Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Sang Dewi Mimpi Sam Pa Deh


__ADS_3

Inyoko mulai merasakan pusing dan kepalanya terasa sangat berat,keringat mengucur deras keluar dari tubuhnya.


Inyoko merasa tubuhnya seperti sedang terbakar.


Inyoko terjatuh dan berlutut,mencoba menopang tubuhnya dengan golok pusaka naga yang dia tancapkan ditanah.


Putri Wa Dehn bertambah panik,setelah hilangnya Mai Chen dan Paja Bing Nga kini kondisi Inyoko terlihat dalam keadaan tidak baik.


Bibir pemuda penerus pertapa naga itu terlihat pucat,wajahnya mulai membiru.


Inyoko menatap kearah buah-buahan yang barusan terjatuh dan mengeluarkan aromanya yang khas, dirinya merasa jika buah-buahan tersebut mengandung sesuatu yang menyebabkan dirinya seperti keracunan.


Namun anehnya,jika benar penyebabnya adalah buah-buahan tersebut mengapa putri Wa Dehn sepertinya tidak terpengaruh sama sekali seperti Inyoko,bahkan kekuatan yang dimiliki oleh Inyoko jauh lebih tinggi dari gadis itu,karena baik Inyoko maupun putri Wa Dehn sama-sama sudah menghirup aroma dari buah-buahan tersebut.


Inyoko berpikir keras mencari jawaban apa yang menyebabkan tubuhnya seperti sedang keracunan tersebut.


Namun semakin lama,Inyoko semakin kehilangan kesadarannya,dan benar-benar jatuh terkapar tidak sadarkan diri.


Putri Wa Dehn menjadi semakin bingung dan panik, tidak tahu apa yang harus diperbuatnya untuk menyadarkan Inyoko kembali.


"Kakak,sadarlah"


"Kakak,Bangunlah"


Ucap putri Wa Dehn sambil memukul-mukul tubuh Inyoko.


Air mata gadis itu mulai berlinang,rasa panik dan sedih bercampur aduk didalam hatinya.


Hampir seluruh tubuh Inyoko kini telah membiru,menandakan racun buah-buahan itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya, detak jantung Inyoko semakin melambat, nafasnya juga mulai melemah.


Inyoko benar-benar dalam keadaan kritis, membuat putri Wa Dehn semakin gelisah dan sedih.


Tangisnya pecah seraya dirinya memeluk tubuh Inyoko yang terasa mulai dingin meskipun terus mengeluarkan keringat tanpa henti.


Tiba-tiba, entah darimana asalnya,muncul sosok perempuan separuh baya dihadapan putri Wa Dehn.


Wanita berjubah hitam dengan tongkat kayu ditangannya.


Wanita itu terlihat menyeramkan karena seperti ada bekas luka bakar hampir di seluruh wajahnya dengan bentuk telinga yang memanjang dan gigi-gigi tajamnya yang tak beraturan.


"Hahahaa"


"Ternyata kau tidak seperti yang mereka ceritakan bocah"


"Aku akan bermain-main denganmu untuk beberapa waktu"

__ADS_1


"Kita lihat seberapa besar kekuatan yang kau miliki untuk mengatasi racun Buah Mimpi yang aku miliki"


Ucap perempuan itu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Apa maksudmu?"


"Mengapa kau melakukan ini semua kepada kami,bahkan kami sama sekali tidak mengenalmu"


"Dimana kedua orang temanku yang lain?"


Tanya putri Wa Dehn kepada perempuan tersebut.


"Gadis lemah,aku memang tidak punya urusan dengan kalian"


"Tapi kalian cukup punya nyali masuk ke wilayah hutan selatan ini"


"Aku hanya menjalankan tugas dari tuan Rakensu untuk menghabisi kalian"


"Sejak awal kedatangan kalian dikawasan hutan wilayah selatan, tuan Rakensu terus memperhatikan gerakan kalian"


"Dan pemuda lemah itu menarik perhatiannya"


"Jika kau ingin tau keberadaan dua teman mu yang lain ,kau harus menghabisi ku terlebih dahulu"


Tanpa berpikir panjang putri Wa Dehn langsung saja menyerang wanita suruhan Rakensu itu dengan membabi buta.


Kedua nya saling bertukar jurus dan serangan.


Putri Wa Dehn terlihat sedikit lebih unggul dibandingkan lawannya tersebut.


