DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 25


__ADS_3

Aku merasa pagi ini suasana hatiku sedikit lebih tenang dan mulai bersemangat. Aku memutuskan untuk pulang ke rumah saja, kasian Rendi dari semalam aku mengabaikannya.



Tok... tok... tok... aku mengetuk pintu, mama membukakan pintu dan kami berpelukkan.



"Kamu dari mana saja kami semua mencemaskanmu." Ucap mama dengan nada sedikit kesal padaku.



"Mama tenang saja, Clara baik-baik saja jangan cemas ya."



"Ma! gimana kondisi Rendi?"



"Dia masih belum sadar karna kebanyakan minum."



"Kakak ipar!!! Ayo kak temui kak Rendi." Kathryn menarik tanganku dan mengajakku ke kamar bertemu Rendi. Aku benar-benar kaget melihat botol wine berserakan dilantai, dan penampilan Rendi seperti tidak terurus. Seakan tak percaya aku menyaksikan ini, aku tidak menyangka Rendi akan jadi seperti ini setelah ku tinggalkan, padahal aku pergi hanya untuk membuang rasa kecewa dan menenangkan perasaanku.



"Kak, aku pergi dulu hari ini aku ada kelas pagi." Ucap Kathryn berpamitan denganku dan meninggalkan kami berdua di kamar.



"Ya Allah suhu badannya panas sekali." Gumamku sambil memegang kening Rendi. Saat aku hendak mengambil kompresan tiba-tiba Rendi dengan mata terpejam menarik tanganku sehingga membuatku jatuh disampingnya.



"Jangan tinggalkan aku Clara, jangan tinggalkan aku." Ucap Rendi dalam tidurnya.



"Ini pasti efek dari kebanyakan minum makanya dia mengigau." Batinku.


__ADS_1


"Aku tidak bisa hidup tanpumu Clara!!!." Ucapnya sekali lagi. Pelan-pelan aku melepaskan tangan Rendi dan membetulkan posisiku untuk duduk disampingnya.



"Ren!!! Asal kamu tau saja aku sangat mencintaimu tapi kenapa kamu menghianatiku dengan sahabatku sendiri." Gumamku sambil menggenggam tangan Rendi.



Semakin lama aku memandang wajahnya semakin aku merasa kasihan dan tidak tega untuk meninggalkan Rendi.



"Aku menyayangimu, cepatlah sadar Ren sekarang aku bersamamu aku tidak akan pergi lagi."



Suhu badan Rendi semakin tinggi aku pun mengompresnya dengan harapan panas dibadannya bisa menurun. Setelah berjam-jam aku menunggunya dikamar tapi Rendi belum juga sadarkan diri padahal suhu badannya sudah mulai menurun.



"Ren!!! Cepat buka matamu lihatlah aku datang. Rendi mulai sekarang aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia, aku akan mencoba menerima Nanda itukan yang kamu mau???."




Drrrt... drrrt... drrrt... dering ponsel Rendi membangunkanku rupanya ada pesan dari Aditya tangan kanan Rendi sekaligus sekretarisnya yang memberitahu akan ada rapat dengan seorang investor dari luar negeri. Aku berusaha memberitahu Aditya supaya menghendel semua pekerjaan kantor karna Rendi sedang sakit tapi Aditya mengatakan rapat ini harus ditangani oleh boss perusahaan. Aku bingung harus bagaimana hingga pada akhirnya Aditya malah memintaku untuk bertemu dengan investor asing itu.



Sebenarnya aku tidak ingin jauh dari Rendi apalagi melihat kondisinya sekarang aku ingin menemaninay tapi tugas kantor sudah menungguku dan ini sangat penting untuk kemajuan dan perkembangan usaha Rendi. Saat aku hendak berangkat ke kantor aku ingin menemui Rendi tapi saat aku membuka pintu kamar aku melihat Nanda duduk disamping Rendi menggantikan posisiku dadaku kembali terasa sesak melihat pemandangan yang kurang sedap mataku memandangnya sehingga aku mengurungkan niatku untuk masuk.



*****RA ELECTRONIC



"Selamat siang, Bu Clara!!!" Semua karyawan membungkukkan badannya menyambutku dengan penuh rasa hormat.



"Siang semuanya." jawabku menebar senyuman. Aku langsung menuju ruangan Rendi disana sudah ada Aditya.

__ADS_1



"Bu Clara, ini berkas-berkas dan materi yang akan dibahas sudah saya siapkan."



"Baik! Terima kasih Aditya. Beliau memberitau dimana kita akan mengadakan rapat?"



"Di Hotel Loyal City, kita harus sampai 10 menit lebih cepat darinya karna beliau bukan orang sembarangan, dia disiplin dan tidak suka membuang waktu."



Aku bersama Aditya segera menuju tempat tujuan. Kami sampai tepat waktu 10 menit lebih cepat sebelum investor itu.



"Itu orangnya bu!!!" ucap Aditya yang melihat kedatangan investor itu menunjuknya dari kejauhan. Aku pun menoleh ke arah investor itu sepertinya dia tidak asing lagi bagiku.



"DIAAA???" Gumamku dengan mata terbelalak memperhatikan investor itu dari kejauhan.




Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen ya guys😊







__ADS_1



__ADS_2