
"Tada... Kita sudah sampai!" Ujar Bryan, Clara masih tidak percaya Bryan mengantarnya sampai kedepan rumah Rendi. Bryan keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil sembari mengulurkan tangan mempersilahkan Clara keluar.
"Temuilah Audira, hari ini luangkan waktumu seharian bersama dengannya tapi jangan lupa nanti malam aku akan menjemputmu."
"Terima kasih banyak. Ayo masuk dulu, kamu belum pernahkan melihat Audira."
"Aku harus ke kantor, lain kali saja."
Clara malah menarik Bryan masuk kerumah Rendi.
"Assalamualikum, Ma."
"Waalaikumsallam, sayang."
Hubungan Clara dan Suraya masih terjalin sangat baik mereka masih suka cipika cipiki dan berpelukkan.
"Wah... Siapa pria tampan itu, Clara?" Suraya baru menyadari kehadiran Bryan.
"Assalamuaikum, selamat pagi, Tante!" Bryan memberi salam.
"Siapa namamu, nak?"
"Saya Bryan, Tante."
"Mari masuk nak Bryan, Clara."
"Tidak usah, Tante! Saya hanya mengantar Clara, saya juga harus ke kantor."
Clara dan Suraya masuk kedalam menemui Audira yang masih sangat nyenyak tidurnya, sedangkan Bryan dia segera pergi kekantor.
"Rendi sudah pergi ke kantor ma?" mata Clara masih saja mencari-cari keberadaan Rendi.
__ADS_1
"Tadi kalian datang Rendi baru saja berangkat."
*****Di Kamar
"Maaf ma, kemarin Clara tidak datang menemuinya karna Clara sudah mulai sibuk, Clara merasa bersalah tidak bisa memenuhi tanggung jawab sebagai seorang ibu."
"Tidak apa-apa sayang, jangan merasa seperti itu, mama mengerti keadaan sekarang sudah berbeda, jika kamu punya waktu sempatkan bertemu Audira mama tidak marah, sayang."
"Iya ma, Clara selalu berusaha meluangkan waktu untuk Audira walau bagaimanapun Clara tidak ingin Audira merasakan kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya."
"Kamu adalah ibu terbaik untuk Audira, sayang."
"Kalau boleh mama tau siapa pria tadi, mama lihat kalian sangat dekat."
"Dia atasan Clara ma, Clara menjadi sekretaris pribadinya."
"Sepertinya dia sangat baik ya?"
"Dia sangat baik ma, dia juga mengizinkan Clara bertemu Audira bahkan hari ini dia memberi cuti agar Clara bisa seharian bersama Audira."
"Oo iya... Clara tidak apa-apakan mama tingga sendiri?"
"Emangnya mama mau kemana?"
"Mama mau pulang kerumah, sudah lama sekali sejak kejadian itu rumah dibiarkan kosong jadi mama ingin membersihkannya."
"Oo... baiklah ma, tidak masalah. Clara kan bersama Audira."
"Iya... mama pergi dulu!"
Setelah Suraya pergi Clara merasa bosan berada dikamar tapi untungnya saat rasa bosan itu datang Audira bangun dari tidurnya.
__ADS_1
ma... mamma... begitulah suara yang Clara dengar berasal dari Audira.
"Anak mommy sudah bisa manggil mama ya???" Clara gembira sekarang Audira mulai bisa berinteraksi meski hanya menyebut mama.
Audira bertambah pintar dia tidak rewel lagi karna sudah mulai bisa menggerak-gerakkan tubuhnya dan mulai mengenal mainan yang disukanya.
Seharian menjaga Audira membuat waktu berjalan terasa sangat cepat sekarang sudah menunjukkan pukul 3 sore Audira kembali tidur. Clara merasa bosan saat Audira mulai tidur tidak ada pekerjaan yang dilakukannya jadi Clara berpikir untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa membereskan rumah dan memasak.
"Mama masak dulu ya sayang, kamu tidur yang nyenyak jangan rewel."
muach... Clara mengecup Audira kemudian menuju dapur.
Clara membuka kulkas dan hanya mendapatkan sebutir telur.
"Aku harus masak apa untuk makan malam? disini hanya ada telur." Clara bingung.
"Apa mungkin Rendi sehari-hari hanya makan ini? kasian juga dia.".
"Oo iya, kenapa aku harus bingung sekarangkan bisa pesan online."
Clara mulai mengotak-atik ponselnya dan memesan makanan lewat sebuah aplikasi.
"Nah! Kalau begini aku tidak perlu masak dan bisa membereskan rumah."
Selesai membereskan rumah, Clara menghapiri Audira dikamar. Matahari mulai terbenam Clara merasa lelah dan mengantuk lalu merebahkan tubuhnya disamping Audira. Hingga Clara terlelap dalam tidurnya.
.
.
__ADS_1
.
Lanjut lagi gak nih?