
Siasat jendral Mha Lhum Pek yang mengaku sebagai tetua Bu sepertinya berhasil.
Kalipasan mempercayai semua yang diucapkan oleh jendral besar dari dinasti Juryan itu.
Karena tidak ada satupun dari pasukan kekaisaran Ming yang sebagian besarnya adalah para penjahat yang dibayar itu mengenal sosok dari tetua Bu ketua sekte Bulan Giok.
akan tetapi beberapa komandan pasukan kekaisaran Ming berbeda sikap dengan pimpinan mereka Kalipasan,mereka masih meragukan kebenaran dari perkataan jendral Mha Lhum Pek itu.
selain itu beberapa orang sesepuh yang ada juga berpikiran yang sama,mereka merasa ada kejanggalan dari tamunya itu.
Kalipasan tidak dapat bersikeras dengan keputusan nya seorang.
meskipun ditunjuk sebagai pimpinan pasukan oleh manusia iblis Ghun Thang akan tetapi dia tidak memiliki kuasa penuh untuk mengendalikan pasukan tersebut,karena masih terdapat beberapa orang sepuh bersamanya.
Kalipasan kemudian memutuskan untuk menempatkan jendral Mha Lhum Pek dan yang lainnya didalam penjara bawah tanah kerajaan Lha Do Khu Tu,karena tidak ingin berselisih paham dengan para sepuh dan komandan pasukannya.
"Maafkan aku senior"
"untuk sementara waktu kalian harus aku tempatkan ditempat yang tidak layak itu"
"Aku berjanji kepada kalian,bahwa mereka akan menyesal karena tidak mempercayai keputusanku"
"kita harus menunggu keputusan dari tuan Ghun Thang terlebih dahulu"
Ucap Kalipasan kepada jendral Mha Lhum Pek dan teman-temannya.
Jendral Mha Lhum Pek hanya mengangguk sebagai tanda dia memahami situasi yang sedang terjadi.
Jendral Mha Lhum Pek dan teman-temannya kemudian dia antar langsung oleh Kalipasan dan beberapa orang prajurit kerajaan.
Jendral Mha Lhum Pek dan rombongan tidak dimasukan kedalam sel-sel tahanan yang ada didalam penjara bawah tanah itu.
karena bagi Kalipasan status mereka bukanlah sebagai tahanan,melainkan tamu kerajaan.
mereka kemudian ditempatkan pada sebuah kamar prajurit yang ada didalam penjara bawah tanah itu.
__ADS_1
Kalipasan memerintahkan para prajurit yang bertugas dipenjara bawah tanah itu memperlakukan mereka dengan baik.
"apa sebenarnya rencana yang sedang kau jalankan ini jendral?"
Tanya Mai Chen pada jendral Mha Lhum Pek sambil berbisik saat mereka telah berada didalam kamar prajurit dipenjara bawah tanah itu.
"Setidaknya kita bisa mengetahui situasi dan keadaan para tahanan ditempat ini"
"sepertinya tidak banyak penghuni istana kerajaan yang berhasil selamat dari serangan mereka"
"kita harus berhasil mencari keberadaan raja Tho Gel raja dari kerajaan Lha Do Khu Tu ini"
"Seandainya dia memang tidak selamat kita masih bisa menggunakan pengaruh dari anaknya pangeran Martabe"
"aku yakin dengan pengaruh kedua orang ini kita dapat menggerakkan rakyat dan pra prajurit setianya yang masih tersisa untuk menyerang pasukan kekaisaran Ming yang menguasai kerajaan ini dari dalam"
Jelas jendral Mha Lhum Pek.
Inyoko dan Mai Chen hanya terdiam mendengarkan apa yang baru saja di jelaskan oleh jendral Mha Lhum Pek.
Tak lama kemudian jendral Mha Lhum Pek keluar dari kamar itu,menemui beberapa orang prajurit penjaga yang ada didepan ruangan itu.
