
Pagi itu Mai Chen terbangun lebih awal daripada putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga,
Mai Chen begitu kaget melihat tempat disekitarnya dipenuhi oleh jasad-jasad siluman kera yang sudah tidak bernyawa.
Sementara itu Inyoko dan rajawali dewa perang sedang mempersiapkan sarapan untuk mereka pagi itu.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi sepanjang malam?"
"Mengapa aku tidak menyadari apapun?"
Tanya Mai Chen penuh penasaran.
Meskipun Mai Chen cukup yakin semuanya terjadi karena kekuatan Inyoko,tapi yang menjadi tanda tanya besar dipikirannya adalah,bagaimana mungkin Inyoko membantai sekian banyak siluman tanpa disadari oleh nya.
Mai Chen masih mencoba mencerna situasi yang telah terjadi,termasuk penyebab dirinya tidak sadarkan diri selama sepanjang malam.
Tak lama kemudian Paja Bing Nga dan putri Wa Dehn menyusul bangun dari tidur mereka.
Yang pertama kali dilakukan kedua gadis itu ketika bangun adalah berteriak histeris, karena menyaksikan darah-darah siluman dan tubuh-tubuh siluman yang berserakan disekitar tempat tersebut.
Meskipun sudah sering terlibat dalam pertempuran yang penuh darah,akan tetapi pemandangan mengerikan yang mereka lihat saat pertama kali membuka mata,cukup untuk membuat kedua gadis itu mengeluarkan sisi feminim nya.
Kedua gadis tersebut beserta Mai Chen segera mendekati Inyoko yang sudah menyiapkan beberapa buahan segar yang baru saja dia cari bersama rajawali dewa perang disekitar tempat mereka bermalam.
Mereka semua menyerang Inyoko dengan banyak pertanyaan pagi itu.
Inyoko terlihat cuek dan hanya membalas pertanyaan teman-temannya itu dengan senyuman.
"Sebaiknya kita ikuti arah asal aliran sungai ini untuk membersihkan diri,karena aku yakin kalian sudah tidak betah berada diantara tumpukan bangkai-bangkai siluman ini bukan ?"
Ajak Inyoko kepada teman-temannya.
Tentu saja ajakan Inyoko itu disetujui oleh Mai Chen dan kedua gadis lainnya,karena merasa sudah tidak nyaman berada di satu tempat yang dipenuhi oleh jasad siluman yang mulai mengeluarkan bau amis yang menyengat.
Mereka bergegas meninggalkan tempat tersebut bersama rajawali dewa perang,mengikuti arah asal aliran sungai.
Aliran sungai tersebut membawa mereka pada sebuah air terjun yang sangat indah, dikelilingi oleh batu-batu besar.
"Tempat yang indah untuk menyantap buah-buahan segar di pagi ini"
Ucap Inyoko sambil tersenyum.
Saat ketiga temannya mulai memakan buah-buahan tersebut, Inyoko memilih berjalan ke balik bebatuan besar disekitar air terjun itu,untuk membersihkan diri dari percikan-percikan darah siluman yang menempel ditubuh dan pakaiannya.
__ADS_1
Mai Chen kemudian menyusul Inyoko masuk kedalam sungai.
"Apa yang kau lakukan disini saudara Chen?"
Tanya Inyoko.
"Aku ingin ikut mandi bersama denganmu saudaraku"
Jawab Mai Chen.
"Tunggu dulu !!!"
"Jangan salah paham saudaraku,aku ini masih lelaki yang normal,engkau bukan tipe ku, aku tidak ingin ada yang salah paham melihat keberadaan mu disini"
"Sebaiknya kita mandi bergantian saja"
Balas Inyoko sedikit merasa cemas.
Mai Chen seolah tidak perduli dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sahabatnya itu.
Tanpa pikir panjang Mai Chen segera melompat masuk kedalam sungai tempat Inyoko sedang mandi membersihkan diri.
Inyoko yang sangat terkejut kemudian menyelam sampai ke dasar sungai dan mulai berenang dengan cepat menjauhi Mai Chen.
"Kenapa engkau begitu takut saudaraku,bukankah sesama saudara kita harus saling berbagi?"
"Lagipula hanya kita berdua yang mengetahui apa yang selanjutnya akan terjadi"
"Soal ilmu dan kekuatan mungkin kau jauh lebih baik saudaraku"
"Tapi kalau untuk urusan yang satu ini mungkin aku jauh lebih berpengalaman daripada dirimu,dan aku pastikan kau tidak kan merasakan sakit sedikitpun"
Ucap Mai Chen mengolok-olok Inyoko.
Mai Chen segera menyelam dan menghilang didalam air sungai disekitar air terjun tersebut.
Inyoko yang sejak awal merasa geli dan jijik menatap penuh waspada ke sekelilingnya.
Tiba-tiba Mai Chen muncul dihadapan Inyoko dan membelai lembut tubuh Inyoko.
Inyoko kaget bukan main,dan dengan spontan berteriak sangat keras.
Teriakan yang sangat keras bahkan membuat putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga sangat terkejut.
__ADS_1
Sementara itu rajawali dewa perang tertawa terbahak-bahak yang dari awal menyaksikan tingkah Mai Chen mengerjai sahabatnya itu.
Putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga yang berlari menuju arah datang teriakan Inyoko,kembali harus berteriak histeris untuk yang kedua kalinya pagi ini.
Kedua gadis muda itu untuk pertama kalinya menyaksikan tubuh-tubuh kekar pemuda yang sedang bertelanjang didalam sungai.
Kedua gadis itu berteriak sambil menutup mata dengan kedua tangan mereka.
Rasa kaget,malu bercampur aduk dengan detak jantung mereka yang berdebar kencang.
Dan penyebabnya adalah Inyoko,sosok pemuda yang telah mencuri hati mereka secara diam-diam.
Bahkan sebelum Inyoko menyatakan perasaannya kepada mendiang Fan Ning.
Putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga sebenarnya sudah saling mengetahui perasaan mereka terhadap Inyoko satu sama lain.
"Kakak Inyoko dan kakak Chen apa yang kalian lakukan ditempat ini"
"Jangan berbuat yang aneh-aneh !!!"
Teriak putri Wa Dehn sambil membalikkan badan dan mengajak Paja Bing Nga pergi meninggalkan Inyoko dan Mai Chen.
Mai Chen tertawa terbahak-bahak karena merasa berhasil mengerjai Inyoko pagi itu, sementara itu Inyoko masih terlihat kesal dan merasa sangat malu.
Tidak lama setelah itu,Inyoko dan Mai Chen pun selesai mandi.
"Sepertinya banyak yang aku lewatkan semalam"
"Golok itu sudah lama tak terlihat,dan kini kau terlihat jauh berbeda saudara ku"
Ucap Mai Chen,setelah melihat golok pusaka naga,setelah sekian lama tidak melihat Inyoko menggunakannya.
"Golok pusaka naga selama ini disimpan oleh rajawali dewa perang,karena kekuatan yang aku miliki tidak cukup kuat untuk mengendalikannya,akan tetapi setelah pertempuran dengan siluman laba-laba aku menemukan titik cerah,hingga akhirnya golok pusaka ini dapat aku gunakan kembali"
Jawab Inyoko singkat.
Inyoko hanya tersenyum,karena sangat sulit untuk menjelaskan apa yang telah dialaminya kemarin malam,karena semua yang dilewatinya tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia.
Setelah keduanya kembali ketempat putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga yang masih terlihat tersipu malu karena apa yang tadi telah mereka saksikan.
Putri Wa Dehn dan Paja Bing Nga hanya diam dan berlalu pergi untuk membersihkan tubuh mereka juga.
Bahkan keduanya sempat berfantasi liar membayangkan apa yang telah mereka lihat saat Inyoko mandi bersama Mai Chen tadi.
__ADS_1
Mereka berharap diwaktu yang akan datang mereka lah yang akan menemani Inyoko mandi bukan Mai Chen.