DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 67 "First Kiss"


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan padaku, Clara???" batin Bryan menggelengkan kepala seolah tak percaya Clara sudah menciumnya.


"Apa disaat mabuk dia selalu seperti ini bagaimana jika orang lain yang bersamanya? benar-benar bodoh." ucap Bryan dalam hati.


"Ah... Minggir!!!" Tiba-tiba Clara mendorong Bryan kesamping.


Clara mulai menggila dan tertawa tidak jelas, Bryan jadi tidak berani mendekatinya, tapi malah Clara yang mendekati Bryan sehingga Bryan hanya bisa menurutinya.


Cup... Eemmm... Eemmm...


Kali ini Bryan tidak bisa lagi mengatasinya, Clara benar-benar mencium bibir Bryan tangannya meraba dada Bryan untuk melepas jas Bryan. Awalnya Bryan kaget melihat sikap Clara dan tidak berani membalas ciumannya.


Sejenak Clara melepaskan ciumannya untuk menghirup oksigen, kemudian Clara melanjutkannya lagi.


Bryan sebelumnya tidak pernah menduga akan terjadi situasi seperti ini.


"Maafkan aku Clara! Kamu benar-benar membuat imanku goyah." Batin Bryan tidak bermaksud untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan di saat Clara sedang mabuk, tapi Bryan juga pria biasa yang tidak bisa menahan rangsangan dari Clara dan pada akhirnya pelan-pelan juga ******* bibir Clara dengan lembut.


Sadar tidak sadar mereka sama-sama menikmati first kiss mereka.


Bryan membaringkan Clara dikasur, karna gerah Bryan melepas bajunya tapi dia tidak akan melepas baju Clara dan meneruskan ciuman mereka, sampai akhirnya Clara kelelahan dan tertidur, melihat Clara tidur Bryan pun menyudahinya.


"I love you Clara... Cup..." Bryan mencium kening Clara menandakan Bryan sangat mencintai Clara dan berterima kasih untuk ciuman pertama mereka meskipun Clara dalam keadaan mabuk.


"Aku benar-benar mencintaimu, sayang, jangan tinggalkan aku." sambil memegang pipi Clara.


Bryan kembali menutupi tubuh Clara dengan selimut lalu beranjak menuju sofa untuk tidur.


Pagi Hari


"Aahhh..." Clara terangah bangkit dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing dan mengedipkan matanya beberapa kali untuk menetralkan pandangan yang masih kabur.


"Dimana aku?" Ucap Clara melihat disekelilingnya dan ternyata dia sudah ada di hotel.


Clara mulai turun dari tempat tidurnya dia tidak ingat apapun tentang kejadian semalam, dia hanya mengingat kejadian dimana Rendi berusaha menjamahnya dan sekarang Clara merasa tenang karna terbebas dari Rendi.

__ADS_1


Saat pandangan Clara mulai jelas matanya langsung tertuju pada Bryan yang tertidur diatas sofa tanpa menggunakan selimut sambil mendekap kedua tangannya untuk mengurangi hawa dingin.


"Kenapa dia tidur tanpa memakai selimut, ahh dia selalu seperti itu." Ucap Clara mengambil selimutnya dan memakaikan selimut itu menutupi tubuh Bryan.


"Aku baru sadar boss menyebalkan ini ternyata manis juga saat tertidur." Clara memandangi Bryan, Clara mencoba untuk menyentuh wajah Bryan tapi tiba-tiba mengurungkan niatnya.


"Ah... Clara apa yang mau kamu lakukan? ingat dia orang asing kamu harus berhati-hati dengannya." gumam Clara menyadarkan dirinya.


Clara sudah selesai membersihkan diri sedangkan Bryan masih terlelap dalam tidurnya, Clara sengaja tidak membangunkannya karna hari ini Bryan tidak ada kegiatan apapun.


"Tidak terasa hari-hari berlalu dikota ini..." Ucap Clara berdiri diatas balkon dan merasa waktu berlalu begitu cepat.


