DARI HATI

DARI HATI
Episode 10


__ADS_3

Kata orang wanita hamil tidak baik terus berada dirumah sesekali perlu refreshing supaya tidak stress dan baik untuk sibayi. Maka dari itu kebetulan hari minggu Rendi cuti, dia mengajakku pergi ke taman yang letaknya cukup jauh dari rumah kami.



"Terima kasih sayang, kamu sudah menyempatkan waktu mengajakku jalan-jalan." Ucapku, aku duduk di ayunan sambil Rendi mengayunkanku.



"Aku senang sayang kita bisa menghabiskan waktu seperti ini, mumpung hari libur." Ucapnya.



"Sayang, berhenti sebentar." Pintaku menyuruh Rendi berhenti mengayunkanku.



"Ada apa sayang, kamu merasa sakit." Tanyanya, tapi aku tidak merasa sakit. Aku melihat ada seorang ibu yang kualahan menenangkan bayinya yang sedang menangis. Aku menghampiri ibu itu dan meminta izin untuk menggendong bayinya. Bayinya sangat imut, lucu, dan gendut seperti bayi impianku. Saat menggendong bayi itu aku merasa aku sedang menjadi ibu, karna bayi itu berhenti menangis saat berada didekapanku lalu aku kembalikan bayi itu pada ibunya.



"Rendi, aku ingin kelak anak kita seperti dia, gendut dan menggemaskan, aku akan memanggilnya dengan sebutan embul" Ucapku sambil menari-nari bahagia.



"Awas sayang hati-hati nanti jatuh." Teriak Rendi dan benar adanya aku hampir jatuh, aku memejamkan mataku aku pikir aku sudah jatuh dan kehilangan bayiku, beruntung Rendi tepat waktu menarik tanganku dan jatuh kepelukkannya.



"Sayang, kamu lagi hamil jangan terlalu girang jika tadi kamu jatuh dan terjadi sesuatu sama bayi kita gimana." Ucap Rendi terlihat dari wajahnya dia merasa cemas.



"Maafkan aku Ren." Aku langsung memeluk Rendi.



"Iya sayang lain kali harus lebih hati-hati, ini yang aku takutkan kamu ceroboh sayang, kamu lalai menjaga bayi kita, aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan siapapun kecuali bersamaku." Ucap Rendi kembali memelukku dia sangat cemas karna aku telah membuatnya khawatir.



Tak terasa waktu menunjukkan jam makan siang. Kami pun pergi meninggalkan taman dan mencari tempat makan.


__ADS_1


Kami tiba di rumah makan yang kami pilih untuk makan siang hari ini. Akan tetapi ada sesuatu yang mengganjal perasaanku, aku melihat ada seorang pria ditempat parkir seperti sedang mengawasi gerak-gerik kami.



"Rendi, kenapa ya perasaanku tidak enak." Ucapku tapi aku tidak berani mengatakan pada Rendi tentang pria itu kebetulan pria itu juga sudah tidak terlihat tapi aku tetap merasa akan terjadi hal buruk.



"Mungkin hanya perasaan ibu yang sedang hamil, lanjutkan makannya sayang supaya kamu dan bayi kita sehat." Ucap Rendi.



"Mungkin." Jawabku mencoba menepis rasa takutku.



Selesai makan kami pun berniat untuk membeli mainan bayi padahal anak kami belum lahir tapi karna Rendi tidak sabar untuk membelinya jadi aku nurut saja.



"Ren, kamu tunggu dimobil ya aku mau beli buku resep makanan dulu." Pintaku sebelum kami melanjutkan perjalanan.




Suasana menjadi hening saat peluru itu menembus perutku, semua orang ketakutan dan kaget melihat kejadian ini.



"CLARAAA..." Teriak Rendi yang masih terdengar ditelingaku dia langsung menahan tubuhku yang hampir jatuh dengan pelukkannya, air matanya pecah tak terbendung lagi melihatku tertembak.



"Ren...diii..." ucapku terbata-bata rasanya sangat sakit untuk bicara tubuhku sudah berlumur darah.



"Bertahanlah sayang." Ucap Rendi langsung membawaku ke rumah sakit terdekat yang ada di sekitar daerah ini.



__ADS_1


*****Dirumah Sakit


Aku sempat mengalami koma tidak lama hanya 6 jam. Aku tidak tau apakah semua akan baik-baik saja setelah peluru itu menembus perutku.



"Rendi..." ucapku yang baru sadar dari koma langsung memanggil Rendi.



"Nona sudah sadar." Ujar seorang perawat.



"Aw..." aku mencoba bangkit tapi perutku sangat sakit.



"Jangan banyak bergerak nona, saya panggilkan dokter dan suami nona dulu." ucap perawat itu dan bergegas keluar.




Bersambung


jangan lupa like dan komen guys😊









__ADS_1



__ADS_2