
"Kenapa aku bekerja dengan pria sepertinya? aku pikir dia seorang penyelamat setelah dua kali berhasil menyelamatkan nyawaku, tapi sepertinya dia itu lebih dari seorang pembunuh yang akan membunuhku secara perlahan." Gerutu Clara sendirian dikamarnya.
"Dia benar-benar aneh, sesekali dia menunjukkan perhatiannya, sesekali dia bersikap dingin dan sekarang dia juga mengejekku, pria seperti apa dia?"
"Tidak tau diuntung, tidak tau berterima kasih, pantas saja sampai sekarang dia tidak menikah, bagaimana mau menikah jika sikapnya seperti itu, hah... aku yakin wanita manapun tidak akan tahan hidup bersamanya."
Bryan mengintip Clara bahkan Bryan mendengar semua ocehan Clara tentang dirinya.
"Wah... Dia bilang aku tidak tau diuntung, tidak tau berterima kasih, keterlaluan dia juga meremehkanku, lihat saja dia akan tau kalau diluar sana banyak wanita yang bisa aku dapatkan, lihat saja bagaimana dia sudah meremehkanku akan ku buat dia menyesali perkataannya sendiri." gumam Bryan, tiba-tiba saat Bryan hendak pergi dia malah memecahkan vas bunga sehingga membuat Clara menyadari keberadaannya dan sontak langsung keluar melihat Bryan.
"Oo... Rupanya kamu mengintip sedari tadi?
"Wah... jangan-jangan kamu dengar semuanya?" Clara mencium bau-bau mencurigakan.
"Yeah... Jangan asal nuduh, fitnah itu namanya." Bryan berusaha mengelak sedangkan Clara terus memelototinya.
"Heh... Aku kesini mau minta maaf, harusnya kamu bersyukur punya atasan sepertiku lihatlah mana ada seorang atasan mau minta maaf pada bawahannya!"
"Maaf? Hah... Sebelum mendapat maaf dariku, kamu harus melakukan sesuatu untukku!"
"Aargh... Katakan apa yang harus ku lakukan?"
"Aku tidak tau?"
"Jangan main-main denganku, katakan sekarang apa yang harus ku lakukan?"
"Hmmm???" Clara sedang berpikir.
"Aha! Membungkuklah!" pinta Clara setelah menemukan ide.
"Kenapa harus membungkuk?"
__ADS_1
"Bodoh! Bagaimana aku bisa membisikimu, kamu terlalu tinggi bahkan sekalipun aku menjinjit tidak akan sampai ditelingamu."
"Cepatlah bungkukkan badanmu!"
Bryan pun membungkuk dengan rasa ragu-ragu sedangkan Clara terlihat sedang mengukur tinggi badannya dengan Bryan yang sedang membungkuk.
"Kalau begini tinggi kita sama." ujar Clara.
"Hanya itu? Tadi kamu bilang ingin berbisik ditelingaku?"
"Hmmm... Aku tidak tau bagaimana cara menghukummu."
"Hah!!! Dasar bodoh! Jadi bagaimana apa aku sudah mendapat maaf darimu?"
"Iya, seperti janjiku setelah kamu melakukan sesuatu untukku maka aku akan memaafkanmu."
"Aku sudah melakukannya, berarti kamu sudah memaafkanku, kamu maukan menerima pemberianku ini?"
"Aku tidak mau! Kamu hanya kasihan padaku, aku tidak suka dikasihani, aku masih bisa bekerja dan sanggup membelinya sendiri walau aku tidak bisa membeli barang branded dan berkelas sepertimu setidaknya aku bisa membeli barang dengan harga diskon 50% setiap bulannya."
"Baiklah jika kamu tidak mau, aku akan buang barang-barang ini!' Ancam Bryan, Bryan yakin dengan cara ini bisa melunakkan hati Clara untuk menerima pemberiannya.
"Gila ya? semua itu barang mahal kenapa dibuang?"
"Percuma saja aku membelinya, tidak ada yang ingin memakainya."
"Belajarlah bersyukur dan berhemat! Kamu suka menghamburkan uang, mungkin disaat kamu susah kamu baru mengerti betapa pentingnya uang."
"Aku tidak menghamburkan uang, wanita yang menolak pemberiankulah yang membuatku menghamburkan uang, lalu untuk apa lagi aku menyimpan semua barang ini selain membuangnya."
"Ya sudah aku terima." Clara mengambil semua barang-barang yang telah dibeli Bryan untuknya.
__ADS_1
"Nah... jika dari tadi kamu menerimanya kita tidak perlu bertengkarkan? tapi sepertinya kamu suka bertengkar denganku, tapi itu tidak masalah!"
"Hah... Aku menerima ini bukan karnamu, tapi dari pada dibuang mubazir, lebih baik aku terima lagi pula ini juga untukku."
"Ok, terserah! Yang penting kamu tidak marah dan sudah menerimanya."
"Jadi saat kamu ke kantor jangan gunakan sepatu dan kemeja lama lagi, pakai yang baru saja!"
"Iya, iya bawel!"
"Sepertinya aku akan terkena masalah!" ucap Clara dalam hati karna merasa orang kantor akan membicarakannya nanti saat melihatnya memakai barang-barang branded ini. Mereka pun diam satu sama lain, Bryan mencari cara untuk mencairkan suasana.
DRUUUKK...
Bryan mendorong Clara masuk ke kamar membuat Clara kaget tertegun diatas tempat tidur. Bryan memandangi Clara dengan tatapan mata yang berbeda sekarang menjadi lebih bergairah, Clara mulai degdegan saat Bryan mendekatkan wajahnya sambil memperhatikan bibir Clara.
"Apa yang akan dia lakukan???" Batin Clara mulai panik dan merasakan jantungnya berdebar sangat cepat.
"Huh! Ada apa denganku? kenapa jantungku serasa akan copot?" batin Clara tubuhnya bertambah gemetar saat Bryan mendorong lehernya membuat wajahnya semakin mendekati wajah Bryan
"Akan ku buat kamu takut karna berani meremehkanku!" Batin Bryan melihat Clara sudah memejamkan mata seakan dia pasrah jika Bryan ingin menciumnya tapi Bryan hanya ingin menakutinya saja.
"AAA... AUDIRA, AUDIRA!!!" Teriak Clara setelah sadar dan mendorong Bryan sontak Bryan kaget rencananya pun gagal.
"Aku baru ingat! Audira! Ayo antar aku menemuinya." Ujar Clara bertingkah seperti boss berlari mengambil tasnya sedangkan Bryan dianggap sebagai supir.
"Sepertinya sekarang dia juga akan menindas bossnya sendiri!" gumam Bryan.
Bersambung.....
__ADS_1
lanjut gak nih?
jangan lupa berikan like dan komentarnya😊 biar author tmbah semangat😁