
"Clara, apa kamu sungguh-sungguh tidak menikah dengan Rendi?" Hanya itu kalimat yang saat ini bisa terucap dari mulut Bryan, Clara menggelengkan kepalanya pertanda dia memang tidak ada hubungan apapun dengan Rendi dan Bryan kembali tersenyum akhirnya setelah sekian lama kesalah pahaman itu terungkap juga.
"I love you." Ucap Clara dengan mata berkaca-kaca sambil berpengangan tangan dengan Bryan.
"I love you too, aku sangat-sangat mencintaimu Clara." Jawab Bryan langsung memeluk Clara.
Tanpa sadar air mata bahagia menetes diwajah Bryan dan Clara, setelah sekian lama saling memendam rasa dan akhirnya sekarang mereka bisa leluasa mengungkapkan perasaan satu sama lain. Riko juga terharu menyaksikan drama percintaan Bryan dan Clara.
"Sejak kapan kamu mulai menyukaiku?" Tanya Bryan dan tiba-tiba melepaskan pelukkannya.
"Emh..." Clara terlihat berpikir.
"Ayo katakan! aku ingin tau sejak kapan kamu mulai suka dan jatuh cinta padaku?"
"Emh... Sejak kamu menawarkan pekerjaan untukku saat itu juga aku menyukaimu tapi karna kamu sangat menyebalkan jadi aku menahan perasaanku." Jawab Clara dengan jujur.
"Lalu sejak kapan kamu mulai mencintaiku?" Tanya Bryan lagi.
"Sejak jarak memisahkan kita saat itu aku sadar aku sangat kehilangan kamu Sir, saat itu juga rasa rindu terus menghantuiku, tapi setelah kita bertemu di cafe saat kamu bersama Wulan saat itu aku benar-benar kecewa dan mencoba mengubur perasaanku tapi ternyata aku tidak bisa setiap kali kita bertemu perasaan itu malah semakin menggebu-gebu, tapi aku pikir aku kecewa setelah tau kamu sudah menikahi Wulan." Ungkap Clara tanpa mempertanyakan kembali kapan Bryan jatuh cinta padanya dan Bryan sangat bahagia akhirnya sekarang dia tau jelas secara detail tentang perasaan wanitanya itu.
"Aku merindukanmu, Clara."
"Aku juga sangat merindukanmu, Sir."
"Boleh aku memelukmu lagi?"
Clara mengangguk menandakan dia mau dipeluk dan lagi-lagi Bryan berpelukkan dengan Clara membuat Riko iri saja.
"Aduh... Aduh... Kapan serial percintaan yang dramatis ini akan berakhir? perutku sudah sangat lapar, kamu tau Riko ini bahkan lebih dramatis dari film India." Gerutu Riko, Bryan dan Clara langsung melepaskan pelukkan mereka karna saking bahagianya hampir saja mereka melupakan Riko yang sedari tadi sudah penat menggendong Audira.
Bryan dan Clara sambil berpegangan tangan menghampiri Riko.
"Maafkan kami Rik." Ucap Bryan dan Clara serentak.
"Iya, iya, tidak perlu minta maaf! inikan malam spesial untuk kalian berdua, sekarang potong kuenya perutku ini benar-benar lapar."
Clara pun mengambil piring dan pisau lalu memberikannya pada Riko biar Riko yang memotong kuenya.
"Sir, momen ini harus kita abadikan." Ucap Riko sambil mengunyah kue.
__ADS_1
"Tentu saja, tapi siapa yang akan mengambil fotonya?" Tanya Bryan menyetujui ide Riko.
"Karna itu ide Riko maka dia yang akan mengambil foto kita." Sahut Clara.
"Iya, tunggu sebentar aku habiskan kue ini dulu." Ucap Riko tidak keberatan.
Setelah menghabiskan kue ditangannya, Riko pun mengatur posisi Bryan, Clara dan juga Audira, Riko ingin menunjukkan hasil foto terbaik pada Bryan dan Clara.
"Nona Clara berdiri disisi kiri Tuan, dan Audira biar Tuan yang menggendongnya."
