DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 70


__ADS_3

Auhhhh.....


Rengek Clara kesakitan sambil memegang kepalanya yang mengeluarkan darah.


"Bryan harus menderita, dia harus merasakan penderitaan yang saya rasakan, gimana sakitnya kehilangan orang yang dicinta." Ucap Rogert.


"Tuan, saya mohon tolong lepaskan saya dan juga tante Maria, jangan sakiti kami tuan!!!" Rintih Clara memohon sambil memberontak berusaha melepaskan tali yang mengikatnya.


Plakkk!!!


Suara tamparan sangat keras mendarat dipipi Clara.


"Ahhh... CLARA!!" Teriak tante Maria histeris.


"Jangan coba-coba melawanku manis, kamu lihat apa yang akan ku lakukan pada tantemu itu karna kamu mencoba memberontak." Rogert menarik kepala Clara dan menghadapkannya kedepan untuk melihat tante Maria.


Clara menyaksikan kepala tante Maria di benturkan ke dinding sampai mengeluarkan darah tubuhnya tubuhnya ditendang-tendang.


"TANTE... TANTE... Tolong tuan jangan sakiti tante saya, saya mohon!!!" Rintih Clara sambil menangis tanpa bisa melakukan sesuatu karna tidak berdaya.


"TOLONG... TOLONG... TOLONG..." Teriak Clara berharap seseorang datang menolong mereka.


"Diamlah! Atau aku ledakkan kepalamu sekarang!"


Rogert menodongkan pistol ke kepala Clara membuat Clara hanya bisa mematung.


*****


"Boss, mereka menuju kearah pedesaan." Ungkap Aditya setelah berhasil melacak keberadaan Bryan.


"Ya sudah, cepat kita susul mereka, cari jalan pintas agar kita bisa sampai lebih dulu." Perintah Rendi.


Mereka pun menyusul Bryan yang menuju kearah pedesaan di Swiss untuk menyelamatkan Clara.


Bryan, Riko dan juga Wulan menyusup masuk ke dalam perumahan dimana Rogert sedang menyekap Clara dan tante Maria, namun aksi mereka di ketahui oleh anak buah Rogert dan harus menghadapi anak buah Rogert yang lumayan banyak jumlahnya.


Tidak berselang lama Bryan dan Riko dengan mudah menghabisi anak buah Rogert.


Tiba-tiba Rogert menampakkan dirinya dengan menghadang mereka.


"Tangkap gadis penghianat itu!!!" Perintah Rogert pada anak buahnya yang lain untuk menahan Wulan karna dianggap telah berkhianat sudah memberitahu keberadaan mereka.


"Wulaaan..." Panggil Riko seakan tak terima Wulan ikut ditangkap.


"Aku akan baik-baik saja, kalian selamatkan Clara dan tante."

__ADS_1


Wulan pun diseret secara paksa masuk ke dalam ruang sekapan yang berbeda.


"Hai, bro... Lama kita tidak bertemu." Ujar Rogert bersikap santai tapi seolah dia yang paling hebat.


"Katakan dimana kamu menahan Clara dan tanteku!!!" Bryan emosi dan langsung memincing baju Rogert.


"Santai bro!!! Mereka semua baik-baik saja, serahkan dulu uang dan sertifikatnya!!!"


"Tunjukkan dulu dimana Clara!!!"


"Santai!!! Mereka ada diatas."


"Jangan bohong kamu!!!"


"Tenanglah mereka baik-baik saja!!!"


"Ini uang dan sertifikat yang kamu minta!!!"


"Wah... Hebat! demi nyawa seorang wanita kamu memberikan semua ini padaku."


"Ayo Riko, kita harus segera menemui Clara dan tante."


Setelah memberikan uang dan sertifikat kepada Rogert, Bryan dan Riko bergegas naik kelantai atas sebelum Rogert membuka kopernya yang berisi uang dan sertifikat palsu.


"Keparat!!! Sialan!!! Mereka coba menipuku."


"Tidak akan kubiarkan kalian lolos. Kalian semua harus tamat malam ini juga!"


Rogert yang murka langsung mengejar Bryan dan Riko.


