Keriuhan dan suasana pesta pemilihan kepala suku Khe Tek yang baru terus berlanjut meriah.
setidaknya sedikit melepaskan beban pikiran mereka yang terus menerus harus berperang dan menumpahkan darah.
mereka menari dan bernyanyi tidak lupa suguhan arak yang semakin membuat panas suasana malam itu.
semua orang terlihat sudah mulai mabuk dan hanyut dalam suasana.
Inyoko yang dari awal tidak ikut menikmati suguhan arak tersenyum melihat orang-orang yang berbahagia disekitarnya itu.
mereka seolah melupakan perang yang akan datang dihadapan mereka.
Inyoko perlahan meninggalkan tempat tersebut,menuju sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat orang-orang sedang menikmati pesta mereka.
Inyoko kemudian mengelus cincin jantung rajawali yang ada dijarinya.
tidak beberapa lama Rajawali Dewa Perang muncul dihadapan Inyoko,tanpa disadari oleh orang-orang disekitarnya.
"ada apa kau memanggilku?"
"mengapa kau tidak ikut bergabung dengan mereka"
Ucap rajawali itu.
__ADS_1
"Aku tidak terbiasa dengan suasana pesta seperti itu"
"aku tidak dapat membayangkan bencana apa yang akan segera mereka hadapi"
"bukankah kau sendiri sudah mendengarkan dari guru Kha Ram Fang kengerian yang akan diciptakan oleh manusia iblis ghun thang"
"kekuatan yang aku punya saat ini belum cukup untuk menghadapinya"
"meskipun aku menguasai aura energi penguasa bumi"
jelas Inyoko dengan wajah sedih.
Ketika berada di lembah sungai Tha Bek dan berlatih melatih aura energi penguasa bumi guru Kha Ram Fang,gurunya pernah bercerita tentang sosok manusia iblis ghun thang.
Manusia iblis ghun thang juga pernah menjadi muridnya bersama dengan kakak seperguruannya Sha Muik.
Kha Ram Fang dan kakak seperguruannya mengambil manusia iblis ghun thang sebagai murid,ketika ia masih berumur 13 tahun,dan hanya dalam waktu setahun dia telah berkembang dengan pesat,bahkan kekuatannya saat itu sudah setingkat dengan pendekar pertapa suci.
bahkan kekuatan aura iblis yang merasuki Kha Ram Fang dimasa lalu tidak lepas dari pengaruh aura raja iblis milik ghun thang yang terserap oleh nya.
bahkan ghun thang kemudian berhasil menguasai jiwa Kha Ram Fang dan menjadikan nya sebagai bawahannya,hingga akhirnya Sha Muik muncul dan berhasil menyelamatkan jiwa Kha Ram Fang meskipun mengorbankan dirinya sendiri.
"bahkan guru Kha Ram Fang sendiri tidak sanggup menghadapi kekuatan manusia iblis ghun thang"
"aku harus mencari jalan agar menjadi jauh lebih kuat secepatnya"
"malam ini aku ingin terbang bersamamu dan tidur diatas kedua sayapmu itu saudara rajawali"
Sambung Inyoko.
"Kakaaaaak"
teriak seorang gadis yang tak lain adalah Fan Ning.
"mengapa adik Fan ada ditempat ini?"
"kembali dan beristirahatlah"
balas Inyoko.
"aku harus ikut bersamamu kak"
"aku juga ingin ikut terbang bersama tetua rajawali"
Rengek Fan Ning.
Kemudian Inyoko menaiki tubuh Rajawali Dewa Perang dan terbang bersama Fan Ning melewati malam.
Fan Ning merasakan kebahagian yang luar biasa malam itu karena melewati malam bersama dengan pria yang ia cintai.
Fan Ning kembali berniat menyatakan perasaannya kepada Inyoko,akan tetapi belum lama mereka terbang bersama Rajawali Dewa Perang,Inyoko terlihat sudah tertidur sangat pulas.
meskipun merasa kecewa,akan tetapi melihat wajah Inyoko yang sedang tertidur seperti membuat perasaan Fan Ning merasa damai.
Saat matahari mulai terbit,Inyoko terbangun dari tidurnya dan mendapati Fan Ning terlelap didadanya.
perlahan Inyoko mengangkat kepala gadis itu, takut jika membuatnya terbangun.
kemudian Inyoko meminta Rajawali Dewa Perang mengantarkan mereka kembali ketempat semula.
__ADS_1
Setibanya di balai Ga Dhang Inyoko dan Fan Ning telah ditunggu oleh banyak orang.
sebagian dari anggota suku Khe Tek sangat terkejut menyaksikan kehadiran Rajawali Dewa Perang dihadapan mereka.
"Dari mana saja kalian"
"kalian membuat kami semua merasa sangat khawatir"
Teriak Nionyo penuh kepanikan.
"Maafkan aku kakek"
"aku dan adik Fan hanya berkeliling menikmati malam dilangit balai Ga Dhang"
"dan tertidur diatas tubuh rajawali"
Jawab Inyoko dan disaat bersamaan Fan Ning terjaga dari tidurnya.
"Segera bersihkan tubuhmu,kita akan melanjutkan perjalanan menuju kota Mang Kuak"
Pinta Nionyo.
Setelah semua persiapan perjalanan mereka beres rombongan Nionyo bersama Inyoko dan ditambah dengan kepala suku Khe Tek yang baru Kha Bao melanjutkan perjalanan mereka,tetapi kali ini mereka meminta bantuan Rajawali Dewa Perang untuk mengantarkan mereka,karena jalan yang akan mereka tempuh selanjutnya bukan lah medan yang mudah dan cepat untuk dapat dilalui dengan menaiki kuda.
Hal menarik terjadi sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka itu.
saat semua orang telah menaiki tubuh Rajawali Dewa Perang,Nionyo terlihat masih diam mematung dengan tatapan yang kosong dan tubuh penuh dengan keringat.
semua orang merasa kebingungan melihat kondisi Nionyo.
"Kakek..."
Panggil Inyoko,tapi Nionyo masih tetap diam mematung.
"Kakek..."
Panggil Inyoko kembali dengan suara sedikit lebih keras,dan kali ini membuat Nionyo tersentak dan menatap kearah Inyoko.
"Ya...kenapa ?"
Jawab Nionyo gemetar.
"Bukan kah kita harus segera tiba di kota Mang Kuak"
"sebaik nya kita bergegas,cepat naiklah kesini"
Pinta Inyoko.
"Terbang bersama burung raksasa ini"
"aku sedikit ragu"
"aku merasa sangat takut"
"bagaimana jika seandainya kita jatuh dari ketinggian"
Jawab Nionyo penuh rasa malu,dan disambut gelak tawa semua orang yang mendengarkan nya.
setelah dipaksa dan didesak semua orang,akhirnya Nionyo bersedia menaiki Rajawali Dewa Perang meskipun masih dengan wajah pucat.
__ADS_1