Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Gagalnya Perdamaian


__ADS_3

Sedang terjadi rapat didalam ruangan istana Dinasti Juryan.


putra mahkota Pha Cah mengumpulkan seluruh jendral dan para menterinya.


Jendral Besar Mha Lhun Pek mengajak serta Tetua Ho dan rombongannya ikut dalam rapat itu.


"Aku mendapatkan informasi jika pangeran Lha Cah telah bersekutu dengan Kekaisaran Ming"


"situasi kini semakin rumit"


"menghadapi masalah Lha Cah saja sudah menguras banyak tenaga dan banyak kerugian"


"kini ditambah lagi dengan bergabungnya mereka,tentu akan semakin berat apa yang harus kita hadapi"


Ucap Pha Cah sedih.


"berhadapan langsung saat ini dengan mereka juga bukan lah suatu keputusan yang bijak"


"Kekuatan yang mereka miliki saat ini bahkan sedikit lebih unggul dari apa yang kita punya"


"menghindari pertempuran sepertinya akan lebih baik"


sebut salah salah seorang menteri.


"Kau ingin menyerahkan dinasti Juryan ini begitu saja kepada mereka?"


"apakah kau tidak memikirkan nasib rakyat?"


"mereka tidak kenal kata damai,bukankah setiap daerah yang mereka lewati akan berubah menjadi tempat pembantaian"


"apakah kau lupa itu?"


Balas Jendral Mha Lhun Pek geram.


"Jadi apa rencana mu selanjutnya jendral?"


"bukankah kau juga tahu saat ini kekuatan kita tidak cukup untuk menghadapi mereka"


"bagaimana nasib rakyat yang mengharapkan kita melindungi mereka"


"aku bahkan berpikir akan menyerahkan singgasana ini kepada adik ku itu"


"asalkan rakyatku tidak lagi menjadi korban"


Sambung putra mahkota kerajaan Pha Cah.


"maaf yang mulia"


"tolong pikirkan kembali niatmu itu"


"bahkan selama memberontak tidak ada satupun rakyat yang mendukung pangeran Lha Cah"


"dia berhasil membangun kekuatan tempurnya setelah mengumpulkan para perampok dan pendekar hitam"

__ADS_1


"akibatnya setiap daerah yang ditaklukan olehnya akan dijadikan daerah jajahan untuk memenuhi kebutuhan persediaan perang mereka"


Jelas Mha Lhun Pek mencoba memperingatkan putra mahkota kerajaan Pha Cah.


Perdebatan panjang terjadi dalam ruangan istana itu.


suasana rapat semakin memanas,karena mereka tidak jua menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi musuh mereka.


hingga akhirnya mereka bersepakat mengirim adik dari putra mahkota kerajaan yaitu Pangeran Khan Cah untuk bertemu dengan Pangeran Lha Cah.


tujuannya adalah untuk menyampaikan undangan pertemuan perdamaian dan penyatuan Dinasti Juryan.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah akan bersedia memenuhi semua persyaratan yang akan diberikan oleh adik tirinya itu,termasuk penyerahan tahta dinasti.


Putra mahkota Pha Cah berharap, dengan mengirimkan adik kandungnya sebagai utusan dapat menunjukan keseriusannya untuk berdamai dengan pangeran Lha Cah.


Keesokkan paginya pangeran Khan Cah berangkat dengan hanya membawa lima orang prajurit pengawal menuju kota Shu Lik A Yia yang dijadikan pangeran Lha Cah sebagai markasnya.


Delapan hari kemudian salah seorang prajurit pengawal pangeran Khan Cah telah kembali ke istana Dinasti Juryan dengan wajah sedih dan ketakutan.


ditangan nya terdapat bungkusan kain penuh darah dan berbau amis.


Isi bungkusan yang dibawanya itu membuat semua orang yang melihat isinya menjadi sangat sedih dan penuh kemarahan.


didalam bungkusan itu terdapat potongan kepala pangeran Khan Cah dan empat orang prajurit pengawal lainnya.


Hal itu sebagai jawaban pangeran Lha Cah untuk ajakan berdamai dari putra mahkota kerajaan Pha Cah.