"Begitu banyak yang telah terjadi dalam waktu singkat ini..."


"Sedang apa kamu???" Bryan tiba-tiba berada di depan pintu balkon mengagetkan Clara yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Ah, tuan! Sejak kapan tuan bangun?" Tanya Clara kaget.


"Sejak kamu memakaikan selimut untukku."


"Saya tau harusnya saya membangunkan tuan lebih dulu, tapi saya tidak tega mengganggu tidur tuan yang terlihat sangat nyeyak." Ungkap Clara sambil tertunduk tidak berani melihat Bryan.


"Berapa banyak kamu minum semalam?"


"Minum???" Batinnya heran kenapa Bryan bisa bertanya seperti itu. Clara merasa dia tidak minum apapun karna Clara tidak tau bahwa Rendi telah mencampur minumannya dengan obat yang memabukkan.


"Saya tidak minum apapun Tuan."


"Ada apa Tuan?"


"Jangan berbohong!" Bryan menatap Clara dengan sinis.


"Ah... Saat itu dia mengajak saya pergi, katanya dia ingin membicarakan masalah kantor cabang jadi saya percaya dan ikut dengannya, tapi dia malah membawa saya ke club dan menawarkan minum wine, tapi saya hanya minum jus, setelah itu saya mengantuk memaksanya untuk pulang tapi saya malah tertidur, lalu tiba-tiba saya berada di hotel bersama dengannya." Jelas Clara setelah mengingatnya.


Bryan sudah menduga pasti Rendi yang menjebak Clara dan membuat Clara mabuk agar bisa mendapatkan Clara kembalk. Bryan tau betul Clara tidak mungkin minum jika orang lain tidak memaksanya.

__ADS_1


"Bodoh! Kenapa tidak menolaknya?"


"Jika saya tau dia menjebak saya, tentu saja saya akan menolak."


"Setelah itu apa lagi yang terjadi?"


"Dia, di-dia hampir melepas pakaianku."


"Apa kalian melakukannya?"


"Hah! Tidak tuan, saya tidak melakukan apapun dengannya, tuan jangan mikir macam-macam dengan saya."


"Di-dia hampir melakukannya, tapi tidak jadi karna saya terbangun, lalu sekuat tenaga saya melawannya, saya tendang punya dia terus saya kabur."


"Apa benar seperti itu?" Tanya Bryan lagi sambil tersenyum setelah mendengar cerita Clara yang lucu menurutnya.


"Saya hanya ingat itu, setelah itu Tuan menjemput saya dan saya tidak ingat apapun lagi."


"Dasar!!! Untung saja obat itu tidak melawan ditubuhnya saat itu, jika saja obat itu bekerja dengan cepat bisa-bisa aku akan menyesal seumur hidup." Batin Bryan merasa beruntung meskipun terlambat menemui Clara tapi Clara bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


"Tapi aku takut." Ucap Clara tiba-tiba menangis.


"Ada apa Clara?" Bryan langsung memeluk Clara.


"Aku tidak tau sampai kapan aku bisa selamat darinya, aku takut, Sir, sangat takut, Rendi benar-benar berbeda dia tidak seperti dulu, aku tidak mengenal Rendi yang sekarang, Sir, dia jahat dan menakutkan."


Hiks... Hiks... Hiks...


Clara menangis sejadi-jadinya membuat pikiran Bryan semakin tidak menentu.


Bryan menghapus air matanya dan kembali memeluknya.


"Kemaskan barang-barangmu, kita akan pulang hari ini!" Ucap Bryan dia takut terjadi sesuatu lagi pada Clara jika berlama-lama berada di Swiss belum lagi Bryan sudah mendengar kabar bahwa Rogert sudah bebas dari penjara dan sekarang sedang memburu Bryan.


"Ada apa, Sir? Kenapa kita harus pulang? Masih ada 3 hari lagi." Tanya Clara heran dia tidak tau apa yang sedang Bryan pikirkan.

__ADS_1


"Pokoknya kemaskan semuanya, turuti saja apa yang ku perintahkan."


__ADS_2