Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Dinasti Juryan


__ADS_3

Sebuah tempat yang sangat Indah,terhampar padang rumput yang luas dengan aneka tumbuhan yang berwarna-warni.


Suara Air terjun bersahutan dengan suara burung-burung kecil seperti sebuah irama yang menambah suasana damai di tempat itu.


tempat itu berbanding terbalik dengan gua di dinding tebing,tempat Inyoko dan guru Kha Ram Fang sebelum nya.


"guru mengapa kita tidak tinggal ditempat ini sebelumnya"


"mengapa guru lebih memilih gua yang menyeramkan itu sebagai tempat tinggalmu?"


Ucapan Inyoko itu mengundang sebuah pukulan yang mengenai kepala nya


"Plaaaak"


"bocah tidak tahu diri"


"apa kau tidak juga menyadari,seperti apa perjuangan mu bisa sampai ketempat ini?"


"kau baru saja hampir mati di gulung oleh arus sungai ini"


"dengan kemampuan dan kondisi tubuh mu sebelum nya,kau hanya akan menambah bangkai manusia di dasar sungai ini"


Jawab guru Kha Ram Fang.


Ditempat lain, diluar wilayah kekuasaan Kekaisaran Ming...


Iringan pasukan Kaisar Ming yang dipimpin oleh Jun Ben Dhol dan Kha Liang telah hampir memasuki wilayah dinasti Juryan.


tak terhitung jumlahnya pembantaian yang telah mereka lakukan sepanjang perjalanan itu.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah dibuat gelisah setelah kengerian yang dihadirkan oleh pasukan Kaisar Ming itu.


"Jika seperti ini Dinasti Juryan hanya akan tinggal nama dalam sejarah"


"Konflik dengan adik ku Lha Cah tidak juga menemukan titik penyelesaian"


"dan kini pasukan Kekaisaran Ming yang membabi buta itu akan segera memasuki wilayah perbatasan Dinasti Juryan"


"aku harus bagaimana?"


"apa kalian punya pendapat untuk menghadapi situasi ini?"


Ucap putra mahkota Pha Cah kepada para mentri dan penasehat kerajaan.


"ini adalah masalah yang sangat serius, wilayah terdekat dengan pasukan Ming itu adalah kota Shu Lik A Yia,paling tidak pasukan musuh membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk sampai di sana"

__ADS_1


"kota itu hanya akan sanggup bertahan dua hari jika mendapat serangan dari kekuatan pasukan Kekaisaran Ming"


"mengirim kan bantuan ke tempat itu paling tidak memakan waktu hampir seminggu,dan itu sudah pasti akan terlambat"


"lebih baik kita kirim orang dengan kuda tercepat,dan meminta pemimpin kota itu untuk segera mengungsikan penduduk nya"


Ucap salah seorang Jendral pasukan Dinasti Juryan.


Jendral Mha Lhun Cek,Jendral tertinggi dan terkuat di Dinasti Juryan meskipun masih berusia sangat muda.


salah satu penyebab Putra mahkota kerajaan Pha Cah masih bertahan di singgasana dari ancaman adik tiri nya Lha Cah.


kekuatan yang dimiliki oleh Jendral itu setara dengan kekuatan para pendekar pertapa.


Putra mahkota Pha Cah menyetujui saran dari Jendral nya itu.


Jendral Mha Lhun Cek menyerahkan tugas itu pada adik kandungnya Mha Lhum Pek****.


Salah satu jendral perang Dinasti Juryan dengan kemampuan yang juga cukup tinggi,hanya beberapa tingkat dibawah sang kakak.dan usia kakak beradik itu pun tidak terpaut jauh.


Mha Lhum Pek segera berangkat menuju kota Shu Lik A Yia dengan menggunakan kuda terbaik yang dimiliki oleh istana kerajaan.


semua orang berharap Mha Lhum Pek tiba tepat waktu di kota itu,untuk menghindari bencana yang akan ditimbulkan oleh pasukan Kekaisaran Ming.


