DARI HATI

DARI HATI
Honeymoon


__ADS_3

Lombok, Gili Meno


Untuk menuju tempat tujuan Bryan dan Clara di antar menggunakan speed boat sewaan yang diatur oleh supir. Clara sangat excited menikmati pemandangan laut yang biru nan indah itu ditambah pelukkan hangat dari Bryan yang terus memeluknya dari belakang. Tidak sampai 15 menit perahu sudah sampai. dibibir pantai Gili Meno


"Di, kita naik apa menuju hotel?" tanya Clara.


"Itu..." menunjuk mobil sport putih...


"Mobil sport lagi..." keluh Clara kecewa.


"Kenapa sayang, memangnya kamu mau naik apa?"


"Naik bajaj..." Clara terkekeh.


"Kalau mau naik bajaj ngapain kita jauh-jauh ke Lombok." Bryan menertawakan Clara.


"Tidak lucu..."


"Lucu Ara, di Lombok mana ada bajaj."


"Naik bus saja."


Bryan sibuk memasukkan koper ke bagasi mobil tanpa memperdulikan ocehan Clara.


"Ayo Ara masuk, cuaca sangat terik..." bisik Bryan di telinga Clara.


"Siapa yang mau kemudi mobilnya, Riko tidak ada."


"Ya suamimu ini lah, kamu pikir aku tidak bisa mengemudi mobil ini."


"Iya, saat di Swiss Riko yang mengemudi."


"Kalau kita ngajak Riko itu namanya bukan honeymoon, tapi jalan-jalan."


"Kamu marah ya Di?"


"Gak, hanya sedikit kesal."


"Maaf Di, iya deh aku gak ingat-ingat Riko lagi." tersenyum manja sambil menggandengn tangan Bryan.


"Gitu donk, mari masuk Tuan Putri, supirmu ini akan membawamu kemana pun kamu ingin pergi." Bryan mempersilakan Clara masuk.


"Ughhh manisnya, kita langsung ke pantai ya sayang..."


"Ini kita sudah di tepi pantai..."


"Emmm iya yaaa." Clara tertunduk malu.


"Ara, hotelnya menghadap pantai pasti kamu akan suka."


"Benarkah?"


"Iya istriku."


"Yeyyyyy..." Clara sangat senang diiringi senyuman menawannya.


"Dasar, dia tidak pernah berubah..." batin Bryan hanya bisa menggeleng dengan tingkah sang istri.


Seri Resort Gili Meno


salah satu penginapan mewah yang menghadap ke pantai.


"Kok Resort sih, kamu bilang hotel Di." keluh Clara.


"Apa bedanya resort dan hotel, sama-sama penginapan sayang." tetap menggandeng tangan Clara tanpa melepaskannya.


Beberapa pegawai menghampiri mereka. Staf hotel dengan sigap membawa koper mereka masuk ke depan resepsionis.


"Selamat datang di Seri Resort Gili Meno pak Bryan dan bu Clara..."


Bryan yang penuh wibawa membalasnya dengan senyuman, sedangkan Clara dia terbiasa membungkukkan badan seraya memberi hormat sambil tersenyum.


Sebelum mereka masuk, Bryan dan Clara menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar, lalu mereka dipersilakan masuk dan di antar oleh petugas menunju kamar mereka.


"Ini kamarnya pak, jika perlu sesuatu segera hubungi kami, saya permisi pak, bu." ujar seorang petugas.

__ADS_1


"Terima kasih..." ucap Bryan dan Clara.


"Indahnya... Ini jauh dari perkiraanku, kamar yang menghadap bibir pantai secara langsung sangat indah pemandangannya..." ucap Clara yang langsung berlari menuju balkon yang langsung menuju pantai didepannya dan dibawah kamar mereka ada kolam renang.


Bryan hanya bisa tersenyum melihat istrinya sangat bahagia dan dia pun mendekatinya.


Sebelum Bryan melihat ke bawah, Clara langsung menutup mata Bryan dengan tangannya membuat Bryan sedikit kaget.


"Ara, kenapa menutupi mataku, bagaimana aku bisa melihat."


"Tidak boleh lihat pokoknya." Clara mendorong pelan tubuh Bryan di ranjang.


"Ada apa sih, aku mau lihat."


"Tidak boleh!!! di bawah ada bule lagi berjemur." Clara kesal melepaskan tangan yang menutupi wajah Bryan.


Bryan memeluknya dari belakang.


"Benarkah sayang? aku mau lihat dong!!!"


Clara menginjak kaki Bryan membuat Bryan kesakitan.


"Kenapa di injak sakit sayang..."


"Kamu sih ngeyel, aku bilang tidak ya tidak."


"Kamu cemburu?"


"Tidak sama sekali, aku lebih cantik, aku juga sexy gak kalah dari mereka." Clara sombong.