Tidak butuh waktu lama,putri Wa Dehn telah membuat Sam Pa deh terdesak dan kesulitan.


Bahkan Sam Pa Deh telah menderita luka dalam ringan akibat beberapa serangan tenaga dalam putri Wa Dehn.


Merasa diatas angin putri Wa Dehn kembali melanjutkan serangannya kepada Sam Pa Deh.


Sam Pa Deh merasa dirinya akan berada dalam bahaya jika tidak segera bertindak sebelum serangan putri Wa Dehn mengenainya.


Tapi sepertinya semua sudah sangat terlambat,putri Wa Dehn telah berada tepat dihadapannya,Sam Pa Deh sudah tidak dapat menghindari serangan dari musuhnya tersebut.


Pukulan putri Wa Dehn dengan bertubi-tubi menghantam tubuh Sam Pa Deh, sepertinya pertarungan ini akan segera berakhir dan terlihat jelas siapa yang akan jadi pemenangnya.


Akan tetapi putri Wa Dehn merasakan ada yang aneh pada diri Sam Pa Deh.


Musuhnya itu tidak terlihat panik dan ketakutan ketika pukulan yang bertubi-tubi mengenainya.

__ADS_1


Bahkan Sam Pa Deh tersenyum sinis menerima pukulan tersebut.


Keanehan yang diperlihatkan oleh Sam Pa Deh berlanjut,dalam sekejap perempuan paruh baya itu menghilang dalam sekejap seperti ditelan bumi,disaat pukulan-pukulan putri Wa Dehn terus menghujam tubuhnya.


Suasana ditempat itupun seketika berubah,semua menjadi sangat gelap, putri Wa Dehn seperti tengah berada dalam sebuah dimensi lain ciptaan Sam Pa Deh.


Tidak ada hutan, tidak ada Inyoko,tidak ada apapun didalam dimensi tersebut.


"Hahahaha"


"Mungkin kemampuan bertarung yang aku miliki tidak sebanding dengan kekuatanmu"


"Tapi jangan lupa aku adalah sang dewi mimpi"


"Ditempat ini bahkan dewa maut sekalipun tidak akan mampu menghadapi aku"


Suara Sam Pa Deh bergema dalam dimensi itu tanpa memperlihatkan wujudnya.


Dinding-dinding dimensi lain milik Sam Pa Deh menampilkan bayangan-bayangan masa lalu kehidupan putri Wa Dehn ketika dia dan keluarga besar Dehn masih menjadi bagian keluarga istana kekaisaran Ming.


Bayangan masa lalu indah putri Wa Dehn hancur menjadi kenangan kelam ketika seluruh keluarga besarnya dibantai habis oleh kaisar An Zung karena fitnah manusia iblis Ghun Thang.


Luka lama yang mulai dia lupakan seperti terbuka kembali, seluruh tubuh putri Wa Dehn menjadi terasa lemas,air matanya jatuh tak terbendung.


Dendam kesumat dihatinya memuncak terhadap kaisar An Zung dan manusia iblis Ghun Thang.


Putri Wa Dehn yang sedang berada dalam posisi goyah karena mimpi masa lalunya itu dimanfaatkan oleh Sam Pa Deh untuk menyerang.


Dengan kecepatan tinggi,hingga tak terlihat oleh mata, Sam Pa Deh bergerak dengan sebuah belati kecil ditangannya.


Sam Pa Deh berhasil memberikan luka sayatan pada lengan putri Wa Dehn tanpa sempat menghindarinya.


Tubuh putri Wa Dehn seolah-olah terbelenggu dalam bayangan masa lalu yang sedang dia saksikan itu.


Putri Wa Dehn seolah-olah kehilangan kendali akan dirinya sendiri.


Menghabisi putri Wa Dehn sepertinya bukan lagi menjadi masalah yang sulit untuk Sam Pa Deh.


Akan tetapi perempuan itu memilih melepaskan putri Wa Dehn dari dimensi lain ciptaannya.


"Aku ingin lihat seberapa lama kau dan bocah itu mampu bertahan"


"Ketahuilah waktumu cuma tersisa tiga hari untuk menyelamatkan bocah itu dari pengaruh racun buah mimpi,atau dia akan terkurung selamanya didalam dimensi dunia mimpi,tanpa bisa kembali lagi"


Suara Sam Pa Deh seperti muncul dari segala penjuru hutan kabut.

__ADS_1


__ADS_2