"Terus lah pacu kuda ini"


"Hindari melewati wilayah yang ada dibawah pengaruh Pangeran Lha Cah"


"Kami semua mengandalkan mu adik Lhum"


Ucap Jendral Mha Lhun Cek sebelum melepas kepergian adik kesayangannya itu.


Sesuai dengan perkiraan Jendral Mha Lhun Cek,adik nya itu tiba di kota Shu Lik A Yia tepat dihari ketiga.


setelah menjelaskan situasi yang sedang berkembang dan membawa titah putra mahkota kerajaan,pemimpin kota Shu Lik A Yia dengan segera memenuhi perintah dari Istana Dinasti Juryan yang di bawa oleh Jendral Mha Lhum Pek itu.


Sehari kemudian Pasukan Kekaisaran Ming yang dipimpin oleh Jun Ben Dhol dan Kha Liang hanya mendapati sebuah kota perbatasan yang telah kosong tanpa penghuni.


"Sepertinya ada Jendral yang cukup cerdas di Dinasti Juryan"


"kita terlambat satu langkah ketua Jun"


Ucap Kha Liang pada Jun Ben Dhol.


"Hahahahah"

__ADS_1


"ini semakin menarik"


"kini kita adalah pemburu,dan mereka adalah mangsa buruan"


"melihat jejak yang mereka tinggalkan sepertinya mereka belum lama meninggalkan kota ini"


"Kumpulkan kembali seluruh pasukan,kita akan segera bergerak memburu manusia-manusia lemah itu"


Ucap Jun Ben Dhol memberi perintah kepada Kha Liang untuk mengumpulkan para pasukan yang sebelumnya menyebar,melakukan pencarian di setiap sudut kota Shu Lik A Yia.


Pasukan Kekaisaran Ming itu kemudian segera berangkat melakukan pengejaran.


Jendral Mha Lhum Pek mengambil alih pimpinan pengungsi kota Shu Lik A Yia yang berjumlah sekitar tiga ribu orang itu.


hanya ada sekitar seribu prajurit di dalam rombongan itu.


pergerakan rombongan pengungsi itu terlihat sangat lambat,karena banyak penduduk kota yang membawa serta harta benda mereka,dan para lansia yang tidak dapat berjalan dengan cepat.


Prajurit di barisan paling belakang rombongan pengungsi,menunggang kuda nya dengan sangat cepat menuju barisan terdepan tempat Jendral Mha Lhum Pek berada.


"Lapor Jendral"


"sepertinya pasukan musuh semakin dekat dengan rombongan kita"


"lebih baik jendral dan pemimpin kota segera bergerak dan memisahkan diri dari rombongan pengungsi ini"


Ucap prajurit itu melaporkan situasi yang terjadi di bagian belakang rombongan pengungsi.


"Aku tidak akan mungkin melarikan diri,meninggalkan kalian dan saudara-saudara ku rakyat Dinasti Juryan"


"Jika aku selamat kakak ku pun pasti akan membunuh ku"


"lebih baik aku mati terhormat di tempat ini,di negri tanah kelahiran ku"


"aku tidak akan membiarkan mereka begitu saja merampas negeriku"


"Tuan pemimpin kota,sebaik nya kau saja yang berangkat lebih dulu,bawalah beberapa prajurit bersama mu"


"sampai kan salam pada kakak ku Mha Lhun Cek"


"katakan padanya,bahwa adik nya ini telah berjuang mempertahan kan negri ini dengan saudara-saudara nya yang lain"


Jawab Jendral Mha Lhum Pek dengan tenang.


sebuah sikap kesatria yang ditunjukan oleh jendral muda.

__ADS_1


Sikap nya itu membuat para prajurit yang awalnya terlihat kehilangan semangat,kini kembali bangkit dan bersemangat.


__ADS_2