Bryan dan Clara pun melakukan instruksi dari Riko yang sekarang juga menjelma seolah-seolah menjadi seorang photographer profesional.
"Nah seperti itu, Nona Clara kepala Nona harus sedikit menempel di pundak Tuan dan tangan kiri Nona memegang tangan Dira."
"Nah sekarang sempurna persis seperti satu keluarga bahagi, ayo senyum." Ujar Riko masih memberi arahan dan Bryan juga Clara pun tersenyum.
1
2
3
Cekrek...
"Sekali lagi." Ucap Riko.
"Lihat hasilnya dulu, Rik." Ujar Bryan.
"Hah! Aku ini photographernya jadi kalian turuti saja." Bantah Riko sambil tersenyum dan Bryan bersama Clara hanya bisa nurut.
"Sekarang harus lebih romantis, Sir kamu peluk Nona dari belakang, dan Nona Clara giliranmu yang menggendong Dira."
"Nah seperti itu bagus sekali." Ucap Riko.
"Ayo Dira lihat kearah pamanmu ini, jangan lihat papa Bryan." Riko kesal karna Audira malah melihat Bryan bukan melihat ke arah kamera.
Clara pun segera mengarahkan kepala Audira agar melihat ke kamera dan sekarang Audira sudah menghadap kamera.
"Sir, senyum donk." Ucap Riko membuat Bryan kesal dan memelototi Riko, padahal Bryan sedari tadi sudah sumringah tersenyum tinggal menunggu Riko menangkap gambarnya.
1
__ADS_1
2
3
Cekrek...
"Ini paling sempurna, benar-benar pasangan yang serasi." Gumam Riko melihat hasil jepretannya.
Akhirnya selesai sesi foto-fotonya. Bryan dan Clara pun langsung menghampiri Riko untuk melihat hasil fotonya.
"Sempurna." Satu kata yang keluar dari mulut Bryan ketika melihat hasil fotonya.
"Sejak kapan kamu bisa mengambil gambar sebagus ini Rik?" Tanya Bryan seakan tak percaya.
"Sejak Sir, dan Nona bersaru seperti sekarang." Jawab Riko membuat pipi Clara merona.
"Clara, pinta Riko untuk mengambil gambar kita yang sedikit hot juga." Ucap Bryan menyenggol Clara dan Clara hanya bisa tertunduk malu.
"Hah Sir, sabaran sedikit bisa gak sih? Mau yang hot nanti saat di pelaminan, kalau disini bisa-bisa aku iri melihatnya." Sahut Riko.
"Aku hanya bercanda Rik, benarkan sayang?" Bryan menampar bahu Riko dan juga menyenggol lengan Clara tapi Clara hanya bisa tertunduk malu dengan ulah dua pria yang sekarang bersamanya.
"Kakak ipar, apa masih ada sisa-sisa makanan di dapur?" Tanya Riko masih merasa lapar ternyata kue tidak bisa mengenyangkan perutnya.
"Hei dia bukan kakak iparmu, enak saja kamu memanggil Claraku seperti itu." Sahut Bryan kesal.
"Sebentar lagi juga akan jadi kakak iparku, bukankah Sir sudah menganggapku seperti saudara." Ucap Riko memang benar Bryan dan Riko itu sudah seperti saudara, Riko sedari bayi memang dirawat oleh kedua orang tua Bryan lalu juga dirawat oleh paman dan bibinya Bryan, mereka tumbuh dewasa bersama layaknya 2 bersaudara kemana pun Bryan pergi Riko pasti akan ikut.
"Sudah jangan berdebat, di dapur masih ada pasta yang dimasak dengan bumbu kimchi, kamu mau Rik?" Sahut Clara menghentikan perdebatan kecil mereka.
"Bawakan saja apa yang ada kak, hati kakak juga boleh dicampur ke dalamnya." Ucap Riko.
.
.
.
BERSAMBUNG
Tolong berikan like dan komentarnya setelah membaca gak susahkan😉 author sangat memerlukan dukungan biar author tambah semangat lanjutkan novelnya😊
__ADS_1
Please! yang baru mulai baca jangan lupa tekan ❤️ ya😁