Jendral tua itu mulai berbicara mencoba mencairkan suasana dan memcoba akrab dengan para prajurit-prajurit itu.
dari pembicaraannya dengan para prajurit itu jendral Mha Lhum Pek mengetahui jika yang menjadi prajurit penjaga penjara bawah tanah itu adalah para prajurit asli kekaisaran Ming,bukan prajurit bayaran atau para penjahat yang direkrut oleh manusia iblis Ghun Thang.
Para prajurit itu lebih memilih menjaga tahanan bawah tanah itu karena tidak tega melakukan pembantaian seperti prajurit-prajurit yang lain.
bahkan prajurit itu mengungkapkan jika sebenarnya mereka tidak ingin melanjutkan peperangan dan pembantaian lagi.
tapi mereka tidak kuasa untuk menolak perintah kaisar An Zung dibawah pengaruh manusia iblis Ghun Thang.
Karena keselamatan keluarga mereka menjadi jaminannya jika mereka menolak untuk ikut dalam perang.
sebuah fakta yang tentu saja membuat jendral Mha Lhum Pek dan yang lainnya menjadi sangat terkejut.
__ADS_1
Tanpa ragu-ragu jendral Mha Lhum Pek kemudian membuka jati diri asli mereka kepada para prajurit itu.
Jendral Mha Lhum Pek bahkan dengan terus terang menjelaskan maksud dan rencana nya kepada para prajurit itu.
prajurit-prajurit itu semakin yakin ketika Mai Chen juga ikut berbicara meyakinkan mereka.
bagi para prajurit asli kekaisaran Ming sosok Mai Chen bukanlah sosok yang asing.
Keluarga Chen sebelumnya adalah salah satu keluarga bangsawan yang cukup disegani di kekaisaran Ming,bahkan sebelum manusia iblis Ghun Thang menebarkan pengaruhnya di kekaisaran Ming,keluarga bangsawan Chen adalah pelatih militer kekaisaran yang dipimpin oleh Lao Chen kakeknya Mai Chen.
Para prajurit itu terlihat sangat bersemangat membantu jendral Mha Lhum Pek dan yang lain nya menjalankan siasat mereka.
Kemudian para prajurit itu mengantarkan jendral Mha Lhum Pek ketempat raja Tho Gel dan anaknya pangeran Martabe ditahan.
ayah dan anak itu ditempatkan dalam satu kamar tahanan yang sama.
kedua tangan dan kaki mereka dirantai dengan rantai besi yang cukup besar.
tubuh raja Tho Gel terlihat babak belur penuh luka yang ditimbulkan dari siksaan yang diberikan oleh Kalipasan.
sementara itu kondisi pangeran Martabe terlihat tidak jauh lebih baik.
pangeran penerus tahta kerajaan Lha Do Khu Tu itu terlihat lebih mengenaskan karena kehilangan sebelah lengannya.
Jendral Mha Lhum Pek dan Inyoko dengan segera menyalurkan tenaga dalam mereka kepada kedua orang itu untuk membantu raja dan anaknya itu pulih kembali,sebelum menjelaskan siasat yang ingin mereka jalankan dengan bantuan raja Tho Gel itu.
Sementara itu....
Para prajurit gabungan negara Paja Bing Nguang dan Dinasti Juryan hampir tiba di daerah perbatasan kerajaan Lha Do Khu Tu.
pasukan dibawah pimpinan putra mahkota kerajaan Pha Cah itu memilih untuk beristirahat melepas lelah setelah melakukan perjalanan jauh yang cukup menguras energi itu,di sebuah hutan dipinggir aliran sungai yang berada tidak jauh dari daerah perbatasan.
Keberadaan pasukan Pha Cah itu akhirnya diketahui oleh para prajurit penjaga perbatasan kerajaan.
beberapa orang prajurit kemudian segera berangkat menuju kota A Ngek ibukota kerajaan Lha Do Khu Tu untuk melaporkan tentang keberadaan pasukan musuh diluar perbatasan.
__ADS_1