
Seorang pria tampan berdiri di hadapan cermin, dia tampak memikirkan sesuatu sambil memandang wajah wanita yang dicintainya.
"Aku sudah menemukanmu, aku datang untukmu, tidak akan kubiarkan kamu disakiti oleh siapapun lagi, aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjaga dan melindungimu sepanjang hidupku." Ucapnya sambil bicara dengan foto Clara yang ditempel di cerminnya.
Clara tampak sedang menangis ia termenung dibawah pohon yang rindang. Seorang pria datang menghampirinya.
"Air mata wanita baik sepertimu itu bagai mutiara." Ucap pria itu berusaha duduk disamping Clara, Clara menoleh kearahnya lagi-lagi pria itu datang menemuinya.
"Kamu tau? Air matamu itu tidak pantas untuk menangisi orang yang telah menyakitimu." Sambungnya lagi membuat Clara kembali berpikir.
"Aku tidak senang melihat air mata itu jatuh dipipimu." Tanpa permisi pria itu menghapus air mata yang mengalir diwajah indah Clara. Clara termenung menatapnya, dia tidak menduga pria yang ditemuinya kemarin sangat dingin tapi sekarang berubah 180° menjadi pria yang sangat dewasa dipenuhi rasa simpati pada Clara.
"Bagaimana kamu bisa sangat peduli padaku, apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?" Tanya Clara.
"Tidak!!! Tapi takdir yang mengirimku untuk menjagamu."
__ADS_1
"Bahkan aku tidak tau siapa kamu, dan kamu tidak tau siapa aku."
"Saat takdir datang tidak perlu harus saling mengenal, tapi takdirlah yang akan mengenalkan dari yang tidak kenal menjadi kenal, yang di tidak pernah bertemu menjadi dipertemukan, tapi dia juga bisa memisahkan yang awalnya sangat dekat menjadi jauh, terkadang seperti itulah permainan takdir." Pria itu tidak seperti sebelumnya saat pertama kali mereka bertemu dia sangat dingin tapi sekarang dia lebih banyak bicara.
"Aku tidak mengerti, kenapa kamu bisa sangat berbeda? Aku pikir kamu pria yang sombong ternyata aku salah."
"Pertanyaan yang menarik." Pria itu menebar senyumannya pada Clara, Clara masih tidak percaya inikah pria yang ditemuinya malam itu.
"Aku bisa sangat berbeda karna kamu belum mengenalku, tapi saat kamu mulai mengenalku kamu akan tau bagaimana aku, itulah sebab mengapa kamu dan aku selalu dipertemukan dalam situasi tak terduga." Jelasnya panjang lebar tapi tetap saja Clara tidak mengerti malahan Clara semakin bingung mungkin pria dihadapannya sekarang ada hubungannya dengan masalalunya tapi itu sangat mustahil.
"Aah... itu...!!!" Clara menahan kata-katanya.
"Dari matamu, aku bisa tau ada masalah besar yang sedang kamu hadapi." Ucap pria itu seolah sangat pandai menebak.
"Jika diizinkan, bolehkah aku membantumu???" Tanyanya.
__ADS_1
"Kamu orang asing, aku tidak bisa membaginya bersama orang asing." Clara mulai menjauh dari pria itu.
"Baiklah aku tidak memaksa. Kalau begitu perkenalkan namaku Bryan Adipati Mirza!!!" Pria itu mendekati Clara sambil mengulurkan tangan akhirnya pria itu sendiri yang memperkenalkan dirinya sehingga Clara tidak perlu bersusah payah lagi untuk mencari tau tentangnya.
"Sudah kuduga, dia bukan pria yang ada dimasalaluku, mana mungkin seorang Dungu si culun yang paling bodoh berubah menjadi Bryan seorang pengusaha besar." Batinku sambil termenung menatapnya.
"Hei... lagi-lagi kamu menatapku seperti di dalam mobil malam itu." Bryan melambaikan tangannya untuk menyadarkan Clara.
"Aku harus pulang, besok aku ada persidangan jadi aku harus pulang untuk mempersiapkan semuanya." Clara merasa canggung berhadapan dengan Bryan terlalu lama sehingga dia harus mencari alasan untuk menghindar, tapi memang benar adanya Clara akan melakukan sidang perceraiannya dengan Rendi dipengadilan 2 hari lagi.
Saat Clara kembali kerumah tiba-tiba dia melihat Rendi sedang bicara dengan orang tuanya. Rendi melihat kedatangan Clara, ternyata Rendi datang untuk meminta Clara menunda persidangan karna Rendi merasa tidak siap untuk berpisah dengan Clara jujur saja Rendi sama sekali tidak ada niat untuk menceraikannya karna Rendi sangat mencintainya, selain itu Rendi juga membutuhkan Clara untuk merawat Audira.
Jangan lupa berikan like dan komennya guys biar author tambah semangat😊
__ADS_1