DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 45


__ADS_3

Clara menyimpan gaun yang diberi oleh Bryan di dalam laci. Saat Bryan dan Clara pergi keluar, Wulan masuk kedalam ruangan Bryan dan mengambil gaun itu lalu menyabotase gaunnya agar Clara dipermalukan.


"Seharusnya aku yang memakai gaun indah ini, tapi kamu malah memberikannya pada janda jalang itu."


"Haha... Kamu akan membuat Bryan malu besok malam."


"Aku sudah tidak sabar, media akan mengambil gambarmu, semua orang akan tau kamu itu jalang dan Bryan akan marah padamu, pasti itu sangat seru."


"Sampai jumpa besok, Clara...!!!"


Setelah menjalankan aksinya Wulan yang licik keluar dari ruangan Bryan, dia sangat senang aksinya berjalan dengan mulus.


DISISI LAIN


Rendi pergi ke butik mencari gaun pesta untuk Clara.


"Gaun ini sangat cantik! Sangat cocok dengannya." Gumam Rendi berhasil menemukan yang dicarinya.


"Tuan suka yang ini?" Tanya pelayan butik.


"Saya mau yang ini, tolong dibungkus dengan baik."


"Baik Tuan!!!"


Rendi pun pergi ke kantor pusat untuk memberikan gaun itu pada Clara.


Resepsionis***


"Saya Rendi Aditama Direktur kedua Electronic Grup, bisa bertemu nona Clarissa Aurelia?"


"Maaf pak, nona Clara sedang pergi bersama direktur utama."


"Baiklah, terima kasih."


Rendi tidak menemukan Clara disana dan menyimpan gaunnya di dalam laci tempat Clara menyimpan gaun pemberian Bryan.

__ADS_1


Saat Rendi pulang, Bryan dan Clara kembali ke kantor.


Clara membuka lacinya dan menemukan dua gaun, tapi Clara tidak tau siapa yang memberikan satu gaun lagi.


"Emmm... Sir, ini darimu juga?" Clara menunjukkan gaun satunya pada Bryan membuat Bryan terbelalak melihat Clara mendapatkan gaun lagi bahkan gaun itu lebih indah dari pemberiannya.


"Wah... Ternyata bossku romantis juga, aku tidak pernah menduganya kamu akan melakukan ini." Clara terkekeh merasa senang karna gaun yang satu ini memang seleranya.


"Terima kasih Mr. Aku akan memakainya dipesta nanti." Clara pikir gaun itu pemberian dari Bryan.


"Itu bukan pemberianku." Ujar Bryan sontak membuat Clara kaget.


"Bukan darimu? lalu dari siapa kenapa bisa berada di laciku?"


Sejenak Clara berpikir mencari tau siapa yang memberinya gaun.


"Apa mungkin ini dari Rendi?" Batin Clara.


Clara terus memandangi gaun mahal itu membuat Bryan jengkel.


"Gaun itu sepertinya lebih mahal dan bagus." Ujar Bryan merasa kesal. Clara memandang wajah Bryan terlihat jelas kekesalannya.


"Bilang saja kamu lebih menyukai gaun mahal itu."


"Tidak seperti itu, kamu salah paham."


"Matamu menjelaskan semuanya, kamu terus memandanginya."


"Iya, tapi tidak seperti apa yang kamu pikirkan."


"Sudahlah! Aku juga tidak akan memaksamu."


Bryan merasa kesal dan meninggalkan Clara.


"Ah... Ada apa dengannya? Kenapa dia bertingkah seperti itu?" Gumam Clara hanya bisa menatap Bryan yang berlalu pergi.

__ADS_1


Clara langsung menyusul Bryan yang terlihat sangat kesal. Clara mendapati Bryan duduk di taman dekat kantor dan menghampirinya.


"Aku tau siapa orang yang memberiku gaun itu!" Ucap Clara duduk disamping Bryan.


"Aku sudah menduganya." Ujar Bryan kesal.


"Dia memang tau seleraku..." Belum selesai bicara.


"Karna itu kamu sangat menyukai pemberian darinya." Memotong pembicaraan.


"Nanti malam Selen mengajakku pergi berbelanja dan kesalon, apa kamu memberiku izin?" Clara mengalihkan pembicaraan


"Tidak! Kamu tidak boleh pergi bersama orang lain." Bryan langsung terfokus dengan pembicaraan yang baru.


"Kalau begitu kamu ikut saja!" Ujar Clara dengan nada manja.


"Kemana?"


"Berbelanja dan ke salon, kenapa masih nanya?"


"Kenapa harus ada Selen?"


"Emangnya tidak boleh? Selen yang akan pergi dan dia mengajakku."


"Kalau begitu denganku saja."


"Tapi bagaimana dengan Selen?"


"Batalkan rencana kalian, bilang padanya kamu tidak mendapat izin dariku!"


"Hah... Kenapa kamu jadi egois?"


"Karna kamu sudah membuatku marah."


"Hah... Ada apa dengannya, sikapnya selalu berubah-ubah aku tidak mengerti." gumam Clara.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen ya guys😊


__ADS_2