"Hmmm, jadi?"


"Aku tidak suka kamu melirik wanita lain selain aku."


"Nah itu sama saja cemburu." Bryan tertawa.


"Awas ya kalau kamu diam-diam melihat mereka."


"Istriku punya segalanya, untuk apa aku masih melirik yang lain." memajukan tubuh Clara agar menempel di tubuhnya.


"Dasar kamu ya Di." mencubit perut Bryan.


Bryan gemes dengan tingkah Clara membuatnya ingin mengecup beberapa kali bibir sang istri.


"Emmm sudah jam 5." ucap Bryan melihat jam.


"Ada apa?"


"Turun yuk sayang, bentar lagi ada sunset, kamu gak mau kan melewatkannya."


"Lihat dari kamar aja." tolak Clara.


"Gak seru donk."


"Biarin, biar kamu gak lirik-lirik perempuan."


"Duhhh sejak kapan istriku jadi cemburu buta."


"Pokoknya gak boleh keluar."


"Ya sudah, aku keluar sendiri ah..."


"Ihhh kok ngeyel sih." Clara mengejar Bryan dan mencubitnya.


"Sekarang hobi banget ya nyubit begitu." Bryan langsung menarik tangan Clara dan mereka berlari menuju pantai.


Mereka berjalan-jalan dibibir pantai sambil bergandeng tangan, menunggu matahari terbenam.


"Duduk di sana yuk." ucap Bryan menunjuk tempat duduk.


"Ayuk..."


"Ara, terima kasih sudah mau menjadi istriku."


"Tentu saja siapa yang akan menolak pria tampan ini."

__ADS_1


"Jadi kamu menikah denganku karna ketampananku?"


"Tidak, karna aku sangat mencintai, juga karna kamu tampan..." ucap Clara sambil tertawa.


"I love you Ara."


"Love you too Didi."


"Lihat Ara, mataharinya..."


"Sangat indah ya Di, ini pertama kali aku pergi kepantai melihat sunset."


"Kamu suka sayang?"


"Suka banget, kita ke sana yuk." Clara menunjuk air di bibir pantai.


"Pantainya sangat indah dan bersih Di." Clara sangat senang bisa menyentuh air laut.


"Tentu donk siapa dulu yang mengelolanya." Bryan mulai menyombongkan diri.


"Pantai ini milikmu?"


"Haha gak lah sayang, aku hanya becanda."


Tiba-tiba Clara berhenti bermain air, Bryan menatapnya heran karna melihat Clara melamun.


dengan sengaja Bryan membasahi tubuh Clara dengan air.


"Ahhh... Didi, nakal ya..." ucap Clara.


"Rasain ini..." membalas Bryan.


Bryan dan Clara pun berlari-larian ditepi pantai, suasana yang sangat romantis malam hari pun tiba.


"Aku boleh mandi di sini gak?" ucap Clara ingin mandi air laut.


"Jangan Ara, nanti kulitmu bisa merah-merah kamu belum terbiasa, ini juga sudah malam."


"Baiklah Di, kita mandi di resort aja ya."


"Iya mandi berdua." Bryan tersenyum genit.


Mereka kembali ke tempat duduk tadi, menatap langit malam yang bertabur bintang, sangat indah, angin malam yang menusuk kalbu membangkitkan gairah sejoli yang sedang dimabuk asmara.


"Ara, kita ke penginapan yuk." Ucap Bryan tapi Clara yang bersender dibahunya tidak menjawab.


"Ara, ara, bangun..." Bryan menggoyangkan tubuh Clara tapi Clara tidak bangun.


"Aku sudah tau kamu pasti ingin aku menggendongmu." batin Bryan sambil tersenyum melihat wajah Clara yang selalu membuatnya jatuh cinta.


Bryan mengangkat tubuh Clara dan membawanya ke kamar tidur.


"Bisa-bisanya kamu tertidur di malam honeymoon seperti ini." batin Bryan sambil membaringkan Clara di kasur.


"Selamat malam, Ara, have a nice dream." Bryan menutupi tubuh Clara dengan selimut lalu mencium keningnya.


Akhirnya Bryan pun tertidur disamping Clara sambil memelukya.


Sebenarnya Clara tidak tidur dia hanya memejamkan matanya untuk mengerjai suaminya, agar Bryan mau menggendongnya sampai ke kamar.


"Yes, dia udah tidur." batin Clara membalikkan tubuhnya menghadap Bryan.


Clara mencium kening suaminya lalu Clara pun ikut tidur membalas pelukkan Bryan.


"Aku sudah tau kamu pasti belum tidur." batin Bryan sedikit membuka matanya untuk melihat wajah sang istri yang sudah berani menipunya.


"Ara, Ara, aku semakin mencintaimu." katanya lalu mencium sang istri.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2