DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 42


__ADS_3

Rendi pulang dari kantor mendapati rumahnya sudah bersih barang-barang juga tertata dengan rapi sama seperti saat ada Clara.


"Ma, Rendi pulang." Teriaknya tapi tidak ada jawaban.


"Kenapa rumah sangat sepi, mama kemana sih?"


"Hah... Audira jangan-jangan diculik...???"


Rendi panik dan langsung kekamar Audira. Betapa terkejutnya Rendi saat melihat Clara tidur sambil memeluk Audira yang juga sedang tidur.


"Apa aku bermimpi?" Rendi menampar kedua pipinya seolah sedang meyakinkan dirinya.


Rendi mendekati Clara dan menyentuh tangannya.


"Aku tidak bermimpi, dihadapanku benar-benar Clara, tapi sejak kapan dia berada disini dan mama kemana dia pergi?"


Rendi tampak bingung dia masih merasa tidak percaya.


"Makanan? siapa yang memesannya?" Rendi melihat makanan tergeletak diatas meja.


"Apa mungkin Clara? Tapi kenapa dia masih sangat peduli padaku?"


"Aahh... yang terpenting sekarang Clara sudah bersamaku."


Rendi memandangi wajah Clara dia mengingat momen saat bersama Clara, Rendi tampak sangat merindukan sosok istri seperti Clara yang jelas Rendi benar-benar merindukannya.



"Jangan buka matamu sekarang! biarkan aku menatapmu seperti ini sudah lama aku menantikannya, aku sangat merindukanmu."


"Andai semua tidak berakhir mungkin saat ini Audira, kamu dan aku sudah menjadi keluarga yang utuh dan bahagia seperti impian kita saat itu."


Hasrat yang sudah lama ditahan oleh diri Rendi kini kembali menggebu-gebu saat berada sangat dekat dengan Clara yang kini bertambah cantik dan bibirnya semakin merona membuat hasrat Rendi semakin kuat untuk mencumbuinya. Rendi sangat merindukan tubuh dan belayan wanita yang dulu pernah menjadi istrinya ini. Sesaat Rendi menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Clara tapi seketika Rendi ingat batasannya sekarang.

__ADS_1


"Astagfirullah... Apa yang aku lakukan? tidak aku tidak boleh melakukannya." Rendi menyadari batasannya dan kembali menahan hasratnya.


"Tapi aku benar-benar tidak kuat, bagaimana ini?"


"Kenapa kamu datang disaat yang tidak tepat? Kamu membuatku hampir kehilangan kendali, kamu harus bertanggung jawab! Tapi, ah Rendi sadarlah siapa dia sekarang, kalian tidak punya ikatan spesial." gerutu Rendi masih setia memandangi Clara yang tertidur.


*****Disisi Lain


Bryan menunggu telpon dari Clara untuk menjemputnya tapi sekalipun Clara tidak memberinya kabar, Bryan mulai mengkhawatirkannya.


"Kenapa dia belum menelpon juga, dia tidak tau apa sekarang sudah jam 9, aku akan memarahinya saat dia menelpon nanti." gerutu Bryan.


"Ah... Tapi, apa mungkin dia menginap dirumah Rendi? Biarkan saja kali ya disanakan ada tante Suraya kenapa aku harus cemas."


"Seharusnya dia beri aku kabar kalau mau menginap disana."


Sesaat Bryan merasa tenang tapi seketika pikirannya kembali terganggu saat mengingat Rendi adalah mantan suami Clara, Bryan takut Clara diganggu oleh Rendi.


*****


Rendi mencium kening Clara hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini untuk mengobati rasa rindu dan menahan hasratnya.



Tidak lama kemudian Clara pun bangun, dia kaget mendapati Rendi duduk disampingnya.


"Kamu sudah bangun?" sapa Rendi sambil tersenyum.


"Sejak kapan kamu pulang?"


"Cukup lama, kamu pasti sangat lelah sampai tidur sangat nyenyak?"


Clara mengabaikan Rendi dan meraih ponselnya untuk menelpon Bryan yang ternyata ponselnya sudah lobet.

__ADS_1


"Aku harus pulang." Clara mendorong tubuh Rendi untuk turun dari tempat tidur.


Clara menuju pintu keluar diikuti oleh Rendi. Tiba-tiba Rendi memeluknya dari belakang sehingga tangan Clara tertahan untuk membuka pintu.


"Malam ini saja." bisik Rendi sambil memeluknya. Clara tertegun dia merasa canggung berada diposisi sekarang.



"Lepaskan Ren, aku mohon jangan lakukan." Clara berusaha melepaskan tangan Rendi tapi Rendi semakin mengencangkan pelukkannya dan mencumbui Clara dibagian leher. Sesaat Clara menikmatinya tapi dia sadar saat mengingat siapa Rendi sekarang.


"Rendi tolong lepaskan aku! aku merasa tidak nyaman melakukan semua ini."


Mata Rendi terbelalak dia kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Clara membuat perasaannya runtuh seketika dan langsung melepaskan pelukkannya.


Bryan membuka pintu rumah Rendi yang tidak dikunci membuatnya tertegun kaget melihat Rendi dan Clara berdekatan di depan pintu dengan tangan kanan Clara yang dipegang Rendi.


"Bryan...???" ujar Clara kaget langsung melepaskan tangan Rendi.


"Aku tidak tau jika aku mengganggu malam kalian, lanjutkan saja aku akan pergi." ucap Bryan dengan nada sedih dan pergi menuju mobilnya. Clara menatap Rendi dengan tajam dan mengejar Bryan, Rendi tidak bisa berkutik saat Clara lebih memilih mengejar Bryan laki-laki yang baru dikenalnya.


.


.


.


.....


Hello guys gimana episode kali ini?


berikan tanggapan dan komentarnya yaaa


jangan lupa vote dan likenya juga, hehe😁

__ADS_1


__ADS_2