"dan dia juga berkata akan menciptakan teror di seluruh tanah Juryan ini"


Ucap prajurit pengawal itu terbata-bata.


Semua sontak terdiam setelah mendengarkan apa yang baru saja disampaikan oleh prajurit pengawal itu.


bahkan sesuatu hal yang mengerikan kemudian terjadi dihadapan mereka.


prajurit pengawal yang kembali membawa kabar buruk itu, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat,perlahan darah mengalir keluar dari semua bagian tubuh nya.


hingga akhirnya prajurit itu jatuh dan tewas.


"Ini ilmu iblis"


Sontak Kakek Gwen membuka suara.


"apa maksudmu sesepuh?"


Jendral Mha Lhun Cek bertanya.


"ini seperti jurus terlarang jurus racun energi"


"korbannya tidak akan pernah menyadari dirinya telah terkena jurus ini, karena efek jurus ini akan terlihat pada korbannya setelah seminggu"


"jurus ini menghancurkan organ vital manusia secara perlahan dan tanpa pernah kita sadari"

__ADS_1


"jika dipihak musuh ada pendekar yang mampu menguasai jurus ini,tentu saja ini akan membuat kita semakin sulit,karena tidak semua pendekar tingkat tinggi mampu menguasai jurus terlarang ini"


Jelas Kakek Gwen yang membuat ruangan istana itu terasa semakin mencekam.


"Langit sepertinya tidak berpihak kepadaku"


"aku adalah penguasa Juryan terlemah dan paling tidak berguna dalam sejarah"


"jangankan melindungi rakyatku,adik ku sendiri jadi tumbal karena kelemahan ku"


Ucap putra mahkota kerajaan Pha Cah dengan perasaan sedih.


"Jendral Mha,kalau aku boleh tahu berapa banyak jumlah penduduk ibu kota ini?"


"dan berapa jumlah pasukan dinasti Juryan saat ini"


"sekalian aku ingin melihat peta wilayah dinasti Juryan"


Ucap Tetua Ho bertanya kepada jendral besar Mha Lhun Pek.


"setidaknya penduduk ibukota kurang lebih sekitar 30.000 orang"


"jumlah pasukan yang bisa aku kumpulkan semuanya berjumlah 100.000 prajurit"


Jawab Mha Lhun Cek,yang kemudian memperlihatkan sebuah peta besar kepada Tetua Ho.


Tetua Ho memiliki sebuah siasat untuk menghadapi serangan yang mungkin tidak akan lama lagi mereka hadapi.


Tetua Ho meminta jendral Mha Lhun Pek menyiapkan seribu prajurit untuk mengawal setiap lima ribu penduduk yang akan disebar ke enam penjuru.


menurut Tetua Ho semakin kecil jumlah rombongan itu,maka semakin cepat mereka dapat bergerak.


dalam rencana yang disampaikannya itu Tetua Ho berkeinginan agar penduduk-penduduk itu menyebar di semua negara kecil yang menjadi negara tetangga Dinasti Juryan.


"Kita akan mengosongkan ibukota ini"


"dan kita akan membangun benteng pertahanan di gunung ini"


Ucap Tetua Ho menunjuk sebuah titik pada peta yang ada dihadapannya.


Menurut Tetua Ho mendirikan benteng di daerah ketinggian akan menjadi keunggulan bagi mereka ketika menghadapi serangan pasukan besar kekaisaran Ming.


karena akan memudahkan pasukan memanah untuk menghadang serangan yang akan datang.


gunung itu dikenal dengan nama Puncak Lha Wang.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah dan semua petinggi pemerintahan menyetujui rencana dan strategi dari Tetua Ho itu.


Jendral besar Mha Lhun Pek segera menyiapkan segala sesuatu untuk menjalankan rencana mereka itu,termasuk memberikan informasi rencana pelarian itu kepada penduduk ibukota.


Awalnya penduduk ibukota banyak yang tidak ingin ikut dalam rencana pelarian itu,mereka lebih memilih bertahan dan ikut bergabung dengan para prajurit membangun benteng pertahanan di puncak Lha Wang.


setelah Jendral Mha Lhun Pek menjelaskan kondisinya,barulah mereka semua menyetujui rencana itu.

__ADS_1


__ADS_2