DORRRRR


Suara dentuman tembakan terdengar sangat keras.


DORRRRR


Sekali lagi suara itu terdengar.


Ternyata sebuah peluru mengenai bahu Bryan, dan satunya lagi mendarat di kaki Riko sehingga mereka berdua terkulai dilantai.


Rogert berjalan kearah mereka dengan penuh keangkuhan.


"Istrimu dan juga tantemu sudah mati, percuma saja kalian mencoba menipuku... Hahaha..." Ucap Rogert sambil tertawa keras.


Sontak Bryan syok mendengarnya dan berusaha bangkit namun tak berdaya karna saat ini Rogert sedang menginjak kepalanya.

__ADS_1


"Dan kalian juga akan segera menyusul mereka ke neraka!!!"


Riko berusaha bangkit untuk melawan tapi anak buah Rogert juga menginjak tubuhnya.


Wulan yang disekap dikamar merasa lega karna sebentar lagi anak buah Rogert akan pingsan setelah meminum minuman dari Wulan.


"Aku harus membantu Bryan." Wulan mengambil pistol yang ada di dalam laci sepertinya pistol itu milik Rogert.


Anak buah Rogert satu persatu pingsan, membuat Rogert, Bryan dan Riko tercengang melihat anak buah Rogert yang gugur padahal tidak ada serangan dari orang lain.


Bryan dan Riko mengambil kesempatan untuk menghajar Rogert namun Rogert lebih dulu menyadari mereka akan menyerangnya.


Bela diri Rogert cukup kuat sehingga dia dengan mudah mengibas Riko.


Sekarang Rogert dan Bryan saling beradu mereka sama-sama kuat, namun sayang Rogert melakukan kecurangan dengan menodongkan pisau ke arah Bryan.


Pisau itu berhasil mengenai lengan Bryan, Bryan terus berusaha melawan meski sambil menahan rasa sakit dan perih dibahu dan lengannya.


DORRR... DORRR...


Dua kali suara tembakan terdengar pisau yang berada ditangan Rogert langsung terlempar begitu saja dan Rogert jatuh kelantai dan Bryan pun terlepas darinya.


Bryan dan Riko menoleh kearah si penembak dan sangat tak disangka Wulan yang telah menembak Rogert hingga Rogert pingsan.


"Wulan..." Ucap Bryan dan Riko kaget.


"Cepat temui Clara sebelum mereka bangun, kita tidak punya banyak waktu." Ucap Wulan memerintah Bryan dan Riko, mereka bertiga bergegas keruang penyekapan, namun Bryan sampai lebih dulu.


"AUNT... CLARA... " Bryan histeris dan berlari memeluk bibinya saat melihat ruangan itu sudah bersimbah darah, sangat disayangkan bibinya sudah meninggal dunia.


"AUNTTT..... Jangan tinggalkan Bryan!!!" Teriak Bryan syok bibinya meninggal secara mengenaskan dengan 2 luka tembak diperut dan kepala sobek seperti terkena pukulan benda keras.


Kemudian Bryan berlari kearah Clara dan memeluknya.


"Clara bangun!!! Bangun Clara!!!" Bryan menangis histeris sambil mengguncang tubuh Clara mencoba membangunkannya tapi Clara tidak bangun-bangun.


"Dia pingsan Tuan." Riko memeriksa denyut nadi Clara.


Wulan dan Riko ikut sedih menyaksikan peristiwa yang terjadi pada Bryan.


"Clara buka matamu!" Ucap Bryan sambil menangis.


"Jangan tinggalkan aku Clara! Ayo buka matamu, bertahanlah sayang, bertahanlah!!!" Sambil memeluk tubuh Clara yang terkulai lemah.


"Sayang, jangan tinggalkan aku! Bagaimana aku bisa hidup tanpamu Clara? Ayo buka matamu, Claraaaaa..."

__ADS_1


"Rik, aku terlambat... Aku tidak bisa menjaga Clara dan tanteku..."


Rendi, Aditya dan polisi datang, polisi langsung mengamankan penjahat-penjahat yang sudah tak berdaya itu.


__ADS_2