DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 91


__ADS_3

"Aku bisa saja menghajarmu Rik, jangan menggoda wanitaku!" Sindir Bryan sambil mentap sinis Riko.


"Sudah kalian ini seperti tom dan jerry saja, tunggu sebentar aku akan mengambil makanan." Sahut Clara menghentikan perdebatan.


Bryan yang masih menggendong Audira, dan Riko pun duduk sambil menunggu Clara mengambil makanan.


"Sir, setelah ini apa rencanamu?"


"Rencana apa Rik?"


"Ya ampun!" Riko menepuk jidatnya.


"Sekarang kan Sir dan kakak ipar Clara sudah tau perasaan masing-masing, apa rencana Sir selanjutnya mau melamar atau langsung nikah, begitu saja tidak paham."


"Rencanaku sekarang mau melamarnya dulu, tapi sebelum itu aku harus bertemu dulu dengan orang tuanya kan Rik, nanti kalau aku melamarnya tanpa sepengetahuan orang tuanya, aku takut nanti mereka tidak menyukaiku."


"Iya benar Sir, jadi kapan rencana lamarannya?"


"Besok juga bisa Rik, tapi aku tidak mau gegabah dan aku yakin Clara juga tidak mau gegabah, intinya aku harus bertemu dulu dengan orang tuanya untuk meminta restu."


"Baiklah Sir, tapi jangan lama-lama nanti keburu Nona diambil orang, ingat Sir tidak mudahkan untuk mendapatkan Nona Clara, begitu banyak ujian yang kalian lewati, terutama ujian Sir sendiri setelah 8 tahun mencari Nona dan sekarang akhirnya bisa menemukannya, jangan sia-siakan kesempatan ini Sir."


"Tentu saja Rik aku akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, dan besok malam aku sudah putuskan untuk bertemu dengan orang tuanya."


"Aku selalu mendukungmu Sir, jika perlu bantuan beritahu aku, aku siap melakukan apapun untukmu Sir."


Tiba-tiba Clara datang mengagetkan Bryan dan Riko yang terlihat mengobrol sangat seru.


"Beritahu aku! Apa yang kalian katakan tadi?" Ucap Clara sambil menghidangkan makanan yang dibawanya ke atas meja.


"Kakak ipar tidak perlu tau, ini soal kejantanan laki-laki." Ucap Riko, Bryan mencubit lengan Riko dan Clara hanya bisa tersenyum lalu ikut duduk bersama mereka.

__ADS_1


"Silakan dimakan Rik, sebentar lagi jam 9 aku harus menutup restoran."


Riko pun menyentap makanannya dengan lahap, Clara duduk disamping Bryan yang tengah menggendong Audira.


"Papa Bryan tidak capek menggendong Dira?" Ujar Clara.


"Tidak sama sekali Clara, aku memang menyukai anak kecil, apalagi Dira ini sangat lucu." Jawab Bryan diiringi senyuman sambil memandang Clara kemudian mencium pipi Audira karna tidak mencium Clara didepan Riko jadi Bryan beberapa kali mencium Audira.


"Clara, malam ini masih terasa seperti mimpi."


"Kenapa begitu?"


"Apa kamu benar-benar mencintaiku?" Tanya Bryan lagi.


"Apakah kamu tidak yakin padaku? Justru aku yang seharus bertanya padamu."


"Apa?"


"Jangan katakan itu! aku tidak perlu menjelaskan apakah aku menyesal atau tidak karna sudah mencintaimu, kamu harus selalu percaya padaku Clara." Sambung Bryan dan melepaskan jarinya yang sudah mengunci bibir Clara. Bryan tidak ingin Clara mengatakan kekurangan yang dia miliki karna Bryan tidak peduli akan hal itu.


"Begitu juga sebaliknya, kamu harus selalu percaya padaku." Ucap Clara dan Bryan mengangguk sambil tersenyum.


Kemudian Bryan menyandarkan kepala Clara dipundaknya karna Bryan tidak bisa memeluk Clara karna sedang menggendong Audira.


"Maafkan aku Clara, aku tidak bisa mengatakan sejak kapan aku mulai jatuh cinta padamu, aku tidak ingin kamu marah jika kamu tau siapa aku sebenarnya, tapi aku tidak bisa menghindar kelak kamu pasti akan tau bahwa aku lah si Dungu bodoh itu, aku harap kamu tidak akan marah dan teruslah mencintaiku." Batin Bryan sambil mengusap-usap rambut Clara.


Riko yang sedari tadi terlihat sangat serius makan ternyata mendengar semua pembicaraan Bryan dan Clara.


"Dramatis sekali kisah cinta ini, lebih dramatis dari kisah romeo dan juliet." Ledek Riko.


"Ya Tuhan aku berdoa untuk mereka, segeralah persatukan dua insan yang saling mencintai ini di atas pelaminan agar tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka lagi." Lanjut Riko lagi, Bryan dan Clara pun menatap Riko dengan sadis tapi Riko hanya merasa geli kemudian Riko melanjutkan makannya lagi.

__ADS_1


Saat merasa Riko sedang menikmati makanannya, Bryan mendekatkan wajahnya ke wajah Clara bersusah payah untuk mencium Clara dan Clara pun sudah pasrah sambil memejamkan mata. Sedikit lagi Bryan dan Clara hampir berciuman.


"Hei kalian ini tidak tau malu, kalian anggap apa aku ini." Tiba-tiba Riko mengagetkan mereka sehingga Bryan jadi kesal sedangkan Clara dia benar-benar malu.


"Sir, Nona, aku ini manusia ya bukan patung, lihat itu Audira dia masih kecil tapi kalian ini seenaknya saja." gerutu Riko tak beralasan.


"Jangan bawa-bawa Dira Rik, bilang saja kamu irikan, huuu... dasar jones." Sahut Bryan.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada Rendi berdiri dibalik pintu sedang mengintip. Rendi sudah menyaksikan acaranya sedari awal dan Rendi benar-benar terbakar melihat keromantisan yang Bryan dan Clara tunjukkan.


Rendi meninju tembok dengan pelan untuk menahan emosinya, Rendi benar-benar tidak terima sekarang Clara menjadi milik Bryan.


"Brengsek! Aku sudah tau laki-laki itu pasti akan merebut Clara dariku, awas saja! Aku tidak akan membiarkan hubungan kalian bertahan lama." Gumam Rendi.


Kemudian Rendi berlalu pergi dari restoran, dia terlihat memikirkan sebuah rencana untuk menghancurkan kebahagian yang sekarang tengah Bryan dan Clara rasakan.


"Rik, jangan mulai deh!" Ujar Bryan sambil menendang kaki Riko dengan pelan.


"Rik, sepertinya kami harus mengurungmu disini." Clara bangkit dari duduknya dan berjalan serentak bersama Bryan menuju pintu keluar sedangkan Riko masih tertegun di meja.


"Sir dan kakak ipar mau kemana? " Tanya Riko dengan kepolosannya.


"Mengurungmu disini." Sahut Clara sambil tertawa kecil bersama Bryan dan Riko langsung berlari mendekati mereka, Riko tidak mau dikurung di dalam restoran.


"Kakak ipar jahat sekali, kan aku yang sudah membantu kakak agar dan Mr. Bryan bisa bertemu malam ini." Keluh Riko.


"Ini waktunya aku menutupi resto Rik, sedangkan kamu masih tertegun di sana dan kami mau pulang, jadi tidak ada yang salahkan kalau kami mengurungmu di sini."


"Iya deh kakak ipar saya salah." Sesal Riko tertunduk.


"Tapi lihat ini kunci mobilnya ada ditanganku, bagaimana kalian akan pulang." Ucap Riko sambil tertawa merasa dia menang, Bryan dan Clara hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Ayo cepatlah Rik, antar kami pulang, kasian anakku ini nanti kedinginan setiap malam mommynya selalu pulang larut malam." Ucap Bryan.


__ADS_2