DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 109 "Kembali Untukmu"


__ADS_3

Semua sedang berduka kini jenazah Bryan sudah berhasil diangkat ke permukaan. Jasadnya hangus sama sekali tidak bisa dikenali polisi pun kesulitan mengidentifikasinya.


"Nona, kami menemukan jam tangan milik korban." ujar polisi memberikannya pada Clara.


Clara menerimanya dengan berat hati, dia menatap Rendi penuh kebencian gara-gara Rendi dia harus kehilangan calon suaminya.


"Kamu yang sudah melenyapkan kekasihku." ujar Clara.


"Pak polisi tangkap laki-laki ini, dialah penyebab dari kejadian ini, dia tidak hanya membunuh calon suami saya tapi dia juga berusaha melenyapkan saya dan anaknya."


Polisi pun memborgol tangan Rendi, Rendi berusaha mengelak masih menutupi kesalahannya.


"Beri dia hukuman seberat-beratnya, hukum mati sekalian."


"Clara, aku tidak bersalah Bryan sendiri yang mengorbankan dirinya sendiri, pak polisi lepaskan saya, saya tidak bersalah."


Polisi pun membawa Rendi masuk ke dalam mobil.


"Aku memang pantas dihukum." gumam Rendi menyesal.


Clara tersentak lesu tubuhnya kaku, Riko dan Wulan menopangnya sembari memberi Clara semangat dan kekuatan.


"Ayo Nona, mari kita pulang." ujar Riko setelah melihat jasad Bryan dibawa masuk ke dalam ambulan untuk dibawa ke rumah sakit karna sebelum dibawa pulang kerumah jasad tersebut harus diindentifikasi terlebih dahulu.


Clara hanya diam tak berdaya, Riko bersama Wulan mengiringinya berjalan menuju mobil.


Sepanjang jalan menuju rumah Clara sama sekali tidak bicara dia benar-benar seperti orang gila yang tidak peduli pada siapapun bahkan pada dirinya sendiri, Riko dan Wulan sangat prihatin melihat kondisinya rasanya baru saja kemarin Clara kembali bersemangat setelah tau Bryan masih hidup tapi sekarang Bryan benar-benar pergi meninggalkannya.


Sampai di rumah Clara dibawa ke kamarnya Wulan menemaninya, sedangkan Riko dia harus ke rumah sakit untuk mengurus segala sesuatunya.


"Clara, kamu yang sabar ya kamu harus kuat." ucap Wulan.

__ADS_1


"Kenapa cobaan datang bertubi-tubi, ini tidak adil seharusnya Rendi yang tiada tapi kenapa harus calon suamiku."


"Pria ******** itu sudah merenggut kebahagiaanku."


"Ini memang sangat berat, tapi kamu harus sabar."


"Bagaimana aku bisa sabar, aku akan menikah tapi apa yang dia lakukan dia menculik Audira dan dia melenyapkan Bryan, apa dia tidak puas mengganggu kehidupanku."


Di Rumah Sakit


Setelah dilakukan identifikasi ciri-ciri korban sama sekali tidak ada kecocokkan dengan Bryan.


Dokter memastikan korban yang terbakar ini bukan Bryan, Riko merasa lega masih ada harapan untuk menemukan Bryan.


Riko langsung menghubungi Wulan untuk memberitahu berita bagus ini, meski belum tau betul apakah Bryan selamat atau tidak karna belum tau keberadaannya tapi setidaknya mereka punya harapan.


"Kamu serius Rik?" tanya Wulan di dalam telpon.


Clara yang mendengarnya merasa lega sekarang dia kembali semangat karna harapan untuk menemukan Bryan itu masih ada, Clara juga yakin Bryan tidak akan meninggalkannya.


"Ayo Wulan kita pergi, kita cari Bryan." dengan sangat bersemangat Clara menarik tangan Wulan untuk mencari Bryan.


"Sayang, biarkan polisi yang mencarinya." ucap mama.


"Tidak ma, Clara juga akan mencarinya."


Saat Clara membuka pintu keluar Clara melihat Bryan di depan pintu dengan kondisi masih sempurna tidak ada luka sedikitpun hanya ada sedikit memar di keningnya, bukan hanya Clara yang bisa melihatnya tapi semua orang yang berada dirumah juga melihatnya.


Clara terbelalak kaget serta bahagia Bryan juga tersenyum melihatnya, mereka berjalan perlahan saling menghampiri dan berakhir dalam pelukkan.


"Bryan....." lirih Clara.

__ADS_1


"Clara....." lirih Bryan.


"Aku yakin kamu tidak akan pergi meninggalkanku."


"Aku sudah berjanji padamu aku tidak akan meninggalkan kamu dan Audira, aku sudah berjanji akan menjaga kalian dan inilah janjiku Tuhan masih memberiku kesempatan hidup."


"Nak Bryan, bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan itu?" tanya ibu.


"Jadi begini ceritanya bu, sebelum mobil itu masuk ke jurang sebenarnya saya sudah keluar dari mobil, saya bersembunyi untuk membuat Rendi merasa bersalah, Rendi sudah sangat keterlaluan dia ingin melenyapkan kami semua bu."


"Lalu siapa yang ada di dalam mobil?"


"Itu sudah saya cari tahu bu, dia seorang kakek-kakek mungkin saat mobil itu masuk ke jurang dia pikir ada korban yang terluka dan dia berusaha menyelamatkannya."


"Bagaimana jika keluarganya mencarinya?"


"Tenanglah bu, Bryan sudah menemukan keluarganya dan mereka tidak menyelahkan Bryan itu murni ketidak sengajaan yang dilakukan sang kakek, tapi Bryan akan bertanggung jawab pada keluarga mereka."


"Syukurlah nak, ibu lega melihat kamu selamat."


Bryan pun memeluk Susan.


Tak lama kemudian Riko pun datang, betapa kagetnya dia melihat Bryan yang masih utuh berkumpul ditengah-tengah keluarga Clara.


"Tuan....." panggilnya masih berada di depan pintu.


Riko berlari menghampiri Bryan dan memeluknya dengan erat. Riko menjatuhkan air mata, dia sangat bahagia bossnya itu ternyata masih selamat dan pulang dalam keadaan utuh.


"Nak Bryan, bagaimana kalau pernikahan kalian dipercepat, mama ingin kalian segera bersatu dalam ikatan yang sakral agar si Rendi tidak berbuat macam-macam lagi."


"Bryan sih setuju-setuju saja ma, persiapannya juga sudah beres, tapi semua tergantung Clara?"

__ADS_1


Clara dengan senang hati menyetujui pernikahan mereka yang dimajukan 5 hari lebih cepat.


__ADS_2