Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kemenangan Yang Menyedihkan


__ADS_3

Ketika tubuhnya mematung tiba-tiba sosok Thun Dit atau wujud lain dari golok pusaka naga muncul didalam pikiran Inyoko.


"plak"


"Dasar bocah mentah"


"mengapa hanya melawan musuh yang lemah seperti ini kau bisa hancur begini"


"kau terlalu memakai emosi mu"


"Jika kau terus begini maka nyawamu pasti melayang"


"kau telah merusak reputasi ku sebagai benda pusaka legenda tiga dewa penguasa bumi"


Ucap Thun Dit penuh kesal sambil melayangkan pukulan ke kepala Inyoko.


Tiba-tiba Inyoko yang beberapa waktu lalu membuka matanya.


Inyoko terlihat berbeda dari sebelumnya,aura energi yang sebelum nya menjadi perisai pelindung tubuhnya seketika lenyap.


Air matanya jatuh,entah apa penyebabnya.


Situasi alam disekitar ditempat itu pun ikut berubah seiring tetesan air mata Inyoko yang jatuh itu.


Angin berhembus lembut bahkan membuat semua orang yang sedang bertarung ditempat itu berhenti sejenak karena hembusan angin yang menyejukan sampai kehati itu,kecuali Kalipasan dengan ilmu tubuh ilusi nya yang terlihat sedikit gusar melihat perubahan Inyoko yang terlihat tenang.


Inyoko mulai teringat kembali dengan hasil latihan sebelumnya.


Tetua Ho berdecak kagum melihat muridnya yang terus berkembang itu.


Inyoko mulai menggerakkan kedua tangannya,membuat putaran kecil yang membuat angin yang sebelum nya bertiup lembut itu perlahan berubah menjadi sangat kencang seiring pergerakan putaran tangan Inyoko itu.


Inyoko mulai menyerap energi alam yang ada disekitar nya,sampai seluruh tubuh Inyoko dipenuhi dengan energi alam yang tak terkira kekuatannya.


Energi alam itu menyatu dengan aura energi tiga dewa penguasa bumi milik Inyoko.


Bahkan saat pancaran energi gabungan itu mengenai wujud tubuh ilusi Kalipasan membuatnya lenyap dalam seketika.


Kalipasan mulai panik ketika mendapati ilmu andalan nya itu sudah tidak dapat digunakan nya lagi untuk menghadapi Inyoko.


Kalipasan kemudian mengeluarkan aura enegi dalam jumlah besar,aura energi hitam pekat sama seperti aura energi milik pendekar aliran hitam lainnya yang didapatkan nya dari manusia iblis Ghun Thang.

__ADS_1


akan tetapi aura energi milik Kalipasan tidak sebesar aura energi milik Em Phul atau tokoh hebat aliran hitam lain nya.


Sambil meneteskan air matanya Inyoko mengangkat tangannya,seiring dengan itu golok pusaka naga yang terletak dibawah kakinya terbang melayang ke telapak tangan Inyoko.


Kini golok pusaka naga itupun sudah dialiri oleh gabungan energi alam dan aura energi milik Inyoko.


Golok pusaka naga itu mengeluarkan cahaya terang yang menyilaukan mata,bahkan menimbulkan kilatan-kilatan petir ketika energi alam yang semakin besar terserap oleh golok pusaka itu.


Kalipasan yang merasakan firasat kurang baik melihat perubahan musuh nya itu,mengambil inisiatif lebih dulu untuk menyerang Inyoko,akan tetapi belum sempat melakukan aksinya,tiba-tiba kilatan pancaran energi golok pusaka naga telah menghantam tubuhnya.


dalam sesaat tubuh pimpinan pasukan kekaisaran Ming di kerajaan Lha Do Khu Tu itu lenyap menjadi debu.


Tidak berhenti sampai disitu Inyoko memalingkan pandangan nya kearah tiga orang sepuh yang sempat menghentikan pertarungannya itu setelah merasakan perubahan energi milik Inyoko.


ketiga orang sepuh itu terlihat sangat ketakutan melihat Inyoko seperti melihat dewa kematian yang ingin mencabut nyawa mereka.


ketiga orang sepuh aliran hitam itu saling berpandangan,saling memberi tanda untuk segera kabur meninggalkan tempat yang terasa menyeramkan bagi mereka itu.


akan tetapi belum sempat bergerak saru langkah pun ketiga orang itu tewas mengenaskan,sama seperti Kalipasan yang tewas akibat tebasan energi alam dan aura energi tiga dewa penguasa bumi yang dialirkan golok pusaka naga.


Semua orang tertegun dan terdiam sejenak,


para pasukan kekaisaran Ming yang merupakan para penjahat yang direkrut oleh manusia iblis Ghun Thang itu seperti kehilangan nyali berperang mereka,setelah menyaksikan para pemimpin merek yang tewas begitu mudah nya ditangan Inyoko.


Semua orang yang sekelompok dengan Inyoko merasakan kebahagian yang luar biasa dengan kemenangan itu,terlebih lagi putra mahkota kerajaan Pha Cah karena merasakan kemenangan terbesar untuk pertama kali dalam hidup nya.


hal yang tidak berbeda juga turut dirasakan oleh raja Tho Gel karena kerajaan Lha Do Khu Tu kini telah bebas dari kekuasaan kekaisaran Ming.


Diantara orang-orang yang berbahagia itu Inyoko merasakan kesedihan yang teramat dalam.


Inyoko berjalan gontai menuju tempat Fan Ning sang kekasih hatinya terkapar tak sadarkan diri,dan air matanya tidak berhenti menetes membasahi wajahnya.


Kesedihan itu dirasakan Inyoko saat dirinya mulai menyerap energi alam disekitarnya.


Inyoko dapat merasakan pancaran energi semua orang yang berada disekitarnya,kecuali pancaran energi Fan Ning yang terkapar itu.


"Adik Fan"


Ucap Inyoko terbata-bata sambil memeluk tubuh Fan Ning.


Tangisan nya pun akhirnya pecah bersamaan dengan derai air mata nya.

__ADS_1


Fan Ning kekasih hatinya itu sudah tidak bernyawa lagi.


Fan Ning tewas setelah mendapatkan luka dalam serius saat menghadapi wujud tubuh ilusi Kalipasan.


Inyoko merasakan kepedihan dan rasa bersalah yang teramat dalam,penyesalan menyelimuti hatinya karena merasa gagal melindungi wanita yang dia cintai itu.


Air mata Inyoko jatuh bercucuran hingga jatuh di wajah Fan Ning yang ada dalam pelukannya itu.


Perlahan dia usap wajah gadis itu penuh dengan rasa sedih yang teramat dalam.


Hatinya masih menolak kenyataan jika wanita yang ada didalam pelukannya itu telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.


pikiran Inyoko kembali teringat awal pertemuan dan masa-masa yang telah dilewatinya bersama dengan cucu sepuh suci sekte bulan giok itu.


"Adik Fan"


"Bangun lah"


"Atau bawa aku bersamamu"


"Aku tidak ingin menjadi kuat tanpamu disisiku"


"Adik Fan"


"Buka matamu"


Teriak Inyoko sambil mengguncang jasad kekasihnya itu.


Semua orang yang tadi diliputi perasaan bahagia itu sontak berubah,tak ada lagi senyum kebahagiaan di wajah mereka saat melihat Inyoko pahlawan dalam perang itu terduduk lemas memeluk tubuh Fan Ning yang sudah tidak bernyawa itu.


semua orang perlahan mulai berjalan mendekati Inyoko bersama jasad Fan Ning.


semua orang seperti merasakan apa yang dirasakan oleh Inyoko saat ini.


mereka hanya terdiam mematung mengelilingi Inyoko yang masih memeluk erat jasad kekasihnya itu.


Hingga akhirnya pekikan suara burung raksasa,Rajawali Dewa Perang memecah keheningan tempat itu.


burung rajawali raksasa itu terlihat berputar-putar diatas kerumunan orang,dan kemudian perlahan turun didekat Inyoko,membuat orang-orang yang ada ditempat itu mundur beberapa langkah.


tanpa berkata-kata apapun Inyoko mengangkat jasad kekasih hatinya itu dan naik keatas punggung burung rajawali raksasa itu.

__ADS_1


seperti mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Inyoko Rajawali Dewa Perang dengan seketika membawa tuannya itu bersama jasad Fan Ning terbang